Jajan Pasar Gerakkan Ekonomi Warga

385
Kampung Jajan Pasar di RW 3 Kelurahan Bangetayu Kulon merupakan salah satu peserta Lomba Kampung Hebat 2019-2020 kategori Kampung Kreatif dan Inovatif. (Sulistiono)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Wilayah RW 3 Kelurahan Bangetayu Kulon Kecamatan Genuk sudah sejak lama dikenal sebagai sentra produksi jajan pasar. Produknya sudah tersebar di berbagai wilayah Kota Semarang. Dalam Lomba Kampung Hebat 2019-2020, wilayah ini mengikuti kategori Kampung Kreatif dan inovatif.

Lurah Bangetayu Kulon Puryadi menjelaskan, usaha penjualan jajan pasar sebenarnya sudah lama ada di RW 3. Ini merupakan usaha turun temurun warga setempat. “Dari yang jualan gethuk ada yang bisa menyekolahkan anak sampai jadi sarjana,” jelasnya.

Ketika Pemkot Semarang memiliki program Kampung Tematik, wilayah RW 3 diikutsertakan. Tema yang diambil adalah Kampung Jajan Pasar, pas dengan kehidupan sehari-hari warga setempat. Saat ini, ada lebih dari 35 keluarga yang memiliki usaha pembuatan jajan pasar. “Pemasarannya di pasar-pasar Kota Semarang, bahkan ada yang sampai Sayung, Demak,” tambah Puryadi.

Ketua Kampung Tematik Jajan Pasar Bangetayu Kulon Siti Rekhana menambahkan, adanya kampung tematik sangat membantu warga. Di antaranya dengan membantu mempromosikan dagangan masing-masing UMKM. Ketika ada pameran, juga dikoordinasikan untuk bisa menampilkan produk unggulannya. “Kami juga sering menggelar pelatihan membuat makanan tanpa pengawet dan bahan pewarna berbahaya,” ujarnya.

Para pengusaha UMKM sudah berusaha mengajukan izin PIRT ke Pemkot Semarang. Tapi sejumlah syarat belum bisa dipenuhi sehingga belum ada UMKM jajan pasar yang lolos dan mendapatkan PIRT. Namun pengurus kampung tematik dan kelurahan tetap tak tinggal diam. Sejumlah pelatihan akan kembali digelar, terutama terkait syarat-syarat PIRT. “Nanti akan kami ajukan kembali untuk izin PIRT,” tambahnya.

Salah satu warga RW 3 Rohman merupakan pembuat jajan pasar yang sudah bertahun-tahun. Kini, ia tak hanya mengandalkan jajan pasar tradisional. Berbagai inovasi juga dilakukan. Di antaranya membuat jajan jenis baru yang mengikuti selera generasi milenial. “Saya ini sedang ada inovasi singkong rasa almond, singkong pandan cheese dan singkong gulung rasa stoberi,” jelasnya.

Roham juga sudah merambah ke dunia online. Pemasaran produk-produk ini sudah masuk di media sosial. Ia dibantu anaknya yang menjadi admin pemasaran online. “Karena jajan pasar kami tanpa pengawet, daya tahannya memang tidak lama. Jadi begitu ada pesanan akan dikirim, bisa pakai ojek online,” jelasnya. (ton/bas)

Tinggalkan Balasan