Andalkan Bank Sampah Biayai UHC

385
KREATIF : Lurah Tegalsari Sri Martini bersama warga memamerkan produk kreatif inovatif yang dibuat warga di Balai RW 4, Kelurahan Tegalsari Selasa (17/12). (Dewi Akmalah/ Jawa Pos Radar Semarang)
KREATIF : Lurah Tegalsari Sri Martini bersama warga memamerkan produk kreatif inovatif yang dibuat warga di Balai RW 4, Kelurahan Tegalsari Selasa (17/12). (Dewi Akmalah/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, CANDISARI – Kelurahan Tegalsari Kecamatan Candisari mengandalkan bank sampah di wilayah RW 4 untuk menjuarai Lomba Kampung Hebat 2019-2020. Bersaing dalam kategori Kampung Kreatif dan Inovatif, siap memamerkan keunggulan bank sampah Mugi Berkah Sari yang mereka banggakan.

Ketua RW 4 Pringgo Sucahyo Tunggal Rino menuturkan, warga dapat melakukan sedekah sampah. Nantinya sampah tersebut akan dipilah untuk diolah atau dijual kembali. Uang hasil penjualan akan dimanfaatkan untuk membayar biaya jaminan kesehatan (UHC) warga.

“Saat ini ada tiga warga kita yang sudah kami pindah jaminanan UHC-nya menjadi mandiri. Itu semua dibiayai menggunakan hasil dari bank sampah tersebut,” ujarnya Selasa (17/12).

Selain itu, warganya juga memiliki inovasi melalui sentra industri UMKM. Seperti produksi bantal guling, tas rajut, jajan pasar, kerupuk gandum, makanan ringan, olahan tauge dan produk daur ulang. Tak lupa dengan adanya Badan Usaha Milik Warga (BUMD) yang menangani pengelolaan sumber air bersih, kebersihan lingkungan, parkir dan balai RW, membuat pemasukan kas warga semakin banyak.

“Dengan kas banyak tentu warga jadi mudah kalau ingin menyelenggarakan kegiatan,” imbuhnya.

Sementara itu Lurah Tegalsari Sri Martini mengaku bangga dengan inovasi warga. Terutama bank sampah tersebut. Pasalnya baru kampungnya yang berhasil membantu meringankan beban tanggungan kesehatan melalui bank sampah.

“Saat ini baru berjalan di RW 4 saja. Saya akan dorong terus sehingga 13 RW yang lain bisa mengikuti. Minimal membebaskan satu warga untuk dapat beralih dari UHC ke mandiri,” ujarnya.

Dirinya yakin dengan program tersebut dapat menjuarai lomba kampung hebat. Yang lebih penting dapat membantu meringankan beban Pemerintah Kota Semarang terkait dengan anggaran biaya jaminan kesehatan warga Semarang.

“Semoga kelurahan lain bisa terinspirasi. Sehingga beban pemkot untuk jaminan kesehatan dapat sedikit terkurangi. Mengingat warga kurang mampu sudah bisa kita cover biayanya,” pungkansya. (akm/zal)