alexametrics

Ikut Kampung Hebat, Kerja Bakti Ditambah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEDURUNGAN — Kelurahan Plamongansari Kecamatan Pedurungan mengikuti dua kategori dalam Lomba Kampung Hebat 2019-2020. Kategori Kampung Pancasila diwakili RW 14 dan Kampung Bersih, Hijau dan Sehat untuk RW 8.

Selama ini, RW 8 sudah dikenal sebagai kawasan hijau, asri dan rindang. Angka Bebas Jentik (ABJ) di wilayah ini juga tinggi, terutama di RT 9. Selain itu di RW 8 mempunyai taman yang memadai dan mengelola sampah organik menjadi kompos melalui takakura. Secara rutin, warga melakukan kerjabakti dengan membersihkan saluran-saluran yang ada. Apalagi saat ini sudah masuk penghujan sehingga dengan adanya kerja bakti ini maka saluran menjadi lancar dan tidak menyebabkan banjir.

Baca juga:  Optimistis Menang, Sendangguwo Andalkan Artis

“Warga dalam sebulan sekali melakukan kerja bakti. Bahkan dengan adanya lomba Kampung Hebat ini, kerjabaktinya dilakukan sebulan dua kali,” jelas Lurah Plamongansari Adi Yunarso.

Sedangkan RW 14 terdapat masjid dan gereja dan warganya guyub meskipun berbeda agama. “Warganya itu saling hormat-menghormati dan mereka itu menjalankan sesuai dengan syariatnya masing-masing. Artinya yang beragama Islam pergi ke masjid sedangkan yang Kristen atau Katolik pergi gereja,” kata Adi.

Ditambahkan oleh Adi, selain guyub bergotong royong untuk membangun atau membersihkan lingkungannya bersama–sama, dari segi keamanan dan ketertiban ,warga menjaga keamanan lingkungannya dengan sistem siskamling. Hal ini untuk menjaga keguyuban dan kerukunan warga di wilayah tersebut. “Memang warganya dalam menunjang kerukunan dalam beragama warga melakukan kegiatan siskamling bersama dan tidak membedakan agama,” imbuhnya.

Baca juga:  Pandemi Pererat Persatuan Warga Kelurahan Plamongansari

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam berbagai kesempatan menjelaskan, Lomba Kampung Hebat yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Semarang bersama Pemkot Semarang merupakan kegiatan yang tepat untuk menunjukkan bahwa lurah dan camat bukan pemimpin yang standar. Lurah dan camat di Kota Semarang harus memiliki ide-ide inovatif dalam menjalankan tugasnya. Komunikasi yang baik antara lurah dan masyarakat bisa menjadi kunci untuk menggerakkan masyarakat ikut menyelesaikan permasalahan di Kota Semarang.

“Lomba Kampung Hebat ini merupakan salah satu kesempatan bagi lurah untuk berkomunikasi dengan masyarakatnya.”

Konsep bergerak bersama, kata Hendi, sangat penting dalam membangun wilayah. Tidak bisa hanya mengandalkan kerja pemerintah. Masyarakat juga harus bisa ikut memberikan kontribusi dalam membangun, terutama di kampung masing-masing. Kalangan pengusaha dan swasta juga bisa digandeng untuk menyalurkan bantuan lewat corporate social responsibility (CSR) pada masyarakat dan wilayah mereka berada. (hid/ton)

Baca juga:  Lurah Baru Penyemangat Baru Ikuti Lomba

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya