alexametrics

Perintisnya Almarhum Kusno, Satu RW Ada 16 Bengkel

Mengunjungi Kampung “Bengkel Pintu Mobil” di Puspogiwang, Gisikdrono, Semarang

Artikel Lain

Di Kota Semarang banyak kampung unik. Salah satunya kampung bengkel pintu mobil. Dinamai demikian, karena dalam satu RW terdapat 16 bengkel mobil. Menariknya, semuanya spesialis memperbaiki pintu mobil.

MARIA NOVENA, RADARSEMARANG.ID

KAMPUNG bengkel pintu mobil itu terletak tak jauh dari bundaran Kalibanteng, Semarang. Tepatnya di Jalan Puspogiwang RW 3, Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat. Kampung bengkel pintu mobil itu sudah ada sejak 1982. Perintisnya,  almarhum Kasno, yang membuka jasa bengkel pintu mobil kali pertama di Puspogiwang. Sebelum itu, Kusno membuka  bengkel di Bulustalan, Semarang Selatan. Namun pada 1982, ia memutuskan pindah ke Puspogiwang lantaran tempat lama dinilai kurang luas.

“Saat membuka bengkel di Puspogiwang, almarhum bapak saya menggandeng anak-anak muda di sini (Puspogiwang) untuk berkerja di tempat bapak. Tetapi tidak boleh lama,”cerita Joko Setio, putra almarhum Kasno yang meneruskan usaha keluarganya sekaligus menjadi Ketua Paguyuban Puspajaya, dengan anggota pemilik bengkel pintu mobil di kampung ini.

Baca juga:  99 Persen Karya Lukisannya Dibeli Warga Asing

Dikatakan, saat itu ada sekitar 10 pemuda kampung yang ikut bekerja di tempat ayahnya. “Bapak bilang waktu itu kalau kerja di sini tujuan akhirnya harus bisa membuka bengkel sendiri,”tambahnya.

Seiring berjalannya waktu, para pemuda kampung tersebut satu per satu membuka usaha bengkel pintu mobil sendiri dengan mengambil lokasi di rumah masing-masing. Kala itu, Kusno mensyaratkan jika bekas anak buahnya membuka usaha serupa harus mempekerjakan warga sekitar juga. Karena itulah bisnis ini menjadi turun-temurun. Kebanyakan usaha bengkel pintu mobil saat ini sudah dipegang oleh generasi ke tiga. Sekarang tidak hanya warga sekitar yang ikut belajar di bengkel Kasno, orang luar dari Pupogiwang pun ikut.

Baca juga:  Ada Rambak Brokoli, Wortel hingga Daun Kelor

“Kira-kira 2-3 tahun ikut di sini, pasti akan mahir, dan pastinya mereka akan buka bengkel sendiri. Dampaknya sekarang, di setiap gang ada jasa bengkel pintu mobil. Saat ini, ada 16 bengkel di kampung ini,”katanya sambil menunjukkan tulisan “Kasno 82” yang digantungnya di depan bengkel untuk mengingatkan berdirinya kawasan tersebut.

Pantauan koran ini, begitu masuk kampung, di kanan-kiri jalan banyak warga membuka usaha bengkel pintu mobil. Setiap gang dapat dipastikan selalu ada penyedia jasa bengkel pintu mobil. Bisa dilihat dari papan nama atau spanduk bertuliskan bengkel pintu mobil yang terpajang hampir di setiap rumah.

Salah satu warga Dwi Setiamawati mengaku, mulai dari suami hingga kakak kandungnya juga membuka bisnis serupa. Ia belajar di bengkel Kasno sekitar 15 tahun yang lalu. Tidak ada kecemburuan, meski dalam satu RW memiliki bisnis yang serupa. Justru, dikatakannya, karena bisnis tersebut, hubungan antarwarga kampung semakin erat.

Baca juga:  Calon Mempelai Positif Covid, Lamaran Digelar secara Virtual lewat Zoom

“Saya pun generasi ketiga. Justru makin guyub, justru bisa jadi sentra bagi para pemilik mobil jika ingin membetulkan pintu mobil. Tinggal milih,”ungkapnya sembari menulis nota.

Diceritakan, konsumen yang datang tidak hanya dari Semarang. Tapi, juga dari luar kota. Biasanya warga tahu dari getok tular atau mulut ke mulut. Kampung bengkel pintu tersebut buka setiap hari mulai pukul 07.00 sampai 17.00. Bahkan bisa 24 jam jika ada kerjaan, karena memang tempat usahanya berada di rumah. Soal tarif servis relatif lebih murah, mulai Rp 50 ribu untuk stel pintu hingga ratusan ribu rupiah. Tergantung tingkat kesulitan dan jenis mobil. “Biasanya mobil-mobil Amerika dan Eropa penanganannya sedikit lebih rumit,” katanya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya