alexametrics

Bersih-Bersih sejak Subuh, Aksinya Menarik Perhatian Wali Kota

Kisah Agus Setyawan, Dua Tahun Jadi Relawan Penyapu Jalanan Tanpa Berharap Imbalan

Artikel Lain

Aksi tanpa pamrih yang dilakukan Agus Setyawan membuat terenyuh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Ia rela membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggalnya tanpa imbalan sepeserpun. Berkat aksinya itu, Agus dipanggil secara khusus oleh orang nomor satu di Kota Semarang tersebut.

EKO WAHYU BUDIYANTO, RADARSEMARANG.ID

 

KEBERSIHAN lingkungan merupakan tanggungjawab semua pihak. Namun tak sedikit yang belum menyadari hal itu. Dengan sikap cuek, kebersihan lingkungan banyak yang tidak diperhatikan. Hal itulah yang melatarbelakangi aksi yang dilakukan oleh Agus Setyawan, 34. Warga Jalan Pancakarya RT 8 RW 6, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur ini selama dua tahun rela mengabdikan dirinya untuk membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggalnya tanpa imbalan sepeserpun. Bahkan dari yang dilakukannya tersebut, ia diundang langsung ke Balai Kota Semarang oleh Wali Kota Hendrar Prihadi untuk menerima penghargaan.

Ketika ditemui di Gedung Balai Kota Semarang, Agus menceritakan pengalamannya tersebut. Awal mulanya, dua tahun yang lalu, ia melihat banyak tumpukan sampah berserakan di sepanjang jalan kelurahan tempat tinggalnya. Tanpa ambil pusing, ia langsung mengambil piranti kebersihan di rumahnya. Ia lalu berjalan dan membersihkan setiap selokan, serta sepanjang jalan di sekitar tempat tinggalnya. Ia mengakui jika tidak ada tendensi apapun dirinya melakukan hal itu.

Baca juga:  Asosiasi Penambang dan Kadin Batang Beri Parsel Lebaran Penyapu Jalan

Ya, biar bersih saja sekitar tempat tinggal, kan bagus kalau bersih,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Apa yang dilakukannya itu justru berubah menjadi kebiasaan. Selepas subuh aktivitas rutin dia lakukan dengan menyapu kompleks tempat tinggalnya, mulai jalan, selokan, tempat ibadah, tempat parkir, dan sekolah TK di situ. Sampai pukul 07.00 aktivitasnya tersebut dilakukan. Setelah bersih, pemuda yang kedua orangtuanya sudah meninggal ini berangkat bekerja. “Menyapu jalan, halaman masjid dan sekolah dari subuh sampai pukul 07.00 pagi, lalu berangkat kerja,” katanya.

Agus setiap harinya bekerja sebagai karyawan kontrak di sebuah perusahaan swasta di Kaligawe. Ternyata aksi bersih-bersihnya pun tidak hanya berhenti sampai pukul 07.00 saja. Sepulang kerja, aktivitasnya tersebut kembali dijalankan sampai mendekati waktu maghrib. Selepas Isya, ia juga akan menyapu, namun terbatas pada halaman masjid. Ia mengaku jika melakukan hal itu tidak mengharapkan pamrih dari siapapun. “Senang saja jika melihat lingkungan kita menjadi bersih,” tuturnya.

Baca juga:  Ruang Tidak Kreatif Kalongan Ungaran, Banting Setir dari Musik ke Production House

Selama ini, ia merasa prihatin melihat kondisi lingkungan kampungannya terlihat kotor dan kumuh. “Tergerak saja, gak ada yang kasih perintah,” akunya.

Selama dua tahun, ia tidak mendapat bayaran atau meminta upah kepada warga yang kebetulan halamannya turut dibersihkan. Hanya saja, warga terkadang tergerak memberi makan dan minum usai bersih-bersih.

Kabar Agus atas kerja tanpa pamrihnya lalu didengar oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Secara pribadi, kemarin Agus dipanggil langsung di ruang kerja orang nomor satu di Kota Semarang tersebut.

Hendrar Prihadi mengaku terenyuh ketika mendengar ada kabar salahsatu warganya yang ikhlas melakukan aksi sosial tersebut selama bertahun-tahun. “Saya terenyuh mendengar ada warga saya yang secara ikhlas dan sukarela mau bersih-bersih lingkungan selama dua tahun,” ujar Hendi, sapaan akrabnya.

Bahkan pada kesempatan itu, Hendi menobatkan Agus sebagai pahlawan lingkungan Kota Semarang. Mampu membantu program pemerintah menjaga kebersihan lingkungan. “Dia contoh pahlawan Kota Semarang, dalam lingkup kecil dia berikan konsep Bergerak Bersama, nyapu jalan sampai parkiran kendaraan hanya untuk bisa melihat kampungnya bersih,” katanya.

Baca juga:  Mengenal Sosok Rusmadi, Sopir Angkot Semarang yang Gratiskan Tarif Penumpang Setiap Jumat

Hendi juga mengaku sempat memberi perintah kepada jajarannya untuk menelisik apa yang dilakukan Agus benar sesuai informasi atau tidak. “Saya sempat menggali informasi juga, itu benar apa hoaks, ternyata dia konsisten. Maka ini menjadi contoh yang baik dan menginspirasi yang lainnya,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Hendi memberikan sebuah piagam penghargaan serta sejumlah uang tali asih atas dedikasi yang dilakukan Agus.

Ketua RW 6 Kelurahan Rejosari Harjono Putro yang ikut mendampingi Agus membenarkan apa yang dilakukan Agus selama dua tahun ini.  Menurutnya, Agus merupakan pribadi yang rajin dan gemar bersih-bersih lingkungan. Dikatakannya, jika Agus tinggal dalam rumah yang didiami oleh lima kepala keluarga. Meski berstatus anak yatim piatu, ia gemar membatu sesama warga yang membutuhkan.

“Dia juga peduli dengan tetangga, setiap bulan dia pasti kasih beras 5 kilo ke warga yang membutuhkan,” ujarnya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya