alexametrics

Banggakan Bangsa lewat Industri Fashion

Kiprah Pemuda Semarang Zaman Now

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sumpah pemuda memang dimaknai sebagai kebangkitan pemuda Indonesia untuk turun andil membela dan mempertahankan kemerdekaan bangsa. Namun di zaman now di mana semua sudah modern, perjuangan tidak lagi sekadar berperang dan membela dengan fisik saja. Masih banyak cara yang bisa dilakukan pemuda untuk membela dan membanggakan bangsa. Termasuk dari bidang industri kreatif. Komunitas Benik Semarang lahir untuk memberi wadah bagi generasi muda, khususnya fashion designer Semarang untuk terus berkarya dan membanggakan bangsa.

BERBAGI ilmu, pengalaman dan pengetahuan menjadi tujuan Komunitas Benik Semarang. Terlahir dari persamaan nasib dan kepentingan, para anggota komunitas ini ingin saling menguatkan mengarungi kerasnya persaingan industri fashion di Semarang. Sekaligus tempat belajar bagi designer muda Semarang untuk terus belajar dan berkembang.

Komunitas Benik Semarang berdiri sejak 2016. Pada awalnya komunitas ini lahir dari kelompok belajar siswa LPTB Susan Budiharjo yang diberi nama Acak-Acak. Setelah mereka lulus, kebersamaan para anggotanya tetap terjalin. Mereka pun sepakat untuk melanjutkan kelompok tersebut, namun dengan usaha sendiri dan terbentuklah Komunitas Benik Semarang.

Ketua Komunitas Benik Semarang Niki Hutomo menuturkan, setelah lulus, ia beserta teman-temannya merasa kebingungan harus mulai dari mana dan bagaimana merintis dunia fashion designer. Kemudian muncullah ide untuk membentuk forum dengan mengumpulkan banyak anggota yang memiliki tantangan yang sama seperti dirinya. Dan akhirnya terbentuklah Komunitas Benik Semarang tersebut.

Baca juga:  Setiap Malam Minggu Buka Lapak di Alun-Alun Kota Magelang, Bawa 200 Buku Bacaan

“Komunitas ini menjadi wadah bagi mereka yang baru lulus sekolah fashion dan para designer baru untuk mulai merintis guna mendapatkan tempat di Kota Semarang. Anggotanya sendiri tidak harus alumni LPTB Susan Budiharjo. Semua orang bisa menjadi anggota. Tentu dengan syarat harus sudah pernah mengikuti sekolah atau pendidikan fashion dan mengikuti fashion show atau pameran. Hal ini penting karena kami ingin menyatukan pikiran terlebih dahulu tentang fashion. Sehingga lebih nyambung saat mengobrol. Kasihan juga kalau yang baru awal tidak memiliki ilmu fashion bergabung ke kami. Selain kami yang kesulitan, dia sendiri pasti juga mengalami kesulitan,” ujar pria yang akrab disapa Niki ini.

Ia melanjutkan, selain menjadi wadah berkumpul, komunitas tersebut juga dapat dijadikan tempat belajar bagi designer muda dalam merintis karir. Mereka menyediakan forum seperti fashion show dan pameran yang rutin diselenggarakan untuk melatih, mengasah, dan memamerkan karya anggota komunitas. Selain itu, anggota komunitas juga diberi fasilitas untuk dapat mengikuti pameran dan fashion show bertaraf nasional hingga internasional seperti Indonesia Fashion Week. Dengan jumlah anggota total lebih dari 20-an, karya designer anggota komunitas seringkali tampil di berbagai ajang dan menjadi langganan dari banyak kalangan artis ibukota.

Baca juga:  Ciptakan Karya Kreatif, Dekatkan Siswa dengan Lapangan Pekerjaan

“Kami juga saling tolong-menolong untuk memberikan akses designer muda berkembang. Seperti contohnya kami rutin mengadakan Fashion Exposure yang sudah dua tahun ini kami adakan untuk memamerkan karya anggota Benik. Selain itu, designer muda juga kita fasilitasi untuk ikut pameran. Harapannya, mereka bisa belajar dan bergerak bersama untuk terus berkarya hingga semakin terkenal dan berkembang,” lanjutnya.

Ketika ditanya mengenai potensi industri fashion di Semarang? Pihaknya menilai saat ini sudah tampak adanya kemajuan yang nyata. Masyarakat sendiri lambat laun mulai mampu mengetahui perbedaan mengenai produk karya design dengan produk yang biasa dijual di retail. Sehingga mereka lebih menghargai karya tersebut dan memahami mengapa karya designer jauh lebih mahal daripada yang biasa dijual di pasaran. Selain itu, saat ini sudah banyak pihak yang sadar dengan adanya potensi industri kreatif khususnya fashion di Semarang. Alhasil, semakin banyak designer muda dan investor yang tertarik untuk membangun bisnis fashion di Semarang.

Baca juga:  Bangga menjadi Petani Milenial

“Saya kira iklim industri fashion di Semarang sudah cukup baik. Beberapa kali Pemerintah Kota Semarang telah memfasilitasi berbagai macam fashion show dan pameran. Mulai dari yang di kawasan Kota Lama, Paragon Mal, DP Mal dan masih banyak lainnya. Saya bersyukur dengan adanya kesadaran pemkot untuk mendukung industri kreatif, akan memunculkan tunas designer baru asli Semarang yang mampu berkarya dan membawa harus industri kreatif Kota Semarang,” lanjutnya.

Ia berharap dengan momen Sumpah Pemuda tahun ini, Pemkot Semarang tidak sekadar temporer saja membantu generasi muda Semarang untuk berkembang. Namun juga harus berkala dan berkesinambungan. Sehingga mimpi menjadikan Semarang sebagai salah satu pusat fashion di Indonesia bisa terwujud. Dan hasilnya mampu memberikan pemasukan dan menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Semarang.

“Untuk menggerakkan indsutri kreatif di Semarang, kami akui tidak bisa bergerak sendiri. Maka dari itu, saya mengajak masyarakat, pemerintah, dan khususnya designer itu sendiri untuk sama-sama saling bahu-membahu mamajukan industri kreatif, khususnya bidang fashion di Semarang. Sehingga Semarang menjadi pusat fashion bukan lagi impian semata. Namun juga terealisasi dalam kehidupan nyata,” harapnya. (akm/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya