alexametrics

Tambakrejo Unggulkan Kampung Kreatif dan Pancasila

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, GAYAMSARI—Banyak potensi yang dimiliki Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Gayamsari. Dalam Lomba Kampung Hebat 2019-2020, Tambakrejo ikut dalam dua kategori. Wilayah RW 5 mendaftar kategori KAmpung Pancasila, sementara RW 3 di Kampung Kreatif dan Inovatif.

Lurah Tambakrejo Setyo Widiatmoko mengatakan, di wilayah RW 5 terdapat tempat ibadah masjid dan gereja. Jamaah di tempat-tempat ibadah ini saling menghormati sehingga terjalin hubungan yang harmonis. Bahkan hubungan itu terasa ketika masing-masing jamaah merayakan hari raya. Idul Fitri dan Idul Adha untuk kaum muslim dan Natal bagi umat kristiani. “Biasanya mereka (warga) saling membantu untuk mengamankan situasi misalnya dengan menjaga parkir atau saling bersalam-salaman ketika merayakan Idul Fitri. Intinya mereka itu saling membantu bahkan perbedaan bukan suatu halangan,” katanya.

Baca juga:  Warganya Hidup Rukun, Medono Jadi Kampung Pancasila

Bahkan untuk menunjang keharmonisan warga melakukan kerja bakti sehingga masing-masing warga terlibat langsung tanpa membeda-bedakan agama. Selain itu, ketika gereja melakukan bakti sosial, umat muslim juga ikut membantu dalam bakti sosial misalnya pengobatan atau pembagian sembako.

Sedangkan di RW 3, terdapat tujuh UMKM. Di antaranya pembuatan tahu bakso, olahan bandeng, seafood kering, udang krispi, cumi krispi dan ikan wader. Tenaga kerja berasal dari warga sekitar. “Sehingga keberlangsungan UMKM di tempat tersebut membantu warga dalam meningkatkan perekonomian,” imbuhnya.

Pihak kelurahan juga membantu pemasaran UMKM. Salah satunya dengan mengikutsertakan dalam pameran baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Semarang maupun tingkat kecamatan atau kelurahan. “Misalnya ketika berlangsung Festival Kali Tenggang maka UMKM yang ada di wilayah RW 3 itu dilibatkan sehingga dapat mudah dikenali oleh warga sekitar,” tambahnya.

Baca juga:  Dusun Ngepoh Temanggung Diresmikan Sebagai Kampung Pancasila

Salah satu pemilik UMKM, Suhartono, mengaku produk snack miliknya sudah dipasarkan di beberapa kantor dan sekolah. Harga jualnya mulai dari Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu.“Memang dalam penjualannya ada berbagai alternatif pilihan bagi pembeli mulai dari harga yang biasa sampai tinggi sehingga masyarakat bisa memilih,” katanya. (hid/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya