alexametrics

Sudah Puluhan Kali Pindah PN, Biasa dapat Ancaman

Sutaji SH MH, Anak Petani yang Jabat Ketua PN Semarang

Artikel Lain

Hidup dari keluarga sederhana tak membuat Sutaji harus hilang asa dalam mengejar cita-citanya. Meski kedua orangtuanya petani, ia mampu membuktikan diri mampu berkarir hingga menduduki jabatan tertinggi sebagai Ketua Pengadilan Negeri sekaligus Ketua Pengadilan Niaga, PHI dan Pengadilan Tipikor Semarang.

JOKO SUSANTO, RADARSEMARANG.ID

 

SUTAJI, SH, MH, lahir di Nganjuk, 23 Februari 1963. Tercatat ia pernah menjabat sebagai Ketua PN Pangkalpinang, Ketua PN Tanjungpandan, Ketua PN Palu, kemudian Wakil Ketua PN Kendari dan Wakil Ketua PN Jakarta Utara.

Saat ditemui RADARSEMARANG.ID, senyumnya selalu mengembang dari sudut pipinya. Pria berperawakan tinggi dan berkulit putih tersebut memang selalu santai dalam kesehariannya. Dengan nada lugas dan penuh guyonan, anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Parto Suntono dan Sahini ini berbagi kisah hidupnya hingga mampu menggapai kesuksesan.

Ia menceritakan, masa kecil hingga remaja dilakoninya di sebuah desa kecil di Nganjuk, Jawa Timur. Begitu menamatkan SMA, ia memutuskan hijrah ke Malang.  Sutaji kuliah di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Di kampus, Sutaji tergolong mahasiswa cerdas. Ia mampu membuktikan lulus tepat waktu 3,5 tahun sekalipun aktif di sejumlah organisasi. Salah satunya sebagai aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

“Selama berkarir di dunia hukum, saya sudah 10 kali lebih pindah tugas di pengadilan di Indonesia. Setelah lulus kuliah 1988, saya langsung daftar Cakim (Calon Hakim), dan alhamdulilah langsung diterima dan tugas pertama di PN Jember,”kenang Sutaji.

Di sela bekerja kali pertama sebagai cakim, pria yang memiliki motto hidup “apa yang ia punya itu yang ia miliki” tersebut, kemudian memutuskan melanjutkan kuliah strata dua (S2) di Universitas Narotama Surabaya. Setelah menyelesaikan studi S2, dengan kepercayaan dan prinsip kuat yang dipegangnya, ia dipindahtugaskan ke PN Selayar Sulawesi Selatan.

Baca juga:  Manfaatkan Limbah Kayu, Siap Go Internasional

“Saya juga pernah dipindah ke PN Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, kemudian kembali lagi ke PN Jember. Setelah itu, saya diangkat menjadi Ketua PN Tanjungpandan dan dipindahtugaskan ke Jakarta Barat,” ceritanya.

Tak berhenti sampai di situ. Mutasi kerja ke berbagai PN di daerah terus dialami. Namun demikian, dari berbagai mutasi tersebut, Sutaji, juga mendapatkan berkah.  Setelah selama 26 tahun menjadi hakim, Sutaji bertemu dengan gadis pujaann, yang kini dijadikannya istri.

Ketika itu, ia masih bertugas di PN Lubuk Linggau. Di situlah ia berhasil menaklukkan hati dan mempersunting Rina Fitri, yang asli Lubuk Linggau. Kini, Sutaji dikarunia tiga buah hati, yakni Abiyu Muhammad Akmal, Adela Riski Putri, dan Najwa Juanita Putri.

“Hidup itu harus banyak-banyak bersyukur, Mas. Kalau menuntut orang lain terus, malah susah bahagia. Bagaimanapun, yang bisa membuat bahagia ya diri kita sendiri. Karena semua orang di dunia ini ada plus minus, makanya kita syukuri saja hidup kita,”kata Sutaji, menjelaskan prinsip yang dipegangnya.

Baca juga:  Jalani Isolasi Mandiri, Nyalakan Semangat Tetap Sehat

Sebagai seorang hakim, Sutaji mengaku tidak pernah putus semangat untuk menegakkan keadilan, meskipun diakuinya sering kali mendapat ancaman dan kecaman. Sutaji selalu berdiri teguh pada pendirian, dan tak pernah melupakan ibadah kepada Allah SWT. Ia berprinsip, sebagai seorang hakim, apa yang salah maka harus dihukum, yang tidak salah maka harus dilepaskan. Karena menurutnya apa yang diputuskan mengandung kehidupan dan masa depan seseorang pencari keadilan.

“Paling penting jangan pernah cap seseorang itu jelek. Karena semua orang pada dasarnya baik, karena nantinya Allah SWT yang memutuskan baik buruknya seseorang. Hidup saya juga datar, tidak ada yang tidak saya sukai, dan tidak ada pula yang paling saya senangi. Karena diri saya memikirkan segala sesuatunya yang sesuai dengan porsi dan keadaan,” jelasnya.

Bagi pria yang hobi bola tenis ini, semua pengalaman yang dijalaninya saat menjalani profesinya selalu berkesan. Menurutnya, bagi seorang hakim, tidak ada yang berkesan dan tidak ada pula yang tidak berkesan. Karena semuanya sama-sama penting dan sama-sama harus diselesaikan, sehingga tidak ada bedanya. “Yang beda dari setiap perkara adalah porsi dan jenisnya,” ujarnya.

Karena sudah terbiasa menyidangkan perkara, sebagai hakim, diakuinya, semua mudah dijalankan. Apalagi ia sudah mendapat tempaan dan didikan dari institusinya. Ia bertekad terus berkomitmen untuk benar-benar menegakkan keadilan, dan itu pulalah yang menjadi penyemangat dirinya. Saat memutuskan setiap perkara, ia selalu memiliki keyakinan dan sudah berdasarkan landasan hukum dan unsur kemanusiaan. “Kalau memang benar, kami akan terus lakukan, dan itu tidak akan membuat kami goyah dalam menegakkan keadilan,” jelasnya.

Baca juga:  Pelanggannya Pecinta Moge Luar Jawa hingga Anak Jokowi

Sutaji mengaku tidak pernah mengalami kesulitan selama menjadi hakim, karena ia selalu berpedoman apapun kejadiannya seorang hakim tidak boleh mengeluh. Karena hal tersebut sudah menjadi tugas dan tanggungjawabnya.  “Saya tidak merasa sulit karena memang saya tidak mempersulit orang lain. Tapi yang saya lakukan adalah mencarikan solusi bukan mempersulit semua, jadi ya saya santai saja,”ungkapnya.

Ia memahami bahwa tugas sebagai seorang hakim pertanggungjawabannya tidak hanya di hadapan hukum, namun juga kepada Tuhan yang mampu mengendalikan semuanya. “Jadi apapun kondisinya, mau dipuji atau dicela saya tetap pada pendirian dan tidak boleh terpengaruh oleh intervensi dari pihak manapun,” katanya.

Ia juga berpesan sebagai manusia jangan pernah menuntut pada keadaan. Karena sebagai manusia harus bisa menyesuaikan keadaan dengan hati dan logika.  “Sebenarnya semuanya gampang dijalani, selama kita tidak saling menyalahkan siapapun, tapi berintrospeksi pada diri kita. Ketika kita mampu mengendalikan keadaan sesuai dengan hati dan logika niscaya semua akan baik-baik saja,” ungkapnya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya