Ikuti Ajang Menyanyi di Stasiun Televisi Swasta, Miliki Album Mini

Agnola Elyssia Nadinea, Penyanyi Cilik Kota Semarang

230
JUARA MENYANYI: Agnola Elyssia Nadinea bersama kedua orang tuanya dan piala hasil lomba menyanyi. (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JUARA MENYANYI: Agnola Elyssia Nadinea bersama kedua orang tuanya dan piala hasil lomba menyanyi. (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SiswI SD Negeri Kalibanteng Kulon 02 Agnola Elyssia Nadinea telah menjuarai berbagai lomba menyanyi tingkat sekolah hingga regional. Kini dia juga telah memiliki album mini bersama teman-temannya.

IDA FADILAH, Radar Semarang

SEJAK usia empat tahun, Agnola Elyssia Nadinea sudah suka menyanyi. Meskipun belum mengerti teknik yang benar, banyak yang mengatakan suaranya merdu. Putri pasangan suami istri Andi Pramono dan Dwi Wahyuningrum ini mulai mengikuti les saat umur lima tahun.

Sebelumnya, saat talentanya bernyanyi terlihat, orang tuanya sudah ingin memasukkan Nadine -sapaan akrabnya- di tempat les. Namun ia sendiri tidak mau.
“Nadine mau nyanyi-nyanyi biasa sama mainan, katanya gitu. Tapi pas sekolah di TK Kartika VIII Penerbad, ia sendiri yang minta untuk dimasukkan di tempat les menyanyi,” kata sang ayah, Andi Pramono kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sekolah Musik Indonesia (SMI) Semarang menjadi tempat Nadine mengasah talentanya. Uniknya, tak seperti siswa lainnya yang harus melakukan tahap kelas dasar atau kelas basic. Berkat suaranya yang sudah tertata, ia lompat menuju kelas tingkat atau kelas harmoni.
Buktinya, setelah 1,5 tahun mengikuti les, gadis yang mengidolakan artis Agnes Monica ini mulai berani terjun mengikuti lomba.

Ia kali pertama mengikuti lomba di Kota Semarang, dan langsung meraih juara harapan III. Baru setelah itu, Nadine berani melangkah mengikuti lomba-lomba yang lebih besar. Berbekal bakatnya itu, ia sering menjuarai lomba baik tingkat sekolah maupun regional. Belum lama ini, Nadine juga menjadi juara 1 di ajang Wali Kota Salatiga Cup. Tak hanya di Jawa Tengah, ia juga mengikuti lomba di Jogjakarta, namun belum membawa pulang piala. Meski begitu, komposer Yunan Helmi justru memberikan tawaran untuk membuatkan lagu Nadine.

“Walaupun Nadine tidak juara, namun Yunan Helmi malah mau membuatkan lagu, katanya suaranya cocok,” jelas Andi saat ditemui di rumahnya Jalan Siliwangi No 562 RT 01 RW 03 Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat.

Hasil dari les selama ini, gadis kelahiran 10 November 2012 ini juga memiliki mini album berjudul Warna Warni Duniaku bersama teman-temannya. Kebetulan, lagu yang dibawakan duet dengan teman lesnya, Edward Joseph Kristanto dengan judul lagu Super Kids yang dirilis pada September 2019 lalu. Hebatnya lagi, pada Februari 2020 lalu, ia diterima sebagai peserta di ajang lomba menyanyi di salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta. “Kami hanya mengirimkan video dia bernyanyi, kemudian diterima. Setelah itu, tes di Jogjakarta langsung masuk tahap selanjutnya,” tuturnya.

Menilik sifat asli Nadine, ia sebenarnya gadis yang pemalu. Untuk itu, butuh latihan ekstra untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan mentalnya saat di atas panggung. Saat awal mengikuti lomba ia belum bisa menggerakkan gaya seiring dengan lagu, namun setelah terasah menjadi terbiasa. Meski begitu, saat turun panggung ia kembali ke dunia anak-anak. “Kalau di atas panggung bisa spektakuler, tapi begitu turun langsung ingin main seperti biasa,” kata ibundanya, Dwi Wahyuningrum.

Kepala SDN Kalibanteng Kulon 02 Sugiwanti mendukung siswinya untuk mengembangkan telentanya. “Kami mendorong siswa untuk berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Seperti Nadine ya kami izinkan tidak masuk sekolah untuk mnegikuti berbagai kegiatan perlombaan,” ujarnya. (*/aro)

Tinggalkan Balasan