alexametrics

Kendalikan Inflasi-Deflasi, Usulkan Holdingisasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengusulkan adanya  holdingisasi di eks Karesidenan Pekalongan. Kebijakan tersebut dianggap bisa menekan inflasi dan mengendalikan deflasi yang terjadi di eks Karesidenan Pekalongan.

Hal itu disampaikan oleh Asip dalam rapat koordinasi High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Eks Karesidenan Pekalongan. Dihadiri oleh Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Tegal Muhamad Taufik Amrozy, para perwakilan dari kabupaten/kota di wilayah BI Perwakilan Tegal, kepala Bulog Divre Pekalongan, para kepala BPS di eks Karesidenan Pekalongan, para kepala dinas di eks Karesidenan Pekalongan, anggota Satgas Pangan, dan Sales Branch Manager Pertamina.

Bupati mengatakan, tujuan holdingisasi agar pemerintah khususnya Kabupaten Pekalongan memiliki treatment yang jelas dalam menjaga inflasi. Walaupun pada saat ini angka inflasi di Kabupaten Pekalongan 3,08. Masih lebih rendah dari provinsi 3,13 dan pusat 3,39.

Baca juga:  Es Semanggi, Warna Sirup Menentukan Rasanya

“Kalau barang distop atau didistribusikan ke daerah lain maka akan terjadi inflasi. Akan merugi masyarakat banyak. Walaupun angkanya masih aman, tetapi langkah-langkah preventif harus kita lakukan,” kata Asip.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal Muhamad Taufik Amrozy, menjelaskan bahwa momen Lebaran, Natal serta Tahun Baru biasanya terjadi tekanan harga. Untuk itu perlunya antisipasi yakni dengan menggelar rapat satu bulan sebelumnya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang memengaruhi inflasi. Diantaranya faktor kemarau yang berkepanjangan. Kondisi tersebut berpengaruh pada pola tanam. Berdasarkan data, dari 10 komoditas penyumbang inflasi dan sering muncul pada periode Natal dalam 4 tahun terakhir adalah telur ayam ras, beras, bawang merah dan cabe merah. Komoditas itu yang perlu diwaspadai.

Baca juga:  Pengobatan Gratis di RSUD Kajen Butuh Rujukan Puskesmas

“Kita imbau kepada masyarakat, berbelanja lah secara bijak dan jangan melakukan aksi borong, karena pemerintah bersama TPID nasional dan daerah siap menjamin kebutuhan masyarakat,” ujarnya. (thd/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya