alexametrics

Belajar Anatomi Tubuh, Warnanya Coklat Semua

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, LAIN halnya dengan Ajron Pindo Putra, Nabila Khairunisa, dan Aryasetya Bagas, mahasiswa jurusan Kedokteran Umum, Universitas Diponegoro (Undip) juga berbagi pengalaman saat mengikuti mata kuliah anatomi kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Diakui Pindo, mahasiswa Kedokteran Umum hanya melihat organ tubuh manusia secara langsung dari mayat yang sudah diawetkan. Setiap pertemuan mata kuliah anatomi, mahasiswa harus mempelajari organ tubuh yang berbeda-beda.

Biasanya, pembelajaran ini diikuti oleh mahasiswa, dosen dan asisten dosen. Saat melakukan praktik, seluruh mahasiswa dianjurkan menggunakan pakaian hitam putih untuk menghargai sang mayat.

“Kali pertama, kaget. Karena tidak terbiasa melihat hal seperti itu. Bulu kuduk juga merinding, sama bau formalinnya yang menusuk banget,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang

Diakuinya, kalau hanya melihat organ tubuh dan belum praktik secara langsung untuk membedah, ada kesulitan tersendiri dalam mempelajari anatomi tubuh manusia. Misal, warna arteri dan vena harusnya beda, ada merah dan biru. “Tapi karena mayat atau biasa kami sebut cadavernya sudah lama, jadi warnanya berubah menjadi cokelat semua,” ujar Bagas.

Baca juga:  Bebaskan Anak Berimajinasi, Ajarkan Cinta Lingkungan

Selama pembelajaran anatomi ini, para mahasiswa diarahkan untuk tidak memotong atau membuka kulit cadaver dengan kasar dan tetap menghargai cadaver sebagai manusia. Cadaver yang digunakan untuk praktik merupakan mayat yang tidak diketahui keluarga dan identitasnya.

Cadaver ini kemudian disimpan di dalam Laboratorium Anatomi yang memiliki kamar khusus, lalu diawetkan di dalam bak seperti bak mandi yang diisi penuh dengan formalin. Pengambilan mayat untuk dipelajari berbeda-beda setiap waktunya, baik itu tubuh perempuan ataupun pria dari muda sampai tua. Terkadang hanya mempelajari beberapa organ tubuh, namun bisa juga mengambil satu tubuh utuh.

Bagi Bagas, yang paling berkesan dari belajar anatomi adalah pada bagian kelamin. Bentuknya yang aneh dan salurannya yang sudah tidak dalam bentuk bagus. Nabila beda lagi, tertarik pada anatomi telinga. Bidang-bidangnya jelas. Telinga, mata pokoknya alat-alat indera itu gampang dihafal. Lain halnya dengan Pindo, yang terkesan dengan anatomi kepala. “Namun yang paling berkesan bagiku kepala. Terutama otak. Karena rumit. Ada bagian yang membatasi,” timpal Pindo. (mg9/ida)

Baca juga:  Peningkatan Tipe OPD Harus Diikuti Kualitas Pelayanan, Kompetensi dan Kinerja Pegawai

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya