Sertu Miftachur Rohmat, Korban Penembakan di Papua: Sempat Telepon Lama, Kangen Ibu dan Kakak

192
DIMAKAMKAN: Dandim 0716 Demak Letkol Arh Mohamad Ufis dan Kapolres Demak AKBP R Fidelis Timoranto mengangkat jenazah Sertu Miftachur Rohmat untuk dikebumikan di Desa Gempoldenok, Kecamatan Dempet, kemarin malam. (WAHIB PRIBADI)

RADAR SEMARANG.ID-Sertu Anumerta (Anm) Miftachur Rohmat menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Jefrison Pagawak di wilayah Bewan Baru, Distrik Yeti, Kabupaten Keerom, Papua. Jenazah prajurit TNI berusia 24 tahun ini kemarin malam  dikebumikan di kampung halamannya di Dukuh Genatan RT 5 RW 2, Desa Gempoldenok, Kecamatan Dempet, Demak.

WAHIB PRIBADI, Demak

SEKITAR pukul 19.30, jenazah Sertu Anumerta (Anm) Miftachur Rohmat tiba di rumah duka. Peti jenazahnya diangkat langsung oleh Dandim 0716 Demak Letkol Arh Mohamad Ufiz bersama Kapolres Demak AKBP R Fidelis Timoranto. Malam itu, langsung dilakukan proses pemakaman. Prosesi pemakaman dilakukan secara militer. Bertindak sebagai inspektur upacara Letkol Arh Mohamad Ufiz. Isak tangis keluarga sempat mewarnai pemakaman.

Sertu Miftachur Rohmat sebelumnya menjabat sebagai Wakil Komandan Pos Bewan Baru Satgas Yonif 713/ST di Distrik  Yeti.  Yang bersangkutan adalah putra bungsu dari tiga bersaudara pasangan Muslikan, 53, dan Sugiartun, 52,warga Desa Gempoldenok.

Ibu korban, Sugiartun, mengatakan, sepekan sebelumnya, anaknya tersebut sempat menghubungi melalui telepon. “Katanya dia kangen dengan keluarga,”ucap Sugiartun dengan wajah sedih.

Senada disampaikan kakak tertua, Zulifatul Umayah. “Saya juga dapat telepon dari adik saya itu. Dia telepon cukup lama. Katanya juga kangen dengan keluarga,”ceritanya.

Miftachur Rohmat juga menghubungi teman-temannya yang lain. Sebagai anak bungsu, Sertu Rohmat hingga meninggal masih lajang atau belum menikah. Sedangkan saudaranya yang lain telah berkeluarga.

Mendapat kabar meninggalnya sang putra dalam tugas negara tersebut, Sugiartun langsung lemas. Informasi kali pertama disampaikan kakak ipar korban, Miftahul Huda, 38, dan anggota Koramil Dempet yang sebelumnya datang berkunjung ke rumah korban.

“Setelah salat Dhuhur ada tamu yang memberitahukan bahwa anak saya meninggal di Papua. Saat itu, bapaknya baru pulang dari sawah,”kata Sugiartun yang sehari-hari menjadi petani.  Miftahul Huda menambahkan, setelah menerima kabar mengejutkan itu, pihak keluarga kemudian menghubungi Kodam Jayapura. “Kita mendapatkan penjelasan bahwa adik ipar saya meninggal ditembak KKB. Tembakan mengenai bagian dada. ketika itu, dia sedang bertugas mengambil logistik bersama temannya yang lain dari Pos Bewan Baru ke Pos Kali Asih yang ada didaerah perbatasan Papua dan Papua Nugini,” ujarnya.

Dalam riwayat hidupnya selama menjadi anggota TNI, Sertu Miftahchur Rohmat  bertugas di Gorontalo bergabung dengan Yonif 713/ST selama lima bulan sejak Agustus 2019 lalu. Menurut Huda, adiknya tersebut masuk tentara pada usia 19 tahun setelah lulus MA Nahdlatul Muslimin, Undaan, Kudus. Sedianya ia akan naik pangkat pada April 2020 mendatang. Namun, karena gugur dalam tugas itu, pangkatnya menjadi Sersan Satu atau Anumerta.

Saat pemakaman kemarin, banyak keluarga besarnya yang datang melayat dari berbagai daerah. Antara lain, Kalimantan, Cilacap, Kudus, Grobogan dan Demak.  Dandim 0716 Demak Letkol Arh Mohamad Ufiz mengatakan, pemakaman Sertu Miftachur Rohmat di kampung halamannya itu atas permintaan keluarga. “Setelah jenazah datang, kita langsung lakukan prosesi pemakaman secara militer,”katanya. (*/aro)