alexametrics

Guru Menulis Artikel, Bonusnya Naik Pangkat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mranggen – Di sela penilaian akhir semester, para guru SMA Negeri 2 Mranggen, Demak mengikuti in house training (IHT), Rabu-Sabtu (1-4/12). Kegiatan ini mengusung materi tentang penulisan artikel ilmiah populer di media massa dan penelitian tindakan kelas (PTK) selama pembelajaran jarak jauh.

Kepala SMA Negeri 2 Mranggen Solikhin mengatakan, kegiatan IHT ini adalah bagian dari PKB atau pengembangan keprofesian berkelanjutan, di mana guru dituntut selalu meningkatkan kompetensinya sesuai kebutuhan, bertahap, dan berkelanjutan. “Harapannya, guru akan semakin profesional,” katanya.

Dalam IHT dihadirkan dua narasumber, yakni Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto dan Kaprodi S2 Pendidikan Dasar Universitas Muria Kudus (UMK) Dr Sri Utaminingsih.

Baca juga:  Tingkatkan Skill Menulis, Guru Ikuti Pelatihan

Diakui Solikhin, para guru sering lemah dalam membuat laporan. Baik laporan pengembangan diri, artikel ilmiah populer maupun PTK. Harapannya, lewat IHT ini, para guru termotivasi untuk menghasilkan publikasi ilmiah untuk kepentingan kenaikan pangkat. “Jangan sampai naik pangkat saat pensiun. Guru yang pensiun kan secara otomatis naik pangkat satu tingkat,” ucap Solikhin yang kini sudah golongan IV B

Dalam paparannya, Arif mengatakan bahwa menulis artikel ilmiah populer di media massa untuk kepentingan penilaian angka kredit (PAK) sebenarnya tidak terlalu sulit. Karena yang ditulis adalah pengalaman guru dalam mengajar, baik saat tatap muka maupun daring.

“Jadi, artikel yang ditulis itu spesifik sekali. Sesuai buku 4 dan 5, artikel ilmiah populer itu berisi ide, gagasan atau pengalaman mengajar di tempat satuan penulis bertugas. Jadi, jangan menulis masalah umum, justru nanti malah tidak dinilai,” papar pria yang akrab disapa Aro ini.

Baca juga:  Larang Penyembelihan Ternak PMK

Dalam pelatihan kemarin, Aro juga memotivasi para guru yang ‘parkir’ alias lama tidak naik pangkat untuk memanfaatkan artikel ilmiah populer untuk PAK. “Terutama bagi guru yang masih golongan III D ke bawah, nilai PIKI (publikasi ilmiah dan karya inovatif) masih bebas memilih. Pakailah artikel ilmiah populer dulu. Jadi, artikelnya dimuat di koran, bonusnya naik pangkat,” katanya.

Ketua panitia IHT Hadi Prayitno mengatakan, pasca IHT diharapkan para guru bisa menghasilkan artikel ilmiah populer yang akan dimuat di Jawa Pos Radar Semarang. “Alhamdulillah, setidaknya tadi sudah ada usulan 12 judul dari teman-teman. Mudah-mudahan nanti segera ditulis, dan akan kita koordinasi untuk pemuatan di Jawa Pos Radar Semarang,” ujarnya. (aro)

Baca juga:  Disdikbudpora Kabupaten Semarang dan Jawa Pos Radar Semarang Kolaborasi Beri Pelatihan Guru Menulis

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya