Jatuh Cinta pada Tenis Meja, Bergabung di Klub Vegas dan Simpang Lima

Lebih Dekat dengan Agus Wuryanto, Kepala Bapenda Kota Semarang

517
POPULERKAN TENIS MEJA: Kepala Bapenda Kota Semarang Agus Wuryanto yang hobi bermain tenis meja.(EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POPULERKAN TENIS MEJA: Kepala Bapenda Kota Semarang Agus Wuryanto yang hobi bermain tenis meja.(EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Bisa dibilang tenis meja adalah olahraga yang tidak banyak penggemarnya. Berbeda dengan sepakbola maupun basket. Namun jenis olahraga itu sangat disukai Agus Wuryanto. Bahkan, pria yang menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang ini dulu langganan juara tenis meja tingkat Kabupaten Demak.

EKO WAHYU BUDIYANTO, Jawa Pos Radar Semarang

BAGI sebagian orang, olahraga merupakan sebuah kebutuhan. Selain sebagai kebutuhan, biasanya olahraga juga merupakan hobi. Hal serupa juga dilakukan oleh Agus Wuryanto. Pria kelahiran Kebupaten Demak, 10 Januari 1966 ini tetap melakoni hobinya yaitu olahraga tenis meja di tengah kesibukannya menjadi Kepala Bapenda Kota Semarang.

Kecintaannya pada olahraga tersebut, diakuinya, sudah muncul sejak masih SD. Bahkan karena saking cintanya, dirinya kerap menjadi langganan juara turnamen Tenis Meja tingkat Kabupaten Demak saat masih sekolah dulu.

“Kenapa saya memilih tenis meja, ya karena suka saja,” ujar Agus.

Ketika ditanya bagaimana dengan olahraga yang lain. Dia mengaku tidak memiliki ketertarikan sama sekali. Baginya, tenis meja tidak sekadar olahraga. Tapi juga memiliki seni bagaimana mengolah bola supaya tidak bisa ditebak lawan. Sampai sekarang pun kecintaannya akan olahraga itu tidak pernah memudar. Terbukti, setiap satu minggu sekali, suami dari Indah Sri Sugiharti ini selalu meluangkan waktunya untuk bermain tenis meja.

Ia juga tergabung dalam klub pecinta olahraga itu, yaitu Klub Vegas dan Simpang Lima. Ia mengaku ada kesenangan sendiri saat menjalankan hobinya tersebut. “Sekarang untuk mengisi waktu 1 – 2 minggu sekali harus tenis meja,” katanya.

Bagi dirinya, tenis meja sangat bermanfaat untuk tubuhnya. “Karena untuk orang yang gemuk seperti saya bisa membantu berkeringat. Juga melatih motorik, dari hasil penelitian bisa mengurangi kepikunan. Ini hobi dari kecil,” tuturnya.

Virus bermain tenis meja ia tularkan ke staf di Bapenda Kota Semarang. “Kita sering mengadakan turnamen kecil-kecilan. Setidaknya memopulerkan olahraga tenis meja di Bapenda,” katanya.

Alumnus Magister Administrasi Publik Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta ini sebelum menjabat Kepala Bapenda, menduduki jabatan Sekretaris Bapenda Kota Semarang. Sehingga namanya sudah tidak asing di lingkungkan kerjanya.

Agus mengawali karir sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai staf Setda Kota Semarang bagian kepegawaian. Setelah itu, menjadi staf ahli Wali Kota Semarang di era Sukawi Sutarip. “Kemudian jadi Kasi Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak di Bidang Dana Perimbangan DPKAD. Kemudian berganti SOTK menjadi Kasi Bagi Hasil Pajak. Kemudian di 2017 ia dipromosikan menjadi Kabid Pajak Daerah Bapenda, lalu Sekdin Bapenda. Akhirnya di 11 Desember 2019 lalu, dirinya lolos dalam seleksi pejabat tinggi pratama dan menduduki posisi Kepala Bapenda Kota Semarang.

“Tupoksinya mengamankan pendapatan daerah untuk membiayai belanja daerah,” kata ayah dari Aji Praja Yuda Permana dan Avin Ananta Parandya ini.

Jika dilihat dari riwayat karirnya, memiliki keunikan, di mana selalu berhubungan dengan keuangan maupun pajak. Tentunya itu jugalah yang menjadi bekal dirinya dalam memimpin Bapenda Kota Semarang. Apalagi, Bapenda bisa dibilang tumpuan pembangunan Pemkot Semarang.

“Hampir 94 persen biaya pembangunan bersumber dari Bapenda. Sehingga banyak orang menyebutkan Bapenda OPD yang keren, seksi, karena kegiatannya jadi tumpuan Pemkot Semarang khususnya dalam pembiayaan belanja daerah,” tuturnya. (*/aro)