alexametrics

Botol Unik dari Kafe, Paling Disukai Konsumen

Abdul Maksum, Ubah Botol Bekas, Jadi Karya Seni

Artikel Lain

Pemanfaatan botol bekas sangat jarang ditemukan. Botol bekas minuman dengan bahan kaca, biasanya dibuang di tempat sampah atau digunakan kembali tanpa mengurangi fungsinya semula. Namun di tangan Abdul Maksum, botol bekas bisa menjadi kerajinan tangan yang indah, bernilai seni tinggi dan berharga jual tinggi.

 

ADENNYAR WYCAKSONO,RADARSEMARANG.ID

BAGI kebanyakan orang, botol bekas hanya dibuang ataupun dijual kembali. Beda halnya dengan Abdul Maksum. Dia mengubah botol bekas menjadi dekorasi untuk memperindah ruangan.

“Melihat botol bekas yang hanya dibuang dan diloakkan, akhirnya saya kepikiran membuat hiasan dari botol bekas. Saya coba memanfaatkan botol sebagai media seni,” katanya belum lama ini.

Maksum sebelumnya membuat hiasan dinding dari media kayu, mulai dari transfer foto, lukis kayu, maupun dekoratif dinding. Banyaknya pesaing, mendorongnya berkreasi agar tetap bertahan. Setahun ini, ia membuat kreasi botol dekoratif dan dianggap punya peluang panjang di dunia handycraft di Semarang.

Baca juga:  Diikuti Pencintanya dari Berbagai Kota di Jawa

“Apalagi, botol bahan bakunya masih gampang dan banyak ditemukan. Bisa botol apa saja. Namun biasanya botol dengan bentuk unik seperti botol minuman keras,” ucapnya.

Untuk botol beling bekas minuman keras, Maksum mengaku membeli dari beberapa temannya yang ada di kafe. Ternyata, botol jenis ini paling dicari masyarakat karena bentuknya yang unik dengan paduan karya seni yang memikat. “Botol dari kafe itu banyak yang unik,” imbuhnya.

Diakuinya, membuat botol dekoratif tak sulit. Dirinya mengaku hanya membutuhkan tanah liat yang sudah dicampur lem khusus, sebuah botol bekas, pewarna, dan ide. “Tentunya harus ada ide dulu. Habis itu, didesain dengan media botol. Bahannya menggunakan tanah liat yang sudah dicampur lem dan perwarna untuk menghias botol,” paparnya.

Baca juga:  Pernah dapat Pesanan dari SBY hingga Istri Jokowi

Ketika koran ini melihat hasil karya Maksum, ternyata cukup mengagumkan. Botol bekas yang biasanya dibuang atau dipajang bisa menjadi hasil karya bernilai tinggi. Misalnya botol bekas minuman keras dibuat tiga dimensi dengan hiasan resleting celana.

Ada pula botol bekas, yang memiliki gambar tempat wisata di Kota Semarang seperti Lawang Sewu dengan frame tanah liat yang dibentuk sedemikan rupa dan memiliki warna yang menarik. “Sebetulnya nggak sulit sih. Untuk sehari bisa produksi 3 sampai 4 botol. Jadi kalau sebulan full, produksi kira-kira bisa sampai 100-an botol dekoratif,” paparnya.

Ditanya harga satu botol dekoratif, Maksum menyebutkan, sangat terjangkau. Meski begitu, harga botol hias yang ia buat tergantung desain kerumitan yang dipesan secara khusus. Maksum juga memasarkan produk yang ia buat melalui akun instagram chokorjeh_custumart. (*/ida)

Baca juga:  Kasturah, Jaga Perlintasan Kereta Api tanpa Upah

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya