Belajar Gymnastics di Youtube, Raih Juara II di Malaysia

Amabel Zameena Aghvor, Siswi SD Mondial Atlet Internasional Senam Artistik

354
ATLET SENAM: Amabel Zameena Aghvor, siswi kelas IV SD Mondial bersama kepala sekolah Silvia Ari Kristanti dan guru olah raga Angel, Rabu (4/9). (Maria Novena/RADARSEMARANG.ID)
ATLET SENAM: Amabel Zameena Aghvor, siswi kelas IV SD Mondial bersama kepala sekolah Silvia Ari Kristanti dan guru olah raga Angel, Rabu (4/9). (Maria Novena/RADARSEMARANG.ID)

GymnasticsAmabel Zameena Aghvor, siswi kelas IV SD Mondial baru saja mengukir prestasi internasional. Ia meraih juara runner up di ajang International Gymnastics Tournament di Selangor, Malaysia yang diselenggarakan 16 -18 Agustus 2019 lalu.

MARIA NOVENA, RADARSEMARANG.ID

 

Anda mengenal senam artistik atau gymnastics? Nah, olahraga itu yang kini ditekuni Amabel Zameena Aghvor. Ia belajar senam itu dari melihat tayangan Youtube. Orang tua Abel –panggilan akrabnya– tidak mengetahui kalau gadis kecilnya itu ternyata memiliki bakat senam artistik.

“Aku suka lihat-lihat di Youtube olahraga senam, bilang ke mommy (ibundanya) mau ikut itu,”ucapnya dengan nada khas anak-anak saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Saat itu orang tuanya tidak langsung mengabulkan keinginan Abel. Namun saat itu Abel sudah rutin berlatih gymnastics di kamar. Tak jarang ia terlihat koprol sendiri ketika jam olah raga. Ia mengaku ingin mencoba gerakan yang dilihat di video.

Keinginan kuat Abel belajar senam yang berisiko cidera ini, mengundang perhatian Angel, guru olahraganya di SD Mondial. “Dia (Abel) sering tiba-tiba koprol saat olah raga senam lantai. Saya coba konsultasikan ke orang tua. Saya memiliki keyakinan anak ini punya bakat di bidang olah raga. Dulu saya menyarankan ke taekwondo atau renang,”ujar Angel.

Namun akhirnya dipilih olahraga senam gymnastics. Karena keinginannya yang kuat, putri pasangan Muhammad Reza Tanisri dan Sarah Ariana Fiestri ini pun diikutkan dalam latihan gymnastics di kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes).  Hasilnya, luar biasa. Kemampuan Abel semakin terasah. Sejumlah lomba gymnastics pun diikuti. Ia pernah mengikuti Popda dan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jakarta. Dan, belum lama lalu, mengikuti event 7th International Gymnastics Tournament di Selangor, Malaysia. Bocah 9 tahun ini berhasil meraih juara II kategori Ball.

Kini, hampir setiap hari Abel melakukan latihan. Diakui, Abel sempat merasa kelelahan, hingga pembelajaran di kelas tidak diikutinya. Meski begitu, kata Kepala SD Mondial Silvia Ari Kristanti, prestasinya di bidang olah raga tidak sampai mengganggu akademik.

“Untuk akademik aman, memang dari awal kami sudah sinergikan dengan orang tua untuk tetap melakukan pembelajaran meskipun di rumah. Hingga saat ini nilai Abel masih di atas rata-rata kelas,”ungkapnya.

Abel mengaku pernah tinggal di asrama atlet. Namun justru membuatnya tidak nyaman. Bukan karena makanan atau jam latihan yang sangat padat, namun tidur lebih awal dari jam biasanya membuatnya kesal. Belum lagi cemilan kesukaannya adalah mendoan, tetapi karena perjanjian di asrama, dirinya tidak lagi bisa bertemu dengan makanan favoritnya itu. Mendengar cerita polos Abel itu, membuat kepala sekolah, guru olahraga, dan orang tuanya pun tertawa.

“Apa itu asrama? Iya, pernah yang semuanya diatur mulai dari makan, latihan, sama tidur. Tapi aku kesel jam tidurnya lebih awal, jam 8 sudah disuruh tidur. Aku tidak bisa tidur. Aku juga tidak bisa makan mendoan. Tidak diizinkan waktu itu, padahal mommy bawa waktu itu,”ceritanya.

Tidak hanya olah raga senam artistik saja, renang dan taekwondo juga menjadi olah raga kesukaan Abel. Belum lagi, prestasinya dalam dunia seni musik biola dan piano menjadi selingan ketika gadis kecil ini bosan dengan rutinitasnya. “Main biola kalau sudah capek latihan gymnastics,”ucapnya.

Gadis yang mengidolakan atlet gymnastics Nabila Evandestiera ini bercita-cita menjadi atlet gymnastics profesional yang bisa membawa nama harum Indonesia hingga ke tingkat internasional. Abel ingin keliling dunia lewat prestasi di bidang olahraga senam tersebut.

“Aku mau seperti Kak Bella (Nabila Evandestiera, Red), atlet gymnastic yang mewakili Indonesai sampai ke luar negeri. Keliling negara-negara, juara terus. Saya pernah bertemu di Jakarta dan Surabaya waktu PON,”akunya. (*/aro)