Kampanyekan Stay at Home dan Social Distancing

Dari Rumah, Ki Ahya Budiawan Pentaskan Wayang Lakon Korona Gugur

305
TETAP BERKARYA: Ki Ahya Budiawan menyiapkan wayang kulit sebelum pentas di rumahnya. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP BERKARYA: Ki Ahya Budiawan menyiapkan wayang kulit sebelum pentas di rumahnya. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Perjuangan Indonesia melawan korona digambarkan lewat pertunjukan wayang kulit. Kekalahan korona dalam cerita yang dibuatnya diharap memberikan optimisme bagi masyarakat untuk terus berjuang bersama melawan korona.

Sigit Andrianto, Radar Semarang

SITUASI yang mengharuskan tetap tinggal di rumah alias stay at home tidak membuat Nitratama Ahya Budiawan berhenti berkarya. Mengisi waktu di rumah, di sela mengikuti kuliah online, dalang muda asal Semarang ini menggelar pertunjukan wayang kulit di kediamannya.

”Sekaligus ini untuk latihan ndalang, supaya bisa lebih bagus,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menampilkan lakon Matinya Korona di Nusantara. Menggambarkan perjuangan Indonesia melawan Covid-19 dalam pertempuran Arjuna melawan raksasa Buto Cakil.

”Karakter Cakil yang jelek dan merugikan banyak orang cocok untuk mewakili virus korona. Ini Arjuna, memiliki karakter yang baik,” katanya sembari menunjukkan wayang.

Dalam cerita yang dibawakannya, Buto Cakil berniat hendak menyebarkan virus korona ke bumi nusantara. Namun dicegah oleh Arjuna. Pada akhirnya, Cakil tewas oleh keris sakti Arjuna yang menancap tubuh.

Untuk menyampaikan ceritanya, ia menyulap sudut rumahnya menjadi tempat pertunjukan. Menempatkan sejumlah properti yang dibutuhkan dalam pertunjukan wayang kulit. Termasuk batang pohon pisang untuk menancapkan wayang. Sementara untuk instrumen gamelannya, ia memutarnya melalui compact disc (CD).

”Ini menjadi bagian dari upaya melakukan social distancing. Seperti anjuran pemerintah untuk bersama-sama mencegah penularan virus korona,” ujarnya.

Melalui lakon yang dibawakan, pria yang akrab disapa Ki Ahya Budiawan ini menyelipkan pesan kepada masyarakat untuk tetap semangat menghadapi korona. Terus semangat hingga masyarakat benar-benar menang melawan virus korona baru ini.

”Melalui ini saya juga mengajak, terutama untuk anak-anak muda agar mengikuti anjuran pemerintah. Tetap di rumah. Dan hasilkan karya meskipun di rumah,” katanya.

Ia berharap, semua masyarakat Indonesia tetap diberikan kekuatan untuk melawan virus korona baru ini. ”Ini sekaligus untuk melestasikan budaya Jawa, khususnya wayang kulit. Terutama mengenalkan kepada generasi muda,” tutur pria yang sudah menggemari wayang kulit sejak usia 3 tahun ini. (*/aro)





Tinggalkan Balasan