alexametrics

Tetap Pakai Anting di Telinga, Siap Bela Kaum Marjinal

Herlambang Prabowo SA, dari Jalanan ke Gedung Dewan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Perjalanan hidup Herlambang Prabowo SA penuh liku. Ia lama hidup di jalanan. Namun kini kehidupannya bakal berubah, setelah terpilih menjadi anggota DPRD Kota Semarang.

EKO WAHYU BUDIYANTO

 

MASA depan setiap orang tidak ada yang tahu. Setidaknya itulah yang dialami Herlambang Prabowo. Kehidupannya di jalanan dulu yang keras, justru mengantarkan dirinya menjadi wakil rakyat. Ia terpilih menjadi anggota DPRD Kota Semarang periode 2019-2024 dari Partai Gerindra. Pria bertubuh tambun ini telah resmi dilantik bersama 49 anggota dewan lainnya.

Berbeda dengan wakil rakyat terpilih lainnya, Lambang –sapaan akrabnya– termasuk memiliki gaya yang unik. Baik dari penampilan tubuh besarnya yang berbobot 120 kg, hingga anting yang tak bisa lepas dari daun telinganya.  Bahkan di balik pakaian jas resmi yang dikenakannya saat pelantikan, sekujur tubuhnya hampir dipenuhi oleh tatto. Penampilannya itupun tidak bisa lepas dari masa lalunya yang hidup di jalanan. Dari terminal ke terminal, memperjuangkan hidupnya, dan membela rakyat kecil.

Tatto di sekujur tubuhnya seakan menjadi saksi bisu perjalanan hidupnya yang lekat dengan orang jalanan.  Ia berasal dari rakyat kecil. Bahkan dulu kerap dipandang sebelah mata oleh orang lain. “Ada yang mengatakan jika saya ini tidak punya masa depan yang jelas. Tapi, semua itu bisa saya tepis,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar semarang.

Lambang mengaku sebelum terpilih menjadi wakil rakyat, dirinya sudah kerap membela kaum marjinal yang memiliki beban hidup cukup berat, khususnya dalam hal ekonomi. Sebagian besar dari kaum marjinal itu tidak mengenyam pendidikan, sehingga sulit dalam mencari pekerjaan.

Baca juga:  Tata Kota Harus Diperhatikan, Fasilitas Perlu Dibenahi

“Mereka hidup keras di jalanan, sehingga harus kita rangkul. Kami sudah lama melakukan hal itu melalui organisasi masyarakat Ikatan Keluarga Besar Semarang (IKBS). Di organisasi ini menjadi salah satu tempat mereka untuk berkeluh kesah,” katanya.

Melalui IKBS ini, Herlambang banyak membantu warga yang terpinggirkan dan jarang mendapat perhatian dari pemerintah. Di rumahnya di kawasan Jalan Kinibalu, Tembalang, Semarang, hampir setiap hari didatangi warga yang meminta bantuan. Mulai minta dicarikan pekerjaan seadanya, mengeluh tempat usahanya digusur, hingga minta bantuan biaya membeli seragam sekolah anak-anaknya.

“Padahal saya ini juga warga biasa. Harusnya mereka ke Pemerintah Kota Semarang yang punya tugas membantu masyarakat atau ke kantor DPRD, karena di sana ada wakil rakyat yang semestinya membantu mereka. Kini, setelah saya terpilih menjadi anggota dewan, saya bertekad membela dan memperjuangkan kaum marjinal,” papar pria 49 tahun ini.

Baca juga:  Harga Lebih Murah, Siap Berdayakan Warga Sekitar TPA

“Saya menjadi dewan karena bantuan dari teman-teman di jalanan, para kaum marjinal yang terpinggirkan. Sehingga kebijakan apapun yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat nanti, saya akan vokal,” tambahnya.

Mengenai penampilannya yang nyentrik dan jauh dari kesan sebagai seorang pejabat publik, ia mengaku sudah sangat nyaman. Meski saat ini ia duduk di kursi wakil rakyat, hal itu tidak mempengaruhi visi dan misinya. Di mana visi dan misi utamanya yaitu memperjuangkan masyarakat kecil. Mengingat dulunya ia memang pernah merasakan bagaimana susahnya hidup sebagai wong cilik.  “Nyaman dan saya akan tetap bertahan dengan gaya saya. Saya berasal dari jalanan, saya besar juga dari jalanan, jadi begini,” katanya.

Lambang berhasil menduduki kursi DPRD Kota Semarang setelah sukses memperoleh suara sebanyak 3.328 suara dari Dapil 3 Kota Semarang (Candisari dan Tembalang). Bisa dibilang, ini adalah bagian puncak kehidupannya. Setelah berpuluh-puluh tahun dirinya menapaki kehidupan di jalanan.

Baca juga:  Begini Kendala  Saat 3 Mahasiswa USM Ciptakan Game Jejak Pramuka

Saat ditanya bagaimana rasanya terpilih sebagai anggota dewan? Lambang menjawab dengan candaan khasnya. “Saya itu sebenarnya sudah lama menjadi anggota dewan, tapi dewan di jalanan, ha ha ha,” candanya.

Menurut dia, posisinya sekarang sebagai wakil rakyat merupakan amanah berat yang harus diembannya. “Ini sebuah amanah yang diberikan oleh rakyat kepada saya. Jadi, bagaimanapun, misi saya saat ini memperjuangkan aspirasi rakyat. Memang tidak mudah, dan tinggal kita semua melihat bagaimana nanti hasilnya,” tegasnya.

Salah satu misi utama Lambang dalam mengemban amanah sebagai anggota DPRD Kota Semarang yaitu membela kaum marjinal. Di mana, menurutnya, saat ini banyak masyarakat yang masih sulit kehidupannya, namun tidak diperhatikan oleh pemerintah.

“Faktanya, saat ini masih banyak warga yang hidup di bawah garis kemiskinan, dan salah satu komitmen saya untuk memperjuangkan aspirasi mereka, sehingga kehidupan layak dapat mereka dapatkan,” katanya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya