Kucurkan CSR Rp 17,2 M, Bangun Kemandirian Desa sekitar Perusahaan

271

RADARSEMARANG.ID Berbagai capaian membanggakan berhasil ditorehkan PT Semen Gresik Pabrik Rembang sepanjang 2019. Urusan performa dan produktivitas, perusahaan persemenan terkemuka ini menunjukkan tren positif dari tahun-tahun sebelumnya. Beragam penghargaan dari pemerintah pusat, provinsi hingga lembaga swasta juga menjadi bukti jika kinerja apik tersebut memang nyata.

Awal 2020 ini, raut wajah Ahmad Ridwan Kepala Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang terlihat lebih cerah. Maklum saja, akhir 2019, persisnya Minggu (29/12), impiannya menjadikan Desa Kadiwono sebagai destinasi wisata alam baru di kawasan Rembang bagian selatan akhirnya terwujud seiring diresmikannya Taman Pandansili seluas 4 hektare yang dibuka langsung oleh Bupati Rembang H Abdul Hafidz.

Taman Pandansili berada di atas lahan milik Perhutani KPH Mantingan. PT Semen Gresik mengucurkan anggaran hingga Rp 496,3 juta untuk Taman Pandansili dan penataan lingkungan di Desa Kadiwono. Semen Gresik juga berkolaborasi dengan Pemdes serta BumDes Kadiwono, sehingga kawasan Taman Pandansili menjadi destinasi wisata baru yang kekinian dan instagramable. Wujudnya berupa rumah pohon, jembatan gantung yang membelah sela-sela pohon jati, taman bunga, area bermain anak, gazebo dan spot-spot lain menarik lainnya. Lokasi Taman Pandansili strategis karena berada di tepi jalur Rembang – Blora.

“Ini kebanggaan tersendiri. Dulu orang kalau mau wisata kawasan Rembang selatan pasti ke Wana Wisata Mantingan. Tapi sekarang ada pilihan lain yakni Taman Pandansili. Bupati Rembang sangat mengapresiasi dan memberi masukan agar ada daya tarik lain seperti Taman Pandansili ditambah dengan 1000 kera. Ada juga usulan agar wisata ini dihubungkan dengan Pemandian Mantingan karena lokasinya berdekatan. Nanti kita komunikasikan dengan pihak-pihak terkait,” kata Ahmad Ridwan.

Berdasar pemetaan, ada enam desa yang ditetapkan masuk kawasan sekitar PT Semen Gresik Pabrik Rembang. Yakni Desa Kajar, Tegaldowo, Pasucen, Kadiwono dan Timbrangan yang ada di Kabupaten Rembang. Serta Desa Ngampel, Kabupaten Blora.

Persoalan yang dihadapi enam desa di kawasan pinggiran ini hampir sama. Mulai dari potensi sumber daya alam yang belum digarap optimal, lemahnya SDM, ketersediaan air bersih, rumah tidak layak huni (RTLH), infrastruktur dan fasilitas umum yang kurang memadai, pengangguran, kemiskinan dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, Semen Gresik hadir dan berusaha berkontribusi positif untuk mengurai berbagai persoalan tersebut. Komitmen Semen Gresik diwujudkan melalui empat progam unggulan yang juga sesuai dengan kebijakan pemerintah yakni SG Cerdas, SG Prima, SG Lestari dan SG Peduli.

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik Gatot Mardiana mengatakan sepanjang tahun 2019, pihaknya mengucurkan anggaran sebesar Rp 17,2 miliar untuk progam Corporate Social Responsibility (CSR). Mayoritas dana CSR ini digelontorkan bagi desa-desa sekitar perusahaan, namun ada juga yang menyasar desa, kecamatan atau bahkan kabupaten lain di Jawa Tengah.

Untuk desa sekitar perusahaan, bentuk kegiatanya mulai dari program sosial kemasyarakatan dan sosial budaya Rp 6,7 miliar, pembangunan infrastruktur jalan dan sarana prasarana publik Rp 4,7 miliar, pelestarian alam Rp 2,2 miliar, Forum Masyarakat Madani (FMM) Rp1,5 miliar, pembangunan RTLH Rp 1 miliar, bantuan pendidikan Rp 800 juta hingga bantuan fasilitas air bersih dan pipanisasi Rp 300 juta. Selain itu juga progam kemitraan dengan BUMdes sekitar perusahaan baik wilayah Rembang maupun Blora sebesar Rp 20,2 miliar.

“Kalau dihitung sejak 2014 – 2019, bantuan CSR kita mencapai Rp 92,8 miliar. Desa-desa sekitar perusahaan jadi prioritas. Berbagai progam dan kegiatan yang dilaksanakan Semen Gresik diarahkan untuk menggenjot potensi dan daya saing berbasis kearifan lokal sehingga mampu menggenjot perekonomian serta sektor lain di desa tersebut. Taman Pandansili Desa Kadiwono bagian dari itu,” jelas Gatot Mardiana.

Saat ini, kata Gatot Mardiana, pihaknya juga merampungkan Progam Edupark. Progam ini bermanfaat membangun ketahanan pangan, mandiri energi hingga berkontribusi positif mendongkrak perekonomian dan aspek-aspek lainnya di desa-desa sekitar perusahaan. “Saat ini sudah proses penyelesaian akhir. Semoga dalam beberapa pekan mendatang sudah bisa kita launching agar manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, sejumlah progam yang sudah dijalankan Semen Gresik mulai berbuah manis. Progam bantuan fasilitas air bersih dan pipanisasi misalnya tak hanya dirasakan manfaatnya oleh ribuan warga namun saat ini juga sudah menjadi salah satu unit usaha andalan BUMDes seperti yang ada di Desa Pasucen, Kajar, Tegaldowo (Rembang) dan Ngampel (Blora).

Kepala Desa Pasucen Salamun mengatakan, warganya sangat terbantu dengan progam air bersih Semen Gresik. Pihaknya juga menyertakan dana desa untuk perluasan pipanisasi agar fasilitas air bersih yang sudah dirintis Semen Gresik bisa dirasakan lebih banyak warga desanya. Seperti warga Dukuh Bandilan yang lokasinya berada di kawasan perbukitan dan berjarak sekitar 1 kilometer dari pusat Desa Pasucen. “Layanan air bersih ini juga sudah ditangani BUMDes Pasucen. Hasil dari BUMDes itu nanti kembalinya juga untuk kepentingan warga,” tandas Salamun. (*/aro)