Bulan Bung Karno Aplikasikan Resep Masakan Mustika Rasa

Widi Astari Makin Tertantang Masak Ala Pak Karno

256
JURI TENTUKAN PEMENANG : Ketua DPC PDI-Perjuangan sekaligus Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi didampingi Hevearita Gunaryanti Rahayu dan juri lainnya mencicipi masakan peserta Cooking Vlog Competition. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JURI TENTUKAN PEMENANG : Ketua DPC PDI-Perjuangan sekaligus Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi didampingi Hevearita Gunaryanti Rahayu dan juri lainnya mencicipi masakan peserta Cooking Vlog Competition. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Tak banyak yang tahu, ternyata Proklamator RI Ir Soekarno merupakan presiden pertama RI yang mencintai kuliner khas nusantara. Itu dibuktikan dengan menerbitkan buku Mustika Rasa yang di dalamnya berisi resep kuliner khas nusantara. Dalam memperingati Bulan Bung Karno ini, DPC PDI-Perjuangan Kota Semarang menggelar Cooking Vlog Competition olahan bandeng ala Bung Karno. Seperti apa keseruannya?

ADENNYAR WYACAKSONO

PULUHAN peserta Cooking Vlog Competition sibuk mempersiapkan olahan bandeng yang sebelumnya telah dibuat di rumah masing-masing. Sesampainya di aula kantor DPC PDI-Perjuangan Kota Semarang mereka menghias masakan olahan bandeng yang dibuat secantik mungkin dengan bumbu atau resep masakan yang tercantum dalam buku Mustika Rasa.
Ya buku kuliner karangan Presiden Soekarno, presiden pertama bangsa Indonesia ini sangat tebal. Total lembarannya mencapai 1.123 halaman. Buku tersebut diketahui terbit pertama kali tahun 1967 silam. Memuat aneka resep masakan dari Sabang sampai Merauke.

“Sebagai generasi muda, saya baru tahu kalau Pak Karno mewariskan buku resep masakan nusantara. Adanya lomba ini, membuat saya tertantang dan ingin belajar masakan nusantara,” kata Widi Astari salah satu peserta lomba.
Dalam lomba yang digelar DPC PDI-Perjuangan, olahan bandeng memang sengaja dipilih menjadi resep masakan. Bandeng merupakan makanan khas Semarang, bahkan telah menjadi buah tangan, jika wisatawan berkunjung ke Kota Semarang. Dalam buku ciptaan Soekarno, dipilih bumbu rujak, acar bandeng, pepes bandeng dan pindang bandeng sebagai bumbu olahan bandeng.

“Saya pilih acar bandeng. Sebelumnya sempat cari tahu dulu bahan apa yang digunakan. Ternyata sederhana, hanya bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit dihaluskan dan ditumis. Lalu bandeng goreng, cuka, gula merah dan acar dimasak menjadi satu,” tuturnya.

Sebelum mempresentasikan masakan secara langsung, para peserta wajib mengirimkan video saat proses memasak kepada panitia. Total ada 32 peserta yang mendaftar, namun hanya 25 peserta yang mengirimkan video dan masuk tahapan verifikasi hingga akhirnya mempresentasikan masakan yang dibuat di kantor DPC PDI-Perjuangan.
“Kenapa bandeng. Karena bandeng ini oleh-oleh khas Semarang. Resepnya diambil dari buku Mustika Rasa, yakni Bumbu Rujak, Pindang Bandeng, Acar Bandeng dan Pepes Bandeng,” kata Hevearita Gunaryanti Rahayu yang bertugas menjadi salah satu juri.

Wakil Wali Kota Semarang ini menjelaskan, penilaian masakan bukan hanya pada penampilan, namun menitikberatkan pada rasa masakan yang dibuat serta disunting dari buku Mustika Rasa, dengan bahan aneka rempah nusantara.
“Untuk juaranya nanti dipilih oleh Wali Kota Semarang, Pak Hendrar Prihadi. Yang diambil adalah penampilan dan rasanya. Juara akan mendapatkan hadiah uang tunai,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, lomba tersebut sengaja untuk memperingati bulan Bung Karno. Menurut pria yang akrab disapa Hendi ini, banyak masyarakat yang belum paham ada resep masakan nusantara yang kumpulkan oleh pendiri bangsa sekaligus Proklamator RI, yakni Ir Soekarno dengan nama Mustika Rasa. “Untuk itu kita gali dan kita lombakan lewat bulan Bung Karno ini dengan bahan baku bandeng,” tambahnya. (*/ida)





Tinggalkan Balasan