alexametrics

Kenang Masa Sekolah, Nikmati Badak Sambal di Kantin

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Napak Tilas di SMA Negeri 3 Semarang

Artikel Lain

Ada yang beda di SMA Negeri 3 Semarang, Jumat (30/8) kemarin.  Seorang alumnus mendatangi sekolah tersebut untuk napak tilas sekaligus mengenang masa lalu. Alumnus yang datang kali ini spesial, karena menduduki jabatan penting di Kabinet Kerja Jokowi – JK. Dialah Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi.

ADENNYAR WYCAKSONO, RADARSEMARANG.ID

SAMBUTAN hangat langsung diberikan guru dan siswa SMA Negeri 3 Semarang kepada Retno Marsudi. Begitu turun dari mobil, wanita kelahiran Semarang, 27 November 1962 itu tampak akrab dengan siswa dan guru di sekolah yang terletak di Jalan Pemuda tersebut.

Lorong demi lorong sekolah dimasuki Retno. Kebetulan saat itu ia juga disambut oleh mantan guru Bahasa Inggrisnya dulu yang sudah purnatugas, Abu Said, yang kini sudah berusia 77 tahun.

Alhamdulillah Retno masih ingat kami gurunya yang kini sudah berusia lanjut. Biasanya kalau orang sudah sukses pasti lupa, atau habis manis sepah dibuang,” ucap Abu Said.

Retno seakan tidak menyia-nyiakan kunjungannya ke Semarang. Dalam mapak tilasnya, ia berkeliling ke berbagai sudut sekolah. Menurutnya, sekolah tempat ia menimba ilmu dulu, tidak banyak berubah, baik saat dirinya menjadi siswa ataupun kembali ke sekolah tersebut sebagai seorang alumni. Langkahnya sesekali berhenti untuk sekadar melayani para siswa maupun guru serta staf yang ingin foto selfie untuk mengabadikan momen bertemu dengannya.

Baca juga:  Raih IPK 3,98, Buktikan Keterbatasan Tak Jadi Kendala

“Ini kunjungan kerja saya ke Semarang, sengaja ke sekolah tempat saya dan Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) bersekolah,” kata Retno di sela-sela kunjungannya.

Setelah melakukan swafoto, Retno melanjutkan langkahnya. Ia tidak lupa mampir ke kantin sekolah. Retno mengaku ingin bernostalgia menyantap menu badak sambal, menu favoritnya. Kuliner badak sambal adalah bakwan yang diguyur sambal kacang.

Setibanya di kantin, tanpa ragu ia memesan badak sambal dan makan bersama guru dan siswa lainnya. “Badak sambal ini jadi favorit di sini, dulu saya sering makan di kantin ini saat jam istirahat,”akunya.

Meski telah menjadi seorang menteri, Retno tampak tak sungkan melayani para guru yang duduk di sampingnya. Ia tampak menuangkan saus untuk guru-guru dan mempersilakan mereka makan. “Mari makan,” ajak Retno.

Baca juga:  Kedepankan Musyawarah dan Silaturrahim dalam Mengambil Kebijakan

Kepada para guru dan siswa yang ada di kantin, Retno bercerita jika saat muda, ia sudah memiliki cita-cita menjadi seorang diplomat. Di SMAN 3, ia angkatan 1978 dan saat kelas 1 SMA ada di kelas 1-2. Untuk diketahui kala itu kelas 1-1 dan kelas 1-2 berisi siswa dengan nilai tinggi.

“Kelas 1-1 dan 1-2 kemudian masuk IA cuma saya yang masuk kelas bahasa. Saya lulus masuk UGM, karena di Undip waktu itu tidak ada jurusan hubungan internasional. Sejak SMA memang ingin jadi diplomat,” ungkapnya.

Menurut informasi, Retno semasa SMA ternyata merupakan siswa unggul dalam angkatannya. Selain itu, Retno juga mengambil jurusan bahasa. Jurusan yang zaman dulu tak jadi favorit.

“Saya memang memilih bahasa, karena sejak SMA itu saya sudah berkeinginan menjadi diplomat. Dan terbukti, jurusan bahasa juga bisa menggapai cita-cita,”ucapnya.

Baca juga:  Sudah Biasa Dimaki, Namanya Terkenal di Kalangan PKL

Sekitar 30 menit Retno mengunjungi SMAN 3 Semarang. Selanjutnya, Retno menuju ke kampus Undip untuk menghadiri talk show dalam rangkaian DiploFest. Sorenya, Retno hadir di panggung utama DiploFest di Lapangan Simpang Lima Semarang.

Abu Said mengaku, saat bertemu mantan siswanya itu, ia hanya berpesan untuk berhati-hati dalam mengemban tugas. “Semoga dalam melaksanakan tugas negara selalu hati-hati, dipikir masak-masak dulu, jangan asal ngomong saja, kalau ada apa-apa yang susah kita sendiri. Think before you speak,” ujarnya.

Andika, salah satu siswa SMAN 3 Semarang mengaku terkesan sekaligus terinspirasi dengan kunjungan Menlu RI Retno Marsudi. Menurut siswa kelas X ini, sosok Retno bisa menjadi inspirasi bagi siswa SMAN 3 untuk belajar dengan rajin dan menggapai kesuksesan.

“Jujur saya baru tahu kalau Bu Retno dan Bu Sri Mulyani alumnus sekolah ini, saya bangga dan beliau berdua bisa menjadi inspirasi buat saya untuk berpestasi,” ucapnya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya