Dari Jualan Gerobakan, Kini Punya 35 Outlet

Hasanuddin Hady Kusuma, Sukses Berbisnis Sop Buah sejak Kuliah

380
PENGUSAHA MUDA: Hasanuddin Hady Kusuma sukses mengembangkan bisnis kuliner sop buah. (DOKUMEN PRIBADI)
PENGUSAHA MUDA: Hasanuddin Hady Kusuma sukses mengembangkan bisnis kuliner sop buah. (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.ID, Sejak kuliah, Hasanuddin Hady Kusuma sudah menekuni bisnis kuliner sop buah. Pemilik brand Freshasan ini sekarang terlah memiliki 35 outlet yang tersebar di Indonesia.

IDA FADILAH, Radar Semarang

DI usia 19 tahun, Hasanuddin Hady Kusuma sudah terjun di bisnis minuman. Ia mengawali bisnis saat masih menjadi mahasiswa jurusan manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) pada 2012. Kebetulan sejak SMA, ia sudah bercita-cita menjadi seorang pengusaha.

Saat memulai bisnis sop buah, Hasan rela melepas sejumlah kegiatan organisasinya. Bahkan, ia sempat ditentang orangtuanya karena khawatir akan mengganggu kuliah. Namun Hasan berhasil meyakinkan kedua orangtuanya bahwa kesibukannya berbisnis tidak akan mengganggu waktunya kuliah.

“Pernah tidak diperbolehkan orang tua, karena takut mengganggu kuliah. Tapi saya tetap kuliah dan berdagang, hingga bisa membuktikan kalau saya bisa melakukan keduanya,” ujar pria kelahiran Jakarta, 13 Agustus 1992 ini.

Sop buah menjadi pilihan bisnisnya, karena setiap orang menyukai buah. Meski bermula dari gerobak, ia kini bisa mengembangkan usahanya menjadi lebih besar. Banyaknya peminat untuk join usaha ini, lantas Hasan memberikan solusi untuk memudahkan mereka yang ingin bekerja sama. Yaitu, dengan membuka peluang bagi mereka yang ingin franchise Freshhasan di kota asal masing-masing. Seperti Jakarta, Depok, Sumedang, Brebes, Malang, Tangerang, Solo, Semarang, Surabaya, Purwokerto dan lainnya.

Harga paket franchise-nya pun tergolong murah. Dibandrol mulai Rp 15 juta hingga Rp 25 juta sudah bisa membuka franchise Freshhasan dengan berbagai fasilitasnya. Berbeda dengan franchise lain yang total modal investasi awal bisa sampai ratusan juta rupiah.

“Saya gak mau kaya sendiri, makanya saya membuka usaha bagi yang sudah punya modal, tapi bingung usaha apa. Karena usaha itu mendingan gerobakan dulu model streetfood daripada langsung besar tapi income¬inya kecil,” katanya.

Hasan memiliki visi menjadi pelopor sop buah terbaik di Indonesia. Sedangkan misinya ingin membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran dengan menciptakan pengusaha yang unggul. Usahanya pun berkembang, tak hanya menyediakan sop buah, ia juga melengkapi dengan cemilan, jus dan makanan berat.

Baginya, yang terpenting adalah membuat branding terlebih dahulu. Sehingga ketika masyarakat sudah mengetahui sebuah nama, ia bisa lebih mudah mengembangkannya.

“Kalau sekarang orang membuat usaha hanya ikutan tren, kalau saya buat tren dan brand. Jadi, misalnya jualan apapun ya ingat dengan brand itu. Seperti kalau sop buah, ya ingat Freshasan,” tandasnya.

Karena keberhasilannya itu, ia banyak mendapatkan undangan untuk menjadi pembicara di berbagai workshop dan seminar tentang pebisnis muda. Di sana, Hasan banyak membagikan ilmunya bagaimana menjadi pebisnis yang bisa menjalankan manajemen dengan baik.

Ke depan, ia ingin menggandeng petani yang selama ini kesulitan memasarkan produknya. Yaitu, dengan membuat sop buah kemasan packaging. Tak hanya pebisnis muda, ia pun ingin memberdayakan para petani. (*/aro)





Tinggalkan Balasan