Udara Bersih dan Emisi GRK Rendah, Berhak Pasang Logo Industri Hijau

Semen Gresik Raih Penghargaan Industri Hijau dan Sertifikasi Industri Hijau (1-Bersambung)

261

RADARSEMARANG.ID Visi PT Semen Gresik sebagai perusahaan persemenan terkemuka yang ramah lingkungan dan paling efisien di kawasan Asia Tenggara tak sekadar jargon belaka. Tapi benar-benar diwujudkan dalam berbagai aktivitas perusahaan.

LAUNCHING: Bupati Rembang H Abdul Hafidz mencoba permainan anak yang ada di Taman Alas Pandansili yang pembangunannya dibantu dana CSR PT Semen Gresik.
LAUNCHING: Bupati Rembang H Abdul Hafidz mencoba permainan anak yang ada di Taman Alas Pandansili yang pembangunannya dibantu dana CSR PT Semen Gresik.
PENGHARGAAN Industri Hijau dari Kementrian Perindustrian RI dan Sertifikasi Industri Hijau dari Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) menjadi bukti nyata jika perusahaan persemenan terkemuka ini telah melakukan berbagai upaya signifikan terkait efisiensi penggunaan sumber daya material, energi dan air. Emisi gas rumah kaca juga bisa ditekan serta udara di kawasan perusahaan maupun desa-desa sekitar baik wilayah Kabupaten Rembang maupun Blora tetap bersih dan sehat. Berkat prestasi ini, berdasar Peraturan Menteri Perindustrian No 39 tahun 2018, PT Semen Gresik berhak menggunakan logo industri hijau pada kemasan produk dan label produk, kop surat, kartu nama hingga berbagai media promosi perusahaan.

Moh Nurhadi menunjukkan bag filter yang ada di PT Semen Gresik pabrik Rembang. Saat ini, alat itu merupakan teknologi paling canggih untuk industri semen. Unit pengendali pencemaran udara ini lebih canggih dibanding alat penangkap debu lain seperti dust collector atau electrostatic precipitator (EP). Bag filter ini juga tidak terpengaruh perubahan listrik. Sehingga meski listrik padam debu tetap bisa ditangkap dengan maksimal.

“Bag filter ini merupakan salah satu upaya Semen Gresk memenuhi ketentuan baku mutu emisi yang telah ditetapkan pemerintah,” kata Nurhadi yang merupakan Officer SMSG PT Semen Gresik ini.

Berdasarkan Permen LHK No P.19/MenLHK/Setjen/KUM.1/2/2017 tentang Baku Mutu Emisi Bagi Usaha dan atau Kegiatan Industri Semen, baku mutu yang ditetapkan sebesar 60 mg/Nm3. Dan laporan PT Unilab Perdana mulai Januari – Desember menunjukkan jika kualitas udara di sejumlah titik pengukuran alat produksi PT Semen Gresik masih di bawah baku mutu. Sejumlah titik yang diukur seperti cerobong packer, alat transport finish mill 2, finish mill 1, finish mill 2, EP cooler, coal mill, cerobong genset dan raw mill.

Tak hanya itu, hasil pengukuran kualitas udara ambien kawasan desa-desa sekitar perusahaan juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Proses pengukuran dilakukan di 12 titik seperti halaman rumah warga Desa Timbrangan, Desa Pasucen, Desa Kadiwono, Desa Kajar (Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang) hingga Desa Ngampel, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora. Hasilnya juga di bawah baku mutu yang telah ditetapkan sesuai dengan SK Gub Jateng No 8 tahun 2001.

“Dengan kata lain kualitas udara di lingkup perusahaan maupun desa-desa sekitar kategorinya masih bersih dan sehat,” timpal Kepala Unit SMSG Dharma Sunyata.

Penghargaan Industri Hijau dan Sertifikasi Industri Hijau kepada PT Semen Gresik, diserahkan oleh Sekjend Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono. Penghargaan yang diraih Semen Gresik untuk kategori industri besar. Capaiannya tergolong istimewa karena menempati peringkat teratas yakni level 5 dengan interval nilai 90,1 – 100.

Proses verifikasi dan audit kedua penghargaan ini meliputi berbagai hal. Mulai dari proses produksi yang meliputi progam efisiensi produksi, materal input, energi, air, teknologi proses, SDM dan lingkungan kerja di ruang produksi. Lalu kinerja pengelolaan limbah/emisi (progam penurunan emisi gas rumah kaca, sarana pengelolaan hingga pemenuhan baku mutu lingkungan) dan terakhir manajemen perusahaan yang meliputi standar operasi, CSR, penghargaan hingga kesehatan karyawan.

Direktur utama PT Semen Gresik Mukhamad Saifudin menyampaikan, jajarannya berkomitmen berbagai aktivitas perusahaan harus dilakukan secara berkelanjutan. Selain ramah lingkungan, upaya itu juga berbuah efisiensi di berbagai lini. Ujungnya akan lebih meningkatkan daya saing perusahaan dalam bisnis persemenan yang kian kompetitif.

Dan komitmen itu berbuah manis. Selain emisi debu, gas rumah kaca juga bisa ditekan. Semen Gresik berhasil menurunkan CO2 sebanyak 123 ton dalam setahun terakhir. Capaian ini didukung dengan efisiensi air sebesar 17,70 persen. Bahkan pemakaian daur ulang air limbah (recycle water) tercatat sebesar 100 persen. Sedang efisiensi energi panas sebesar 7.54 persen. Efisiensi energi listrik capaiannya 10.90 persen. Sedang efisiensi pemakaian bahan baku capaian Semen Gresik sebesar 8.30 persen.

Mukhamad Saifudin menegaskan berbagai capaian positif ini akan terus ditingkatkan. Pihaknya menargetkan tahun 2020, Semen Gresik bisa meraih ISO 50001:2011 tentang Sistem Manajemen Energi. “Semen Gresik berkomitmen berbagai aktivitas perusahaan sesuai dengan regulasi dan kebijakan pemerintah,” jelas Mukhamad Saifudin.

Sekjen Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, tahun ini ada 151 perusahaan yang mengikuti kegiatan Penghargaan Industri Hijau. Kemenperin terus mendorong industri nasional untuk menerapkan konsep industri hijau. Yakni industri yang dalam prosesnya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta bermanfaat untuk masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi, perusahaan yang meraih penghargaan berhak menggunakan logo industri hijau pada kemasan produk dan label produk, kop surat, kartu nama hingga berbagai media promosi sesuai ketentuan yang ditetapkan. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan insentif berupa fasilitas fiskal dan non fiskal semisal pelatihan penerapan industri hijau.

“Penghargaan ini akan menaikkan daya saing industri. Sebab saat ini pasar peduli dengan industri yang concern kelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan,” tandasnya. (*/aro/bersambung)