alexametrics

Diikuti 19 Negara, Raih 3 Stars dan The Most Favourite Team

Semen Gresik Raih Penghargaan APQO - IC Award 2019 (1-Bersambung)

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PT Semen Gresik meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Asia Pacific Quality Organization (APQO) International Conference ke-25 yang digelar di Bali. Dua gugus (tim) dari Semen Gresik yakni Rembang Bangkit dan Sumber Angin berhasil meraih predikat 3 Stars yang merupakan anugerah tertinggi dalam kompetisi internasional yang diikuti ratusan peserta dari 19 negara tersebut.

BAHAGIA: Tim Rembang Bangkit dan Sumber Angin PT Semen Gresik foto bersama usai penganugerahan penghargaan ajang APQO - IC yang diikuti 19 negara lintas benua.
BAHAGIA: Tim Rembang Bangkit dan Sumber Angin PT Semen Gresik foto bersama usai penganugerahan penghargaan ajang APQO – IC yang diikuti 19 negara lintas benua.

REMBANG Bangkit dengan inovasi berjudul “Semen Gresik Community Challenge (SGCC)” juga mendapat apresiasi sebagai tim terfavorit kompetisi yang diikuti inovator lintas benua tersebut. Mulai dari Asia, Australia, Eropa, hingga Amerika.

Meidian Miranti dan para punggawa Humas PT Semen Gresik yang hadir di Ballroom The Stones Hotel Legian Bali langsung bersorak saat panitia APQO – IC menyebut nama Tim Rembang Bangkit sebagai peraih Best of the Best Award “The Most Favourite Team”, akhir pekan lalu. Kegembiraan itu terasa lebih membanggakan dengan tepuk tangan para inovator dari Amerika Serikat, Jepang, China, Rusia, India, Vietnam, Uni Emirat Arab, Pakistan, Malaysia, Thailand, Singapura, Arab Saudi, Australia, New Zealand, Mexico dan negara lainnya yang memadati ruangan tempat penganugerahan event bergengsi tersebut.

Inisiator SGCC yang juga Manager of External Public Relation PT Semen Gresik Pabrik Rembang Yeni Indah Lestari maju ke atas panggung mewakili rekan-rekannya. Ia menerima penghargaan berupa piala yang ditandatangani Presiden APQO, Harnek Singh.

Baca juga:  Raih Bendera Emas, Top Brand Award hingga Industri Hijau

“Terima kasih untuk support dari Direksi PT Semen Gresik dan seluruh jajaran. Karena tanpa dukungan nyata itu Rembang Bangkit maupun Sumber Angin tidak mungkin bisa meraih apresiasi seperti ini,” kata Yeni Indah Lestari.
Penghargaan level internasional ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, tahun 2018, Rembang Bangkit dan Sumber Angin juga meraih penghargaan Platinum dalam ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) ke – 22 yang digelar di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Apa inovasi Rembang Bangkit dan Sumber Angin sehingga bisa meraih prestasi membanggakan? SGCC merupakan wadah penyaluran idealisme, semangat dan kreativitas anak-anak muda di Kabupaten Rembang. Ada puluhan komunitas generasi milenial seperti Ikatan Mas dan Mbak Rembang (IMMR), pecinta alam, penggemar klub sepakbola, bikers dan lainnya yang dirangkul dan diberdayakan oleh Semen Gresik. Alasannya, karena aktivitas anak-anak muda itu jelas dan sekaligus membawa dampak positif.

Relasi dengan konsep mutualisme pun dijalin. Tim Rembang Bangkit misalnya menyampaikan edukasi tentang pentingnya kehadiran pabrik semen yang tergabung dalam korporasi BUMN PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ini untuk warga, daerah maupun negara. Di sisi lain, Semen Gresik memberikan dukungan terkait kegiatan dan aktivitas yang dilakukan puluhan komunitas tersebut. Semisal aktivitas puluhan komunitas itu diangkat dalam beberapa event berkelas seperti gawe Rembang Expo 2018. Hasilnya, nama komunitas itu kian melambung. Aktivitas yang mereka geluti juga lebih dikenal luas.

Baca juga:  Outbond Tidak Sekadar Bersenang-Senang

Ternyata SGCC berbuah manfaat berlipat ganda. Di satu sisi, idealisme, semangat dan kreativitas anak-anak muda di Rembang bisa disalurkan kepada hal positif dan berguna. Aktivitas mereka juga bermanfaat bagi masyarakat dan daerah.

Sedang bagi Semen Gresik, berkat SGCC, terbangun citra dan sekaligus relasi positif antara perusahaan dengan kalangan generasi milenial dan usia dewasa muda yang berdasar data persentasenya sekitar 47 persen dari total warga Rembang. “Anak-anak muda itu juga merupakan future costumer SG. Jadi, SGCC ini memang benar-benar multimanfaat,” jelas Yeni.

Sedang inovasi Sumber Angin berupa upaya terobosan untuk mengatasi masalah KILN PT Semen Gresik Pabrik Rembang yang berulang kali mati sendiri. Akibat masalah ini, produksi semen dan terak terganggu.

Baca juga:  Kampanyekan Pola Hidup Sehat melalui Bersepeda

Beragam masalah yang sudah diidentifikasi mulai dibenahi. Tim yang difasilitatori Adi Kusetiyawan melakukan lima upaya modifikasi untuk mengatasi masalah yang menyebabkan operasional KILN mati sendiri. Mulai dari upgrade breaker supplay power, monitoring sistem loading unloading, monitoring ready dan indikasi ampere, hingga modifikasi sistem kontrol kompresor. Langkah ini dilakukan agar kontrol kompresor bisa dimonitor dari Gedung Central Control Room (CCR) PT Semen Gresik Pabrik Rembang. Tujuannya agar bisa dilakukan penelusuran awal jika tiba-tiba KILN ngedrop lagi. Berkat upaya itu operasional KILN tidak pernah terganggu lagi.
“Operasional KILN yang berfungsi maksimal sangat menunjang produksi. KILN Pabrik Rembang bahkan pernah beroperasi selama 1000 jam nonstop,” jelas Adi Kusetiyawan yang merupakan fasilitator Sumber Angin.

Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengapresiasi capaian yang diraih Semen Gresik. Ia juga berharap kegiatan seperti SGCC yang merangkul dan memberdayakan kalangan generasi milenial tidak hanya diterapkan di Rembang saja, namun juga daerah lain di Jawa Tengah. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang bermanfaat positif seperti ini,” tandas orang nomor satu di Rembang ini. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya