alexametrics

Sabet Emas di Singapura, setiap Hari Latihan Minimal Satu Jam

Lebih Dekat dengan Kelompok Paduan Suara Angelus Voice SD PL Bernadus Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kecil-kecil cabe rawit. Meski masih kecil, prestasi anak-anak ini sudah melejit. Kelompok paduan suara Angelus Voice SD PL Bernadus Semarang ini berhasil menyabet medali emas dalam festival paduan suara internasional yang digelar di Singapura.

SIGIT ANDRIANTO, RADARSEMARANG.ID

DI pintu kedatangan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang kedatangan mereka sudah ditunggu. Sejak pukul 15.00, bendera merah putih ukuran kecil dan 32 kalung bunga disiapkan. Pukul 16.30 mereka baru tiba. Nyanyian selamat datang kemudian terdengar menyambut kelompok paduan suara Angelus Voice SD PL Bernadus Semarang ini.

Dibentuk sekitar 2010 lalu, paduan suara ini memang sudah mengoleksi sejumlah prestasi. Teranyar, menjadi champion pada festival paduan suara internasional Orientale Concentus ke-12 di Singapura pada kategori children. Atas capaian ini, kelompok paduan suara yang dikomandoi Alfonso Andika Wiratma sebagai dirigen utama dan pianis Antonius Iwan Santoso ini berhasil pulang ke Indonesia membawa medali emas.

Baca juga:  Jatmiko Mastutik Adi Pramono, Rintis Destinasi Wisata di Kopeng dengan Berdayakan Warga

Pada kompetisi ini, mereka bersaing dengan kelompok lainnya dari sejumlah negara. Seperti dari Filiphina, China, Hongkong dan tentu Singapura. Serta beberapa negara lainnya. ”Untuk kontingen ini ada 32 orang anak,” ujar bruder Agustinus Marjito, koordinator kepala sekolah SD PL Bernadus.

Tidak didapatkan dengan mudah tentunya. Karena anak-anak ini telah mempersiapkan selama kurang lebih setengah tahun. Dalam sehari, minimal mereka harus berlatih selama satu jam.

Tidak berhenti di situ, saat berada di Singapura, para jagoan kecil ini masih harus menghadapi sejumlah tantangan. Kultur dan cuaca yang berbeda mengharuskan mereka untuk beradaptasi.

”Karena udaranya panas dan banyak angin, ketika mau lomba beberapa anak suaranya habis. Untungnya dari tim kami ada dua dokter. Kami sudah prepare dokter, sehingga ketika hari H suara anak-anak kembali,” ujar Melania Sariani Putranti, pendamping Angelus Voice.

Untung tantangan lain sudah diantisipasi sebelumnya. Anggota kelompok paduan suara ini, paling kecil masih kelas 4 SD. Agar tidak ”pengen pulang” saat bertanding di Singapura, sebelum berangkat mereka diajak untuk berkemah di sekolah selama dua hari satu malam. Tujuannya, agar mereka bisa mandiri dan menyiapkan diri untuk jauh dari orangtuanya. ”Sekaligus untuk menyatukan chemistry mereka. Di camp ini mereka diajari mandiri,” jelasnya.

Baca juga:  Dibuat Gantungan Kunci, Dompet, Tas hingga Lukisan

Prestasi ini tentu membuat mereka bangga. Terlebih, mereka berkesempatan tampil di esplanade Singapura. Membanggakan. Karena, dikatakan olehnya, hanya kelompok-kelompok tertentu saja yang bisa tampil di sana.

Ke depan, kelompok ini akan dipersiapkan mengikuti kejuaraan internasional lainnya di Thailand, Hongkong dan kompetisi internasional lainnya. ”Keberhasilan ini tentu juga berkat dukungan dari dukungan anak-anak,” pungkasnya. .

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya