Peduli Penderita Thalasemia hingga Gagas Pelatihan Kerja Difabel

Lebih Dekat dengan Rotary Club Semarang Pandawa

236
PEDULI KESEHATAN: Member Rotary Club Semarang Pandawa saat membagikan satu ton jambu biji, hand sanitizer dan masker di tengah wabah virus korona.(NUR CHAMIM/Jawa Pos Radar Semarang)
PEDULI KESEHATAN: Member Rotary Club Semarang Pandawa saat membagikan satu ton jambu biji, hand sanitizer dan masker di tengah wabah virus korona.(NUR CHAMIM/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Nama Rotary Club Semarang sudah sangat dikenal. Komunitas yang fokus pada misi kemanusiaan ini di Kota Atlas terbagi dalam sejumlah kelompok. Salah satunya Rotary Club Semarang (RCS) Pandawa?

ALVI NUR JANAH, Radar Semarang

Rotary Club Semarang Pandawa resmi berdiri pada Februari 2017. Selama tiga tahun terakhir, komunitas yang dibawah naungan langsung Rotary Club Semarang ini rutin menjalankan misi kemanusiaan. Misi kemanusiaan yang menjadi fokus RCS Pandawa antara lain Thalasemia Potention, Sekolah Vokasi, RC Food Share, Pondok Baca, serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) bagi penderita difabel.

Lina Soeratman, salah satu yang menginisiasi berdirinya RCS Pandawa mengungkapkan, setiap Rotary Club memiliki agenda masing-masing dan biasanya memiliki ciri khas. “Rotary Club Semarang Pandawa berusaha untuk ikut andil dan cepat tanggap menyikapi fenomena. Seperti yang saat ini, wabah korona sedang marak, kami berusaha untuk sedikit membantu masyarakat,”katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (17/3).

Tak tanggung-tanggung, ia bersama volunter membagikan enam galon berisi cairan hand sanitizer dan satu ton jambu biji. “Ke depan kegiatan ini akan terus berjalan dengan membagikan setiap minggu, khususnya weekend. Karena jambu biji sendiri adalah buah yang sangat murah, namun memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Kebetulan saat ini harga jambu biji sedang murah, satu kilonya seribu rupiah,”ujarnya.

Adapun hand sanitizer yang dibagikan adalah dengan bahan dasar campuran air 20 liter, serta senyawa kimia jenis benzalkonium clorida 20 cc (lisol). Kemudian antiseptik yang bisa ditambah pewarna dan pewangi. Jambu biji yang dibagikan langsung dari petani di daerah Patehan, Jogja. “Ini untuk memberikan edukasi bahwa mengonsumsi jambu biji sangat penting agar daya tahan tubuh kuat,”katanya.

Misi kemanusiaan seperti Thalasemia Potention, pihaknya juga bekerja sama dengan Yayasan Thalasemia Indonesia dan Kemenkes Republik Indonesia. “Kami sebagai perantara tangan untuk menggaungkan dan mencegah Thalasemia. Penyakit Thalasemia sendiri adalah kelainan darah dari turunan orang tua. Penderita darah merahnya gampang rusak, jadi mereka harus transfusi rutin setiap bulan,”paparnya.

“Tugas kami adalah membantu sosialisasi serta mengedukasi, menekan angka kelahiran Thalasemia mayor agar tidak semakin banyak. Setiap tahun juga ada penyuntikan untuk polio,” tambah Rotarian – sebutan member Rotary Club– yang sudah bergabung selama 20 tahun tersebut

Kegiatan rutin yang dilakukan setiap minggu adalah Rotary Food Share. “Kita membagi-bagikan makanan ke jalanan, panti asuhan, panti jompo. Caranya itu kita mengambil makanan sisa pesta yang masih layak untuk dimakan,”ujarnya menerangkan.

Lebih lanjut, Lina juga menginginkan makanan jangan hanya berakhir di tempat sampah dan berdampak merusak lingkungan. “Kebayang ketika kita datang ke beberapa convention hall di Semarang dengan tamu undangan 1.000-1.500 dan sisa makanannya masih banyak. Kita bekerja sama dengan cathering untuk meminta dan mengambil makanan. Kita terima, kemudian kita packing lalu langsung dibagikan,”kata Lina

Dalam concern Vokasi dan Pondok Baca, RCS Pandawa rutin memberikan training minimal satu bulan sekali. “Khususnya pada remaja. Lebih mengenai enterpreneur, digital marketing, serta Pondok Baca yang menyediakan buku-buku, lebih banyak buku keterampilan yang sudah ada di Rejomulyo,”ujarnya.

Dengan beranggotakan kalangan pengusaha, kalangan milenial, hingga kalangan profesional, ia berharap misi kemanusian terus dilanjutkan. “Masih banyak pekerjaan rumah kami. Situasi dunia sekarang dengan perekonomian semakin turun, tentunya kita harus cepat tanggap membantu sesama dengan dibantu 19 member RCS Pandawa,”katanya.

Disinggung agenda ke depan, RCS Pandawa secepatnya akan membuka Lembaga Pelatihan Kerja yang berlokasi di Kendal. “Pelatihan untuk anak-anak difabel. Mereka mempunyai hak untuk bekerja. Yang menjadi masalah adalah tidak semua tempat kerja bisa menerima mereka. Karena di Kendal difabelnya berjumlah 7.000 orang, baik tunarungu, tunanetra, tunadaksa hingga autis.” (*/aro)

Tinggalkan Balasan