Di Lapangan Strong, Sehari-hari Tetap Feminin

Lebih Dekat dengan Tim Futsal Putri Pusaka Angels Sukorejo, Kendal

414
JUARA NASIONAL: Para pemain futsal Putri Pusaka Angels asal Sukorejo, Kendal berfoto bersama, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JUARA NASIONAL: Para pemain futsal Putri Pusaka Angels asal Sukorejo, Kendal berfoto bersama, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Menekuni olahraga maskulin bukan berarti tidak bisa bersikap feminin. Seperti diperlihatkan Tim Futsal Putri Pusaka Angels. Tim futsal asal Kendal ini sudah memiliki nama di tingkat nasional. Belum lama lalu, mereka meraih Juara II Liga Futsal Putri Profesional Nasional 2020.

BUDI SETIYAWAN, Kendal, Radar Semarang

FUTSAL identik dengan olahraga laki-laki. Tapi sekarang kaum hawa pun mulai tertarik untuk memainkannya. Olahraga ini dianggap lebih menantang, seru, serta melatih kekompakan dan fokus.
Para pemain futsal yang tergabung dalam Pusaka Angels asal Sukorejo, Kendal rata-rata mengaku jika menyukai futsal berawal dari iseng saja. “Sekadar mengisi waktu luang selesai kuliah. Kemudian diajak untuk ikut latihan. Dari situ lama-lama jadi suka,” kata Kapten Tim Futsal Putri Pusaka Angels Yunita Sari kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Alumnus Pendidikan Keolahragaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini mengaku, sebelum menyukai futsal, ia lebih dulu menekuni olahraga bulutangkis. Bahkan dari cabor tepok bulu itu, ia pernah meraih medali emas Pekan Olahraga Daerah (Porda) Lampung.
Meski begitu, bagi Yunita, futsal dianggap lebih menantang dan melatih dirinya untuk lebih fokus. Terlebih dirinya sebagai kapten, mengharuskan bisa mengatur para pemain secara profesional. “Ya, gampang-gampang susah. Karena kalau sama cewek itu saya harus memakai perasaan. Tidak bisa tegas seperti tim futsal cowok,” tuturnya.

Menurutnya, meski mereka terlihat maskulin saat di lapangan, tapi kodrat sebagai perempuan tetap tidak bisa hilang. Yakni perempuan yang tetap memiliki sisi feminin. “Tingkat emosionalnya lebih tinggi, jadi mesti pakai perasaan dan mengerti kondisi perasaan,” katanya.

Dengan mengerti perasaannya, menurutnya, tim futsal putri ini bisa bermain maksimal saat di lapangan. Bahkan, tak jarang mereka harus mengalami cedera saat berlaga.
“Kalau cedera, namanya pemain profesional sudah berkali-kali. Saya juga pernah mengalami cedera pergelangan kaki sampai bengkak,” akunya.

Hal senada dikatakan kiper Tim Futsal Putri Pusaka Angels Ranti Lestari Salim. Ia mengaku, harus mengalami cedera pada tangan dan kaki lantaran menangkap tendangan bola yang begitu kuat.
“Jari tangan saya ini sudah ada yang pernah patah. Jadi sudah tidak bisa lembut dan lurus seperti jari perempuan pada umumnya. Ya sudah, ini namanya risiko,” katanya.

Meski begitu, alumnus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini mengaku, para pemain tetap memiliki rasa manja dan ingin diperhatikan seperti cewek-cewek pada umumnya.
“Rata-rata sudah punya pacar semua. Dan sehabis latihan mereka biasanya pada video call sama pacar masing-masing,” ucapnya sambil tersenyum.

Ia mengaku, menyukai olahraga ekstrem bukan berarti tidak bisa tampil cantik. Karena keseharian mereka tetap sesuai kodrat wanita, yakni suka berdandan, memakai parfum, perawatan diri ke salon serta hal-hal yang dilakukan perempuan pada umumnya.

“Jangan salah, kami ini perempuan strong, tapi juga bisa feminin. Kalau sudah dandan, bisa kelar semua cowok-cowok itu,” katanya sambil terbahak.

Manajer Tim Futsal Putri Pusaka Angels Hibatul Hakim mengatakan, pihaknya bersyukur timnya meraih Juara II dalam Liga Futsal Putri Profesional tingkat nasional di Purwokerto. Di final, timnya dikalahkan tim Futsal Putri Persiba Balikpapan.

Dengan meraih juara II, menunjukkan prestasi anak-anak binaan Mastur Darori ini lebih baik dari tahun lalu. “Pada Liga Futsal Putri Profesional 2019 lalu, kami meraih Juara III. Harapannya tahun depan bisa meraih Juara I. sehingga bisa ke tingkat internasional,” harapnya.

Sebagai klub profesional, Pusaka Angels hanya mencari para pemain yang berprestasi. Enam di antaranya pemain dari timnas, yakni Yunita Sari, Fitri Rosdiana, Diah Tri Lestari, Tia Darti, Siti Latifah dan Diana. “Untuk perekrutan para atlet, kami tidak melakukan seleksi, tetapi langsung mencari atlet yang berbakat,” katanya. (*/aro)





Tinggalkan Balasan