alexametrics

Ibu Sakit, Harus Menanggung Biaya Kuliah Rp 21 Juta

Trinidad Sukmo Sejati, Siswa Berprestasi Kota Semarang Kesulitan Biaya Masuk Polimarin

Artikel Lain

Trinidad Sukmo Sejati harus mengubur impiannya kuliah di perguruan tinggi maritim. Anak yatim ini sebenarnya sudah diterima di kampus Polimarin, namun ia terkendala biaya Rp 21 juta.

MARIA NOVENA SINDUWARA, RADARSEMARANG.ID

 

TRINIDAD tinggal di kamar kos di daerah Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, Semarang. Di kamar berukuran 3×6 meter persegi yang berlokasi di Jalan Gasemsari RT 07 RW 03 Kelurahan Tlogomulyo itu, Trinidad tinggal bersama sang ibu, Setyowati. Sejak usia setahun, dia diasuh ibunya seorang diri. Ayahnya meninggal sejak 2002 karena sakit strok.

“Dari kecil anak saya belum pernah merasakan sosok ayah, tetapi saya selalu menceritakan jika ayahnya selalu berkorban untuk dia (Trinidad, Red). Supaya selalu semangat belajar,”cerita Setyowati kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dia mengaku, kondisi ekonominya terus menurun setelah ditinggal sang suami. Setyowati harus bekerja untuk menghidupi ketiga anaknya. Mulai dari menjajakan minyak tanah, minyak goreng, hingga mainan anak. Ia jualan door to door untuk menghidupi sang buah hati Trinidad. Kedua anaknya yang lain sudah bekerja, sehingga dirinya tinggal menanggung hidup anak bungsunya tersebut.

Baca juga:  Pakai APD Terasa Panas, Prosesnya Harus Cepat

Saat duduk di bangku SMK Negeri 1 Semarang, Trinidad selalu berprestasi. Ia selalu masuk peringkat lima besar di kelasnya.  “Saya tidak mau mambuat ibu kecewa. Beliau sudah susah payah mencari biaya sekolah. Saya buktikan lewat prestasi,” ujar Trinidad.

Dan begitu lulus SMK, pemuda yang akrab disapa Nidad itu diterima di kampus Polimarin. Ia menduduki peringkat ke-9 dari 300 pendaftar jurusan teknik. Namun kendala menghadang. Ia kesulitan membayar biaya masuk sebesar Rp 21 juta.

Ibunya yang sakit bersama dua kakaknya berusaha mencari dana, namun hasilnya nihil. Setyowati sendiri tidak tega jika impian anaknya itu urung terwujud akibat terkendala biaya. Maka, segala upaya pun terus dilakukan hingga sekarang.

Baca juga:  Begini Harapan Orangtua Kapten Timnas Sepak Bola Andy Setyonugroho

Aku ora popo Bu, ora sido kuliah. Dari pada beban nggo ibu karena mikir biayaku,” kata Trinidad.

Hati orang tua mana yang tidak tersayat buah hati kebanggaannya mengatakan demikian. “Dari kecil anak ini tidak pernah menyakiti hati saya, prestasi yang diraihnya di sekolah selalu membuat saya bangga. Tetapi memang tidak bisa dipungkiri saya dan kedua kakaknya belum mampu membayar uang kuliah sebesar itu,”ungkapnya sambil meneteskan air mata.

Saat ini, Setyowati membiarkan anaknya tetap berkuliah. Ia tidak ingin anaknya kecewa, sehingga berdampak pada psikisnya. Ia sudah menggunakan surat keterangan tidak mampu untuk mendapat keringanan. Lewat jalur prestasi pun sudah ditempuh. Namun biaya Rp 21 juta tak bisa ditawar. Anak keduanya yang bekerja sebagai satpam tak mampu menutup biaya tersebut. “Hanya uang Rp 1 juta yang bisa disisihkan untuk membantu membiayai adiknya,” kata Setyowati.

Baca juga:  Punya BMT, Usaha Air Minum Isi Ulang hingga Persewaan Gedung

Saat ini, Setyowati hanya bisa pasrah sambil menunggu keajaiban. Pada kenyataannya siswa berprestasi saja belum cukup untuk bisa melanjutkan pendidikan. Memiliki banyak uang justru lebih mudah masuk ke perguruan tinggi dibandingkan prestasi. (*/aro)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya