alexametrics

Begini Cara Sri Adi Cahyani, Pensiunan Pegawai Bank Ubah Sampah Jadi Kerajinan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Memasuki usia yang kini sudah 52 tahun, Sri Adi Cahyani tetap produktif berkarya. Ibu rumah tangga ini menyulap limbah sampah menjadi kerajinan bernilai seni tinggi. Melalui tangan terampilnya, ia juga memiliki misi untuk mengurangi penggunaan sampah plastik.

Sri Adi Cahyani pernah bekerja di Lippo Bank. Namun kini ia sudah pensiun, dan fokus menjadi ibu rumah tangga. Di sela rutinitas sehari-hari, ia sangat menyukai dunia lukis. Kesukaannya itu ia tuangkan di mana saja, asalkan sesuai tempatnya

“Inspirasi saya dapatkan dari Pinterest, di sana banyak referensi art dan craft. Lalu saya tuangkan ide itu ke wadah, seperti barang-barang bekas, tutup cat, tembok, dan kain sisa atau limbah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (25/11).

Baca juga:  Atasi Sampah Jateng, Perlu Penanganan Sistematis

Hobi melukis yang ditekuninya sejak SMP hingga sekarang akhirnya membuahkan hasil. Hasil karyanya ia unggah dan promosikan melalui akun Instagram pribadinya. Banyak pelanggan datang dari teman dekatnya, hingga pelanggan luar negeri.

“Saya juga menerima request atau custom dari beberapa pelanggan. Rata-rata mereka memesan untuk buah hatinya dan orang kesayangan. Alhamdulillah ada yang memesan dari luar Jawa, seperti Balikpapan dan Sumatera. Dari luar negeri, kayak Jepang, Australia, dan juga Belanda. Mereka melihat dari Instagram dan beberapa teman saya yang di luar negeri juga memesan,”ujar wanita berhijab ini.

Rumahnya di Jalan Mangga Raya No 55, Kelurahan Lamper Kidul, Semarang Selatan juga berbeda dari rumah yang lainnya. Nuansa art-sy dan colorfull mendominasi di depan dan ruang tamu rumah yang menempati lahan seluas 200 meter persegi tersebut. Berbagai perabotan dari barang bekas, seperti tutup cat, pot bekas, juga dipajang untuk memperindah teras rumah.

Baca juga:  TPA Wonorejo Setiap Hari Terima 150 Ton Sampah

Ruang tamu rumah itu juga dihias bantal lucu dengan karakter macam-macam. Karakter seperti kartun tentara Inggris, kartun Ballerina, kartun London Bus dibuat sendiri sebagai pemanis ruang tamunya.

“Kain sisa limbah seperti, kain blaco, kain katun, dan kain flanel dimanfaatkan untuk membuat bantal. Namanya bantal kartun lukis yang diisi dacron dan kapas. Untuk lukisan, biasanya menggunakan cat akrilik dan butuh 2-3 jam untuk hasil yang maksimal,” tandas ibu dua anak ini.

Kerajinan tangan seperti kalung, yang terbuat dari sisa kain batik juga dibuatnya. Kalung tersebut dipercantik dengan pernak-pernik dan aksesoris.

Bu Yani –sapaan akrabnya– terbuka kepada siapa saja untuk belajar membuat kerajinan. Ia juga sering memberi pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga yang ingin belajar membuat kerajinan.

Baca juga:  Butuh Inovasi Pengeloaan Sampah

“Kalau bahan dari saya gratis. Beberapa waktu lalu sempat mengisi seminar kerajinan di PT  Masumbiri. Menerima pesanan souvenir pernikahan pernah, seperti dompet, clouch, dan sablon pernikahan,”ujarnya.

Istri dari Bagus Pamungkas tersebut ingin tetap produktif di usia tuanya. Ia juga mengajarkan keahliannya kepada kedua putrinya Ananda Selly Debyani dan Taurosa Gusni Aprilia. Ia berharap, hobinya bisa diteruskan oleh kedua putri kesayangannya tersebut. (alvi.nur.janah/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya