alexametrics

Beratnya Capai 3 Kg, Bibitnya Laku hingga Rp 7 Juta

Ismanto, Warga Mijen Semarang yang Budidayakan Sawo Raksasa Mamey Sapote

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Selama stay at home alias di rumah saja, tidak ada salahnya mengisinya dengan berkebun. Salah satu tanaman yang boleh dijajal adalah Mamey Sapote atau sawo raksasa asal Amerika.

SIGIT ANDRIANTO, Radar Semarang

BENTUKNYA sama seperti sawo pada umumnya. Bedanya sawo ini berukuran lebih besar. Beratnya bisa mencapai 1-3 kg per butir. Bentuk fisiknya pun sama. Berwarna coklat dan lonjong. Sementara daging buahnya berwarna oranye kemerahan dengan biji hitam besar di tengahnya.

Mamey Sapote bisa menjadi alternatif pilihan untuk berkebun di tengah Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) non PSBB. Sebab, selain perawatan yang mudah, tanaman ini juga menjanjikan rupiah.

Ismanto, 39, salah satu pembudiaya Mamey Sapote asal Mijen, Semarang mengatakan, tanaman ini cukup adaptif. Sehingga tidak terlalu merepotkan untuk ditanam. Bahkan oleh orang yang baru mencoba tanam-menanam sekalipun.

Baca juga:  Harga Ditentukan Corak Bulu, Ada yang Laku Rp 20 Juta

Memang, perlu merogoh kocek cukup dalam untuk membeli bibit. Satu bibit ukuran 60-70 cm rata-rata dijual dengan harga Rp 1,5 juta. Bahkan untuk pohon yang siap berbuah bisa laku hingga Rp 5 juta-Rp 7 juta.

Warga Wonolopo RT 2 RW 8 Mijen ini mengatakan, bibit yang didapat dari hasil sambung susu, yakni menyambungkan semaian biji dengan batang pohon dewasa, akan lebih cepat berbuah. Setidaknya, umur 1,5 tahun sudah muncul buah. Berbeda dengan semaian biji. Untuk bisa berbuah membutuhkan waktu hingga 10 tahun.

”Memang agak lama. Belum lagi untuk bisa konsumsi buahnya. Sampai matang itu membutuhkan waktu 9 bulan, mulai dari muncul bunga,” ujarnya sambil menambahkan bahwa Mamey Sapote berbuah bukan secara musiman. Tapi susul menyusul.

Baca juga:  Masuk ke Sistem Pemerintahan untuk Majukan Dunia Olahraga

Dijelaskan, sebutir Mamey Sapote saat sudah matang memiliki panjang sekitar 20 cm dan berdiameter 30 cm dengan berat 1 hingg 3 kg. Uniknya, berbeda dengan sawo lokal, pada buah Mamey Sapote hanya memiliki satu biji sawo di tengah buahnya.

Dengan ukurannya yang cukup besar, harga buah Mamey Sapote terbilang cukup mahal. Yakni Rp 300 ribu-Rp 350 ribu per butir. ”Biasanya yang beli adalah penghobi yang penasaran dengan rasanya,” ujarnya.

Selain dimakan langsung, Mamey Sapota biasanya dibuat menjadi selai, milkshake hingga es krim yang lezat. Buah yang memiliki cita rasa seperti ubi cilembu yang manis dan legit ini banyak diminati para penghobi dan kolektor tanaman langka.

Baca juga:  Sempat Dianggap Ide Gila, Kini Mampu Mengairi Sawah Warga

Dengan harga yang fantastis, tidak salah jika Mamey Sapote menjadi alternatif pemasukan bagi Ismanto. Dari Mamey Sapote, dia bahkan berhasil mempekerjakan lima pekerja. ”Pesanan sudah sampai Kalimantan, Sumatera dan beberapa daerah lainnya di Indonesia. Luar negeri juga pernah ada,” akunya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya