Uang Hasil Jualan Stiker, Diserahkan ke Gubernur

Siswi SD Sumbangkan Celengan untuk Bantu Masker Paramedis

354
PEDULI PARAMEDIS: Olivia Meiske Anjani dan Regina Fleur Anindhita didampingi kedua orangtuanya saat bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)
PEDULI PARAMEDIS: Olivia Meiske Anjani dan Regina Fleur Anindhita didampingi kedua orangtuanya saat bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Kepedulian tinggi ditunjukkan dua bocah kakak beradik ini. Di tengah pandemi Covid-19, keduanya menyerahkan celengan untuk membantu masker paramedis. Tabungan itu diserahkan kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

SIGIT ANDRIANTO, Radar Semarang

NAMANYA Olivia Meiske Anjani, 7, dan Regina Fleur Anindhita, 6. Kakak-adik ini warga Jalan Gunung Gebyok, Bendungan, Gajahmungkur, Semarang. Memakai gaun dengan warna dan bentuk yang sama, keduanya datang ke rumah dinas gubernur, Puri Gedeh, Minggu (19/4) sore sekitar pukul 16.50.
Keduanya datang membawa celengan berwarna senada dengan gaun yang mereka kenakan. Olivia dan Regina diantar kedua orangtuanya, Bimo Triwicaksono dan Angela Desi.

Tidak lama menunggu, keduanya disapa Gubernur Ganjar Pranowo. Diajak ngobrol. Ganjar langsung melontarkan sejumlah pertanyaan kepada mereka.

”Ini kamu memberikan tabungan kamu untuk apa?” tanya gubernur membuka obrolan dengan nada bersahabat.
”Buat Pak Ganjar beli masker untuk paramedis di rumah sakit,” jawab Olivia dengan nada pendek khas anak kecil, dibarengi senyum di bibirnya.

Gubernur kembali menanyakan, siapa paramedis yang dimaksud kedua anak tersebut. Olivia pun kembali menjawab. “Para dokter.”
Kepada gubernur, Olivia ingin memberikan bantuan masker dari tabungannya. Karena , menurutnya, itulah yang saat ini diperlukan paramedis. Hal tersebut ia ketahui dari berita yang ditonton di televisi tentang korona.
Usut punya usut, tabungan tersebut diisi setiap hari selama hampir satu tahun. Olivia mengisi tabungan itu bukan dari uang yang diberikan orangtuanya, melainkan dari hasil menjual stiker kepada teman-temannya. Ada yang Rp 3.000 dan ada yang Rp 5.000 untuk setiap potongan stikernya.

”Tidak ada yang ngajari. Aku sendiri,” ujar gadis cilik yang bercita-cita menjadi pramugari itu.
Stiker itu dibelikan ayahnya, Bimo Triwicaksono, setiap bulan. Awalnya dalam ukuran besar. Ia kemudian mengguntingnya kecil-kecil lalu menjualnya kembali ke teman-teman di sekolah. ”Emang ada yang beli?” tanya Ganjar. ”Ada,” jawabnya tegas dengan senyum.

Dalam perbincangannya, gubernur juga menanyakan kegiatan yang dilakukan selama belajar di rumah. Tidak hanya itu, keduanya juga diminta menjelaskan cara menghindari penyakit korona.
”Biar tidak ketularan, tetap di rumah, cuci tangan, dan pakai masker ketika pergi,” jawab Olivia, yang saat ini tercatat sebagai siswi kelas 2 SD Theresiana Semarang.

Keduanya kemudian diminta untuk mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar. Dan tanpa kesulitan mereka bisa melakukannya dengan sempurna. ”Sudah diajari dari TK,” ungkap Olivia.
”Kalau kamu, siapa yang ngajari?” tanya gubernur kepada Regina. ”Diajari sama kakak,” ujarnya tidak kalah berani seperti kakaknya.

Gubernur juga sempat menanyakan, sebenarnya untuk apa tabungan tersebut sebelum terpikir disumbangkan. Kepada gubernur, Olivia memberitahukan, ia ingin membelikan peralatan sekolah. Sayangnya, karena libur panjang, niat itu ia urungkan.
”Emang berapa isinya?” tanya gubernur. ”Tidak tahu,” jawabnya polos dengan senyum manisnya.
”Kalau ketemu dokter, mau bilang apa?” tanya Ganjar lagi.
”Dok ini sumbangan saya, dok,” ujar Olivia dengan gaya malu-malu.

Ganjar mengatakan, apa yang dilakukan keduanya mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan. Bagaimana anak-anak kecil sudah belajar mengenai kepedulian terhadap sesama. Bagaimana mereka mengerti bahwa tenaga medis saat ini sedang membutuhkan bantuan.
”Mereka memang belum berpikir jauh, tapi sudah berpikir bahwa ada APD yang harus disumbangkan,” ujarnya.

Mereka pun pulang dengan membawa masker hadiah dari Ganjar. ”Nanti dipakai. Setiap empat jam dicuci ya,” pesan Ganjar. (*/aro)





Tinggalkan Balasan