alexametrics


Bangga Menjadi Agen Koran

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan Kecamatan Banyumanik juga berfungsi sebagai agen koran.

Usahanya tersebut ia rintis sejak 1997. Meski saat ini ada internet, ia terus menjalankan bisnis jualan media cetak hingga kini. “Waktu itu tahun 1997 sampai 2010 penjualan koran di masa keemasan. Lakunya bukan main, apalagi ketika ada Perang Teluk, penerimaan mahasiswa baru. Bahkan orang pesan sebelumnya,” ceritanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Nuri mengaku sangat bangga menjadi agen koran. Dari situlah ia bisa menyalurkan informasi kepada masyarakat. Usaha ini bisa untuk menghidupi keluarganya. Sayangnya, akhir-akhir ini setelah internet masuk pendapatannya menurun. Namun tetap masih bertahan meskipun tidak sejaya dulu.

“Karena saya lihat penerbit juga montang manting. Saya tidak lari karena pernah jaya juga karena koran. Jadi tetap bertahan distribusikan,” imbuhnya.

Khusus koran Jawa Pos Radar Semarang, Nuri memiliki pelanggan setia. Baginya, pelanggan lamanya itu jika belum membaca koran seperti belum makan. Berita yang diproduksi koran ini lugas, bahasanya dinilai mudah dimengerti oleh pembaca meskipun kelasnya menengah ke atas.

“Bukan hanya yang di kota saja, berita dikupas sampai daerah juga. Bahkan saking lamanya jadi pelanggan Jawa Pos Radar Semarang, pelanggan dikasih koran lain gak mau karena pelanggan adalah militan,” tutur bapak lima anak ini.

Adapun rubrik yang paling diminati adalah olahraga. Sayangnya sekarang sudah banyak diikuti koran lain.

Dari agen koran, Nuri bisa mencukupi kebutuhan keluarganya termasuk menyekolahkan anak hingga sarjana. Ia juga memiliki rumah yang besar dan tiga petak tanah. Bahkan ia juga punya usaha agen gas dan air mineral. Hingga kini, ia memiliki satu karyawan administrasi, enam loper koran, tiga penagih dan subagen outlet pengecer sekitar 50 orang.

Ia berharap koran tidak melupakan independensi. “Saya harap bisa seperti dulu yang bersifat koran mencerdaskan bangsa,” tukasnya. (ifa/ton/bas)

Terbaru

Populer

Lainnya