Olah Sampah Kain jadi Pot Cantik

367
Salah satu lokasi composting di RW 6 Kelurahan Wonotingal yang menjadi andalan dalam kegiatan peduli lingkungan. (Reza Abdurahman/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Daur ulang sampah sudah menjadi hal yang biasa bagi warga RW 6 Kelurahan Wonotingal Kecamatan Candisari. Berbagai barang kreatif mereka hasilkan dari sampah. Kampung jadi bersih, penghasilan pun bias bertambah.

Lurah Wonotingal Soleh menjelaskan, semua wilayah RT di RW 6 memiliki taman. Warga bergotong royong dalam memelihara taman. “Di RT 1 terdapat taman Proklim yang sering mendapatkan kunjungan dari daerah lain,” jelasnya. Dalam Lomba Kampung Hebat 2019-2020, wilayah ini mendaftar untuk kategori Kampung Bersih, Hijau dan Sehat.

Salah satu unggulan di wilayah ini adalah adanya Bank Sampah Waras. Di bank sampah ini, warga terbiasa memilah sampah. Barang-barang bekas yang bias dijual atau didaur ulang akan disetorkan di bank sampah. “Kami berhasil membuat pot-pot dari kain jins, karpet, handuk, karung goni. Pot-pot tersebut bisa dipakai untuk mempercantik taman dan ada yang dijual,” lanjut Soleh. Produk lainnya adalh pembuatan jaket dari bahan plastik bekas.

Setiap rumah di lingkungan ini juga diwajibkan memiliki tanaman. Bila lahannya sempit, maka bias menanam dalam pot. Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk juga rutin digelar. Setiap Jumat, warga akan meneliti tempat-tempat penampungan air untuk mencegah menjadi sarang nyamuk.

Sekretaris Lurah Wonotingal Yuli Triyono menambahkan, warga juga rutin menggelar kerja bakti membersihkan lingkungan. Sampah-sampah organik dikumpulkan untuk kemudian diolah menjadi kompos. “Ada lima lokasi komposter di RW 6. Pupuk kompos bisa dijual dan bisa untuk memupuk tanaman warga,” katanya.

Kegiatan komposting ini akan menghasilkan pupuk kompos yang memiliki banyak manfaat. Di antaranya adalah sebagai penyubur tanah, dapat mengurangi polusi udara karena pembakaran sampah serta dapat menambah nilai jual.

Ketua Bank Sampah Waras Sutrimo menjelaskan, tercatat ada sekitar 56 nasabah yang aktif menyetorkan sampah di bank sampah. Setiap minggu ada penimbangan sampah. Sampah-sampah ini sebagian didaur ulang, sebagian lagi dijual.

Khusus barang bekas berupa kain, sudah diolah menjadi pot bunga tahan banting, nan cantik. Caranya, kain, karpet atau kaos bekas tersebut dibasahi terlebih dahulu. Kemudian, dicampur dengan semen cair dan dicetak menggunakan cetakan yang sudah disiapkan. Pot bunga hasil daur ulang ini sering menarik perhatian masyarakat saat pameran. “Banyak yang beli pot-pot dari kain jins ini,” ujarnya.

Dijelaskan lebih lanjut, kepedulian warga RW 6 terhadap kebersihankampung sangat tinggi. Terbukti dengan banyaknya taman yang mereka buat. “Kami ingin membuat kampung ini kalaumalam padang jingglang, siang ijo royo-royo,” katanya. (ton/bas)

Tinggalkan Balasan