alexametrics

Destinasi Wisata Baru, Dipercaya Peninggalan Sunan Kalijaga

Mengenal Sendang Kalipancur Bambankerep Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Banyak daerah menjadi saksi bisu perjalanan Sunan Kalijaga mencari kayu jati untuk saka (tiang) Masjid Agung Demak. Salah satunya adalah Sendang Kalipancur. Bahkan, konon dapat membawa keberuntungan bagi yang mandi dan mencuci muka di tempat tersebut.

Dewi Akmalah, Radar Semarang

SAAT ini, Masjid Agung Demak masih tetap berdiri megah. Dengan arsitektur unik, masjid tersebut ditopang saka (tiang) yang terbuat dari kayu jati berkualitas tinggi. Disinilah peran Sunan Kalijaga sangat penting. Sebab Sang Walilah yang diutus langsung oleh Raden Patah untuk mencari pohon jati berkualitas tinggi.
Banyak tempat yang disinggahi Sunan Kalijaga dalam perjalanan mencari kayu jati. Keluar masuk hutan dilakoni bersama dengan para muridnya. Hingga sampailah ke hutan yang saat ini merupakan kawasan Bambankerep Ngaliyan Semarang.

Ketua RW 3 Kelurahan Bambankerep Sri Sudarsono mengisahkan, Sang Wali bersama rombongan sampai ke hutan tersebut saat menjelang malam. Dirasa berbahaya untuk melanjutkan perjalanan, Sang Wali memutuskan untuk bermalam di Bambankerep. Hingga saat fajar menyingsing dan sudah memasuki waktu subuh, para murid Sunan Kalijaga kebingungan mencari sumber air agar bisa berwudhu. Melihat hal tersebut, Sang Wali menancapkan sebatang kayu kecil (lidi) dan dicabut. Setelah itu, munculah sumber air yang mengalir deras. “Setelah itu, para muridnya langsung wudhu menggunakan air tersebut dan salat subuh berjamaah,” ujarnya.

Baca juga:  Narapidana Terorisme Diikutkan Pelatihan Membatik, hingga Tausiyah, dan Salat Berjamaah

Meski rombongan Sunan Kalijaga sudah berlalu, namun air tersebut tidak berhenti memancar. Justru semakin deras. Hingga akhirnya terbentuklah genangan yang lumayan besar di sekitar sumber mata air. Namun Sunan Kalijaga beserta rombongan masih harus melanjutkan perjalanan mencari kayu Jati. Karena itulah, Sunan Kalijaga berucap, jika suatu saat terdapat dukuh atau perkampungan di wilayah tersebut, maka dapat dinamai Dukuh Kalipancur. Artinya sungai dari pancuran air tersebut.

“Dari situ, nama Kalipancur berasal. Dulu wilayah sini ikutnya ya Kelurahan Kalipancur. Cuma ada pemecahan wilayah, jadilah sekarang, masuk ke wilayah Kelurahan Bambankerep,” lanjutnya.
Dirinya menambahkan sumber air tersebut masih memancar hingga saat ini. Yang membedakan, dulu air tersebut tidak tertampung dan mengalir terus ke aliran sungai. Namun saat ini, pihaknya telah membuat semacam bak atau sendang untuk menampung air tersebut.

Baca juga:  Ambili Ulat di Tempat Tetangga, Kini Jadi Destinasi Wisata

Dirinya menuturkan banyak orang yang berbondong-bondong mandi dan mencuci muka menggunakan air tersebut. Konon air tersebut dapat membawa keberuntungan. Baik dari segi jodoh, rezeki dan lainnya.

“Bukan berarti airnya sakti. Ini mungkin ada doanya Sunan Kalijaga, jadi lebih mudah dikabulkan. Kalau meminta sesuatu tetap harus ke Tuhan Yang Maha Kuasa saja. Tidak boleh yang lain,” lanjutnya.
Dirinya mengaku tidak hanya warga biasa, tapi banyak tokoh masyarakat dan pejabat pernah datang ke Sendang Kalipancur ini. Sembari bermunajat pada Tuhan, mereka mandi dan cuci muka menggunakan air tersebut. Dirinya mengisahkan pernah suatu hari ia menjumpai pasangan suami istri dari luar kota bermunajat agar anaknya cepat mendapatkan jodoh. Sebulan kemudian, mereka kembali dan sang anak telah menemukan jodohnya. Dari situlah Sendang Kalipancur dinamakan sendang jodoh oleh warga sekitar.
“Intinya kalau mau berdoa, hatinya harus sudah bersih dan berserah diri kepada Allah SWT. Memohon yang baik. Baru setelah itu, cuci muka tiga kali, kumur-kumur tiga kali. Wudhu atau mandi juga boleh,” lanjutnya.

Baca juga:  Pemerintah Kecamatan Semarang Utara Rancang Destinasi Wisata di Bawah Fly Over

Dengan banyaknya orang yang datang, ia mulai berpikir untuk menjadikan tempat tersebut sebagai destinasi wisata religi. Nantinya tiap tahun pihaknya akan mengadakan festival dengan menggelar wayangan. Dan para tokoh masyarakat akan berdoa bersama untuk kebaikan semesta. “Seperti Februari 2020 lalu, kami sudah mengundang dalang kondang Ki Bayu Aji Pamungkas yang merupakan putra Ki Anom Suroto untuk pentas disini,” katanya.
Dirinya berharap dengan dibukanya destinasi wisata, warga sekitar dapat mendapat berkah. Sehingga hasil Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mereka hasilkan dapat dijual ke pengunjung. Selain itu, pemasukan dari wisata dapat dimanfaatkan untuk melestarikan sendang agar tetap terawat dan terjaga kelestariannya.

Meski begitu, pihaknya akan tetap menjaga kesakralan tempat tersebut. Pihaknya akan terur mengingatkan wisatawan untuk tetap mematuhi dan menaati aturan yang berlaku di Sendang Kalipancur. “Silahkan datang. Lokasinya di Jalan CD Penataran 8, Bambankerep Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang,” pungkasnya. (*/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya