alexametrics

Isi Waktu Luang, Sibuk Rancang Bisnis Masa Depan

Menelisik Aktivitas Punggawa PSIS saat Libur Kompetisi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Liga I yang berhenti sementara, memaksa punggawa PSIS Semarang kembali ke kampung halaman masing-masing. Selain wajib menjalankan latihan mandiri, mereka juga melakukan aktivitas lain untuk mengusir kebosanan. Sembari berharap Liga I dapat bergulir kembali.

Dewi Akmalah, Radar Semarang

PERKUAT MAHESA JENAR : Joko Ribowo saat menjalankan tugasnya mengawal mistar PSIS Semarang. (Baskoro Septiadi/ Jawa Pos Radar Semarang)
PERKUAT MAHESA JENAR : Joko Ribowo saat menjalankan tugasnya mengawal mistar PSIS Semarang.
(Baskoro Septiadi/ Jawa Pos Radar Semarang)

TANGGUH dan berkarisma. Itulah kesan yang terpancar dari pemain PSIS Semarang ketika berlaga membela Mahesa Jenar di ajang kompetisi Liga 1. Namun siapa sangka, hal tersebut mereka tinggalkan ketika harus kembali ke kampung halaman masing-masing saat kompetisi dihentikan. Ya, mereka kembali menjadi orang biasa yang menjalankan aktivitas. Sama halnya dengan warga biasa. Mereka pun mulai memanfaatkan waktu tersebut untuk dapat merancang masa depan dengan merintis bisnis masing-masing.

Sebagai contoh adalah Frendi Saputra. Kembali ke kampung halamannya yang ada di Metro, Lampung. Pemain belakang PSIS tersebut menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk merancang masa depan. Ia mengaku mulai belajar bagaimana cara berternak kambing yang baik. Selain mengusir kebosanan, hal tersebut merupakan langkah persiapannya untuk membuka bisnis setelah pensiun nanti. Sehingga ia tidak bingung akan nasibnya setelah gantung sepatu.
“Ya libur begini pasti fokus utamanya kumpul ke keluarga dulu. Setelah itu, saya melakukan aktivitas lain seperti latihan mandiri dan belajar bisnis. Kebetulan saya tertarik bisnis ternak kambing. Ya mohon doanya saja semoga lancar,” ujarnya.

Hal yang sama pun dilakukan oleh Eka Febri. Pulang ke kampungnya yang berada di Kabupaten Tuban, Jatim, sang pemain muda lebih memilih membantu ayahnya menggarap sawah milik keluarga. Dirinya merasa jika pensiun nanti, dirinya memiliki tanggung jawab untuk mengurus sawah tersebut. Sehingga saat ini ia mulai belajar bagaimana cara memanen padi, menanam padi dan berbagai aktivitas bertani lainnya.

Baca juga:  Penulis Buku, Motivator dan Seorang Youtuber

“Bapak kebetulan punya sawah di kampung. Jadi saat tim libur seperti sekarang ya saya mencoba bantu-bantu bapak di sawah. Kan siapa tahu besok pensiun saya meneruskan usaha bapak mengelola sawah,” ujarnya.

Dirinya mengaku selain berlatih dan membantu sang ayah, ia pun masih disibukkan dengan mengikuti kuliah online. Ya, Eka memang terdaftar sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Semarang. Maka dari itu, ia masih memiliki kewajiban mengikuti perkuliahan online dari rumah agar dapat lulus dari kampusnya.

“Ya walaupun sulit ya kuliah online tapi tetap saya ikuti. Bagaimanapun kan ini demi masa depan saya” pungkasnya.

Berbeda dengan dua pemain sebelumnya yang memilih merancang bisnis secara konvensional, Hari Nur Yulianto dan Alfeandra Dewangga justru memilih bisnis kekinian. Mereka mulai merintis bisnis clothing dengan membuat kaos khas masing-masing.

Hari Nur mengaku sementara masih belajar mengenai bagaimana cara bisnis yang baik. Sehingga ia dapat menguasai apa kekuatan produknya dan bagaimana cara pemasaran yang efektif kepada masyarakat. Dirinya menjelaskan produk yang ia buat tidak akan jauh dari nomor punggung dan inisial namanya saat di PSIS. Yakni HNY dan angka 22.
“Untuk desain baju sekarang sudah beres. Tinggal ini saya mulai membentuk platform untuk menjual kaos saya itu,” ujarnya.

Baca juga:  Produksi Pupuk Cair, hingga Kembangkan Kampung Pusat Bahasa

Wakil kapten PSIS ini berencana memilih memasarkan produkmya secara online. Mengingat hal tersebut jauh lebih praktis. Namun tidak menutup kemungkinan dirinya akan membuka store jika bisnisnya telah berkembang dan dicintai para pelanggannya.

“Ya rencana buka toko masih jauh. Yang penting saat ini menguatkan dulu produk di pasaran. Agar punya pangsa pasar sendiri,” lanjutnya.

Begitu pula yang dilakukan Alfeandra Dewangga. Pemain muda langganan timnas ini sebenarnya sudah lama merencanakan membuka bisnis clothing. Hanya saja dirinya belum memiliki waktu. Dan pada kesempatan libur kompetisi saat ini menjadi momen baginya untuk dapat merealisasikan impiannya tersebut.

“Saya sadar karir sepakbola tidak bisa bertahan selamanya. Makanya saya berniat membuka bisnis. Ya yang paling memungkinkan bisnis kaos seperti ini,” ujarnya.
Meskipun masih muda, Alfeandra ingin masa depannya sudah dirancang sejak dini. Sehingga ketika pensiun nanti, bisnisnya sudah mulai jalan. Dan bisa memberikan pemasukan lain kepada dirinya di samping dari sepakbola.

“Mumpung masih muda, masih banyak waktu untuk merancang masa depan. Mohon doanya semoga semua lancar,” pungkasnya.

Langkah berbeda justru diambil Joko Ribowo. Kiper PSIS Semarang yang lebih memilih membantu sang teman, Hajar Pamuji membuat konten Youtube bersama. Seperti diketahui, Hajar sendiri merupakan Youtubers asal Pati yang memiliki jumlah subscribers mencapai angka 599.000. Ia mengaku hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mencegah kebosanan akibat di rumah terus menerus. Walaupun sibuk membuat konten, dirinya memastikan program latihan mandiri yang diberikan pelatih masih menjadi prioritas. Karena tanggung jawabnya sebagai pemain jauh lebih besar jika ditinggalkan begitu saja.

Baca juga:  Konten Spot Mancing Ekstrem di Dam Ijo, Dam Merah, dan Dam Tahu Paling Banyak Ditonton

“Ya berlatih tetap yang utama. Selain itu, saya juga masih mengelola SSB Joko Ribowo Football Academy. Baru kalau ada waktu luang, membuat konten Youtube bareng teman,” ujarnya.
Dengan sejumlah kegiatan yang dilakukan punggawanya, General Manager PSIS, Wahyu Liluk Winarto mengaku membebaskan anak asuhnya untuk melakukan apapun selama libur kompetisi. Hanya saja, dirinya mengingatkan sebagai pemain memiliki tanggung jawab kepada tim yang mereka bela. Maka dari itu, tetap wajib mengikuti program latihan mandiri. Dan menyampaikan perkembangan kondisi mereka setiap harinya kepada staf pelatih dan managemen tim. “Silahkan tidak apa-apa. Yang penting positif dan kewajiban pada klub jangan ditinggal,” ujarnya.

Tidak ingin ketinggalan dari para pemainnya, ia pun mengaku memiliki agenda sendiri untuk mencegah kebosanan. Ia memilih bermain dengan burung peliharaannya, membersihkan rumah dan mencuci mobil miliknya. Tak lupa berolahraga agar badannya tetap fit. “Ya selama di rumah juga harus ada kegiatan. Biar tidak bosan,” pungkasnya. (*/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya