Terapkan Subsidi Silang, Bina Gratis Atlet Kurang Mampu

Lebih Dekat dengan Klub Olahraga Tugu Muda Atletik Center Semarang (TMACS)

368
KOMPETISI LARI : Puluhan atlet lari TMACS mengikuti kompetisi Sprint Contes TMACS klub di GOR Tri Lomba Juang, Sabtu (22/2) kemarin. (Dewi Akmalah/Jawa Pos Radar Semarang)
KOMPETISI LARI : Puluhan atlet lari TMACS mengikuti kompetisi Sprint Contes TMACS klub di GOR Tri Lomba Juang, Sabtu (22/2) kemarin. (Dewi Akmalah/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, BIAYA kerap menjadi kendala dalam pembibitan seorang atlet. Tentu saja, kehadiran Tugu Muda Atletik Center Semarang (TMACS) menjadi angin segar bagi anak kurang mampu yang ingin menjadi atlet. Karena menjanjikan pembinaan gratis hingga menjadi atlet kelas juara.

DEWI AKMALAH, Radar Semarang

SIAPA bilang, Semarang tak memiliki bibit atlet atletik berpotensi. Justru Kota Lumpia ini menjadi salah satu lumbung pembibitan atlet atletik berprestasi tingkat nasional. Hanya saja, tidak semua bibit atlet tersebut terbina dengan baik.

Banyak kendala yang menyebabkan mereka urung melanjutkan pembinaan dan gagal menjadi atlet masa depan. Salah satunya dari segi pembiayaan. Atas fakta itu, pendiri klub TMACS, Suyono mengaku prihatin. Apalagi banyak atlet berprestasi, justru lahir dari anak kurang mampu. Mereka lebih memiliki semangat juang tinggi dari anak lainnya. Sayangnya mimpi sulit terealisasi karena tidak ada biaya untuk pembinaan.

Atas dasar itulah, pihaknya berinisiatif mengumpulkan mantan atlet untuk bahu membahu membangun klub atletik sendiri. Tidak hanya mantan atlet atletik, namun semua cabang olahraga. Nantinya melalui klub tersebut, pihaknya akan memberikan pembinaan secara gartis bagi anak dari keluarga kurang mampu. Dengan begitu, dapat menjadi atlet atletik berprestasi di masa depan.

“Dari keprihatinan itulah, klub TMACS ini berdiri. Kami ingin menjadi wadah bagi atlet kurang mampu untuk terus mendapatkan pembinaan terbaik agar menjadi atlet berprestasi di masa depan,” ujarnya saat membuka kompetisi Sprint Contest TMACS 2020 di GOR Tri Lomba Juang, Sabtu (22/2) kemarin.

Diakuinya, di awal pembukaan ini, banyak sekali anak kurang mampu yang mendaftar pada klubnya. Mereka datang dengan tujuan yang sama. Ingin menjadi atlet berprestasi dan meningkatkan derajat kesejahteraan keluarganya. Saat ini, pihaknya mengaku telah memiliki 45 anak usia dini dan delapan remaja yang akan dibina oleh tenaga profesional yang ia miliki.

“Kami memiliki enam pelatih profesional bersertifikasi IAAF untuk mereka. Jadi, meskipun gratis kami tetap memperhatikan kualitas,” lanjut mantan atlet Jiu-Jitsu ini.

Tidak ada batasan umur bagi siapapun yang berminat untuk bergabung. TMACS memiliki program latihan tidak hanya untuk usia dini setaraf siswa sekolah dasar (SD) saja, namun remaja dan lanjut seperti SMP dan SMA juga. Khusus untuk siswa SD, pihaknya akan memberikan porsi latihan dasar untuk lari dengan jarak 60 sampai 80 meter. Untuk SMP, pihaknya akan mulai memberikan pelatihan lari jarak pendek antara 100 hingga 400 meter. Sedangkan untuk siswa SMA, pihaknya akan memberikan pelatihan lari jarak menengah dengan jarak sekitar 800 sampai 1500 meter. “Yang berminat bergabung caranya mudah. Tinggal buka website resmi kami dan ikuti panduan pendaftarannya. Tenang saja, semua gratis ,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga membuka kelas bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelatihan fisik untuk tes masuk perguruan tinggi dan ikatan kedinasan. Hanya saja, untuk mereka diberlakukan tarif pembinaan. Nantinya uang hasil retribusi tersebut digunakan untuk membayar enam pelatih yang membina klub tersebut. Sehingga terjadi sistem subsidi silang. Mereka yang notabene merupakan orang mampu, dapat memberikan bantuan dan manfaat bagi pembinaan atlet kurang mampu.

“Kami juga meminta bantuan para donatur yang memiliki kepedulian di bidang olahraga untuk membantu. Sehingga atlet kurang mampu tetap dapat memperoleh pembinaan berkelanjutan secara gratis hingga dia menjadi atlet berprestasi,” lanjutnya.

Dirinya berharap melalui klub yang ia bangun, semakin banyak bibit atlet berprestasi yang muncul. Tentunya, bisa mewujudkan harapan masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang untuk terus berprestasi di bidang atletik di masa yang akan datang. Selain itu, pihaknya menginginkan atlet kurang mampu dapat pembinaan berkelanjutan tanpa memikirkan biaya. Sehingga mereka lebih fokus untuk terus berprestasi di masa yang akan datang.

“Tidak perlu khawatir dan takut anak kurang mampu tidak bisa mengapai mimpi menjadi atlet. Kami siap membina mereka sampai sukses secara gratis tanpa dipungut biaya apapun,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang Suhindoyo mengaku, senang dengan semakin banyaknya klub atletik di Semarang. Baginya ini merupakan bukti bahwa Semarang mulai sadar dan bangkit untuk memajukan dunia olahraga.

Pihaknya berharap dengan banyaknya klub, semakin banyak atlet atletik muda Kota Semarang yang dapat membawa nama harum Semarang di tingkat Nasional maupun Internasional. “Semoga mereka bisa berkontribusi maksimal untuk melahirkan atlet atletik muda yang berbakat di Kota Semarang,” harapnya. (*/ida)

Tinggalkan Balasan