Pernah dapat Pesanan dari SBY hingga Istri Jokowi

Syahrul Qirom-Nunung Aisyiyah Imastuti, Pasutri yang Sukses Berbisnis Pernak-Pernik Pernikahan

283
BERDAYAKAN WARGA: Syahrul Qirom dan Nunung Aisyiyah Imastuti bersama Lurah Kauman Ngasiman menunjukkan hantaran lamaran dan pernikahan. (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERDAYAKAN WARGA: Syahrul Qirom dan Nunung Aisyiyah Imastuti bersama Lurah Kauman Ngasiman menunjukkan hantaran lamaran dan pernikahan. (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Pasangan suami istri Syahrul Qirom dan Nunung Aisyiyah Imastuti memulai bisnis pernak-pernik pernikahan dengan brand Du’z Creative sejak 2010 lalu. Merintis usaha dengan modal Rp 2 juta, kini produknya tembus hingga Australia dan Kanada. Pasutri ini juga memberdayakan warga Kauman dan penghuni Lapas Wanita Bulu Semarang.

IDA FADILAH, Radar Semarang

SEPULUH tahun sudah pasangan Nunung dan Syahrul –sapaan akrabnya–menjalankan usaha pernak-pernik pernikahan dan kelahiran. Warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah ini menjadi pengusaha sukses Du’z Creative dengan modal awal Rp 2 juta. Berbagai produk perlengkapan pernikahan tersedia, mulai undangan, suvenir, paperbag, bahan buket, toples, tempat cincin, mahar dan lainnya. Tak hanya untuk hantaran lamaran dan pernikahan, Du’z Creative juga menyediakan perlengkapan untuk acara arisan, seminar, aqiqah, dan kelahiran.

“Di sini semua lengkap, mulai dari hantaran lamaran pernikahan sampai kelahiran pun ada. Jadi, kalau pembeli datang bisa langsung komplit,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Saat ini, Nunung memiliki 25 karyawan, yang 15 orang di antaranya warga Kauman sendiri. Selain itu, ia juga memberdayakan warga binaan Lapas Wanita Bulu Semarang. Ia juga menjalin kerja sama dengan perajin UMKM di Semarang. Tak heran, saat ini rata-rata omzet yang didapatkan per bulan mencapai Rp 300 juta. Bahkan, saat musim kawin tiba, omzetnya melonjak hingga Rp 500 juta-Rp 700 juta per bulan.

“Untuk bahan lain kami kerja sama dengan UMKM. Kebanyakan mereka cuma buat polosan, kemudian kita yang menghias menjadi lebih menarik,” katanya.

Uniknya, semua bahan yang digunakan tidak ada yang tersisa. Tidak ada barang yang tidak terpakai. Misalnya, dalam pembuatan boks tempat hantaran maupun mahar, jika masih ada sisa bisa diolah kembali. Selain melalui online, pemasaran terbaik selama ini 70 persen dari mulut ke mulut alias getok tular. Banyak mahasiswa yang melakukan penelitian di Du’z Creative, dari situlah muncul pesanan untuk kampus.

Tak hanya beredar di seluruh Indonesia, produk yang dihasilkan Du’z Creative ini tembus hingga Australia dan Kanada. Sejumlah tokoh penting juga pernah memesan barang di tempatnya. Mulai mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), istri Gubernur Jateng Atikoh Ganjar Pranowo, istri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Kapolda Jateng hingga Pangdam IV/Diponegoro.

“Biasanya kalau pesan mendadak. Bahkan kadang hanya hitungan jam. Misalnya, dua jam harus jadi. Dua tahun lalu, Ibu Iriana, istrinya Pak Jokowi mau memberi bingkisan ke Ibu Megawati. Pesan ke saya melalui video call. Barangnya yang ngambil ajudannya. Jadi, sak ndang sak nyat kudu dadi,” ceritanya sambil tersenyum.

Saat ini, Nunung memiliki dua rumah produksi dan dua toko.Tidak hanya menyetok barang, ia juga menerima pesanan. Mulai dari kosmetik hingga aksesori. Adapun untuk harga boks mulai Rp 3.500 hingga Rp 125 ribu. Sedangkan untuk figura rata-rata dijual Rp 500 ribu. Saat pembeli ingin memesan hantaran lamaran seperti bed cover, ia mematok harga Rp 550 ribu.

“Kami yang mendesain bentuk sesuai dengan keinginan konsumen. Kadang sudah membawa barang sendiri, kami tinggal menghias,” tuturnya. (*/aro)

Tinggalkan Balasan