Penulis Buku, Motivator dan Seorang Youtuber

Lebih Dekat dengan Siswanto, Kepala SMA Negeri 5 Semarang

271
LUAR BIASA: Kepala SMA Negeri 5 Semarang Siswanto yang telah menulis sejumlah buku persiapan ujian nasional yang best seller.(ALVI NUR JANAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LUAR BIASA: Kepala SMA Negeri 5 Semarang Siswanto yang telah menulis sejumlah buku persiapan ujian nasional yang best seller.(ALVI NUR JANAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Siswanto bukan kepala sekolah biasa. Kepala SMA Negeri 5 Semarang ini adalah penulis buku best seller, motivator, serta seorang Youtuber.

ALVI NUR JANAH, Radar Semarang

SEHARI-hari Siswanto memimpin SMAN 5 Semarang. Namun di sela menjadi kepala sekolah, Siswanto memiliki kesibukan lain. Yakni, menulis buku. Sejumlah buku best seller sudah pernah dihasilkan. Khususnya buku tentang ujian nasional.

“Selama 10 tahun saya konsisten membuat dan menyajikan soal-soal untuk siswa. Buku saya diterbitkan oleh Penerbit Erlangga,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di sekolahnya di Jalan Pemuda Semarang.

Siswanto menulis buku mulai jenjang SD hingga SMA. Di jenjang SD, ia pernah menulis buku Ensiklopedi Sains. Buku karyanya ini berisi materi pengayaan. Juga naskah multimedia untuk anak-anak dengan menggunakan CD. “Tujuannya untuk media interaktif anak,”ujarnya.

Untuk tingkat SMP, ia menjadi salah satu yang terlibat dalam tim penulis buku persiapan Ujian Nasional. “Saya menulis buku fokus persiapan Ujian Nasional (UN) bersama dengan tim dari Penerbit Erlangga. Materi yang saya sajikan sifatnya esensial bagi siswa kelas 9 untuk persiapan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah,”jelasnya.

Dikatakan, materi yang disajikan adalah bekal bagi siswa menghadapi ujian. “Di situ membantu anak-anak menyelesaikan soal-soal dengan mudah dan cepat. Terdapat tips dan trik yang digunakan. Ada soal yang kami buat seperti prediksi UN, termasuk melatih anak-anak berpikir kritis,”paparnya.

Terdapat pula materi mengenai maestro olimpiade. Buku tersebut mengulas khusus persiapan anak-anak dalam lomba olimpiade. Khususnya olimpiade fisika.

Untuk tingkat SMA, Siswanto juga menulis Buku Sekolah Elektronik. “Alhamdulillah buku saya itu resmi dipakai di Kemendikbud. Berisi soal kompetensi fisika kelas 10, 11 dan 12 menjadi tiga seri buku. Pembahasan soal Ujian Nasional juga diikutsertakan,”paparnya.

Siswanto juga menulis buku persiapan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi. “Buku itu menjadi persiapan lulusan SMA dalam mengikuti ujian masuk perguruan di SBMPTN dan Ujian Mandiri. Naskah-naskah multimedia pembelajaran dibuat dengan media animasi. Sehingga anak-anak bisa melihat secara riil bagaimana gambaran konsep-konsep yang akan mereka pelajari melalui animasi dan seterusnya,”jelasnya.

Tak sampai disitu, hobinya untuk tetap berkarya diteruskannya dengan membuat channel Youtube. “Channel Youtube dengan video di belajaroke.com. Saya menyampaikan pembahasan materi fisika menjelang ujian nasional. Semua pembahasan dan soal-soal saya rangkai seringan mungkin agar siswa yang menonton bisa cepat memahami,” ujarnya.

Selama 30 tahun menjadi tenaga pendidik, ia juga berkiprah menjadi seorang training motivation. Sebagai motivator, ia sudah pernah diundang di sejumlah kota di Indonesia. “Untuk bisa berhasil, memang harus ada perjuangan. Motivasi yang saya sampaikan riil dari pengalaman yang saya alami sendiri,”ujar alumnus jurusan Fisika IKIP Negeri Yogyakarta ini.

Selama perjalanan keliling Indonesia, ia banyak mendapatkan keluhan guru, orang tua hingga siswa. Sepeti sudut pandang tenaga pendidik. Ia banyak menyerap cerita dari berbagai pelosok daerah di tanah air. “Dari ujung Sumatera sampai Papua. Sampai terngiang di wilayah Sorong Selatan, daerah puncak dengan medannya naik. Semua guru dan siswa berusaha keras untuk bisa setara mengejar ketertinggalan dalam pendidikan,”katanya.

Ia selalu berpesan, tonggak keberhasilan kualitas pendidikan ada pada guru. Guru harus punya semangat yang tinggi untuk menghasilkan output pendidikan lebih baik. Guru harus haus informasi dan harus paham pembelajaran kurikulum penilaian. “Ketiganya harus dikuatkan.” (*/aro)





Tinggalkan Balasan