Berseragam PDL, Rangkul Korban Tenggelam yang Panik

Tiga Taruna Akmil dapat Penghargaan Khusus

163
AKSI HEROIK : Gubernur Akmil Magelang, Mayjen TNI Dudung Abdurachman memberikan ucapan selamat usai menyerahkan piagam penghargaan kepada taruna yang menyelamatkan warga tenggelam di Papua Barat. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
AKSI HEROIK : Gubernur Akmil Magelang, Mayjen TNI Dudung Abdurachman memberikan ucapan selamat usai menyerahkan piagam penghargaan kepada taruna yang menyelamatkan warga tenggelam di Papua Barat. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

Aksi tiga taruna Akademi Militer (Akmil) Magelang yang menyelamatkan korban kapal tenggelam viral di media sosial. Penghargaan khusus diberikan kepada mereka atas aksi heroik tersebut. Seperti apa?

Agus Hadianto, Magelang, RADARSEMARANG.ID

Sersan Mayor Satu Taruna Daniel Mambrasar, Sersan Mayor Satu Taruna Bima Mahuse dan Sersan Mayor Satu Taruna Osvaldo Mambrasar sedang cuti masa perayaan Natal, Sabtu (28/12) lalu. Mereka berlibur ke kampung halaman salah seorang rekan mereka di Kampung Freewen Papua Barat.

Saat dalam perjalanan menggunakan speedboat di perairan Pulau Saonek Distrik Waigeo Selatan, ternyata ada kecelakaan laut. Speedboat Puteri Sion yang bermuatan 13 penumpang dan 2 kru menabrak sekoci gandeng milik salah satu kapal pesiar dan akhirnya karam. Mengetahui adanya kecelakaan laut, ketiganya dengan sigap menyelamatkan seluruh penumpang termasuk kru kapal.

Daniel mengatakan, mereka melihat ada speedboat milik warga yang sedang melaju kencang. Tanpa disadari oleh penumpang, speedboat tersebut menabrak bagian belakang sebuah kapal pesiar yang sedang membawa speedboat alumunium. “Pada saat itu terdengar sebuah teriakan meminta tolong. Kebetulan kami bertiga beserta keluarga saya, lewat di situ. Kemudian kami spontan lompat ke air, dengan menggunakan baju PDL, menyelamatkan semua. Ada anak kecil juga di sana, kami langsung menyelamatkan,” akunya.

Daniel mengaku pada saat menyelamatkan penumpang, kesulitannya adalah arus yang kencang. Selain itu para penumpang tersebut dalam kondisi panik. “Kesulitan mengatasi orang panik. Mereka pada panik, ibu-ibu pada panik, mereka pada rangkul di badan kami pada saat berenang,” tuturnya.

Akmil Magelang memberikan penghargaan kepada tiga taruna asal Papua, atas aksi heroiknya menyelamatkan penumpang kapal karam. Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Akmil Magelang Mayjen TNI Dudung Abdurachman di Lapangan Pancasila Komplek Akmil, Jumat (3/1).

Dudung mengatakan, pihaknya mendapat laporan kembali cuti dari taruna Akmil dari tingkat 1-4, bahwa ada tiga taruna pada saat melakukan cuti telah melakukan pertolongan kepada masyarakat yang kena musibah di Papua Barat. “Sesuai dengan penekanan saya, apabila kalian melaksanakan cuti, IB, long week, dan sebagainya, tumbuhkan kepedulian kepada masyarakat. Apabila ada hal-hal yang perlu ditolong, sehingga tidak memikirkan bagaimana waktu kembali dan segala macam,” katanya.

Dudung menegaskan, aksi yang dilakukan taruna merupakan jati diri TNI yang berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Penghargaan yang diberikan KSAD berupa piagam namun tidak sembarang piagam. “Piagam ini tidak sekedar piagam, tetapi piagam ini akan berpengaruh kepada nilai kepribadiannya dia, pada saat menempuh pendidikan di Akmil,” tandasnya. (*/ton)