Ada Kampung Pemulung di Tengah Gemerlap Kota Sejuta Bunga

2525

RADARSEMARANG.ID-Kampung Pemulung, banyak yang menyebutnya demikian. Lantaran hampir 95 persen penduduknya bermata pencaharian sebagai pemulung. Selain itu, lokasi kampung juga terbilang sangat kumuh, hanya berdinding papan kayu saja. Kampung Pemulung, letaknya cukup terpencil, persis di pinggir Sungai Dadali, di Kiringan Baru, Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang. Namun demikian, semangat warganya untuk bangkit, cukup luarbiasa setelah sempat ditertibkan oleh Satpol PP saat menempati di lokasi lama milik pemkot. Lokasi lama di belakang kantor Samsat Drive Thruu Kota Magelang.

Lokasi kampung ini, cukup terpencil. Jika dilihat dari pinggir tembok SPBU Jalan arteri Soekarno-Hatta, akan bisa terlihat jelas deretan rumah kumuh. Letaknya tepat berada di bawah SPBU. Sekitar 30 meter dari atas SPBU.

“Pripun mas, ada yang bisa dibantu? Monggo pinarak mas,” nada tanya penuh ramah seorang lelaki tegap berkulit gelap kepada wartawan radarsemarang.id, Agus Hadianto saat menyambanginya. Sambil mengatur nafas usai menuruni jalan setapak kampung ini, sembari duduk di ruang tamu sederhana rumah warga. Lelaki ini adalah salah satu penghuni yang dituakan di Kampung Pemulung, Suroso, 44, warga RT 2/RW 2, Kiringan Baru, Kelurahan Tidar.

Rumah Suroso, sangat sederhana. Dinding rumah terbuat dari papan kayu. Atapnya tertutup seng. Luarbiasanya, ruang tamu rumah milik Suroso multi fungsi. Jadi mushola kampung, juga menjadi tempat les dan ngaji anak-anak kampung ini. Kadang juga menjadi rumah pertemuan. Ukuran ruang tamu hanya 2 x 5 meter.

Tinggalkan Balasan