alexametrics

Ini Keunggulan Tas di Kampung Leduwi yang Diborong Pejabat Kemensos

Artikel Lain

RADAR SEMARANG.ID, SEMARANG TIMURSekitar 60 orang rombongan dari Kementerian Sosial (Kemensos) memborong tas bikinan Kampung Leduwi belum lama ini. Kampung di wilayah RW 2 Kelurahan Sarirejo Kecamatan Semarang Timur ini merupakan salah satu peserta Lomba Kampung Hebat 2019-2020 kategori Kampung Kreatif dan Inovatif.

“Puluhan tas di rumah saya dibeli tadi. Yang laris model tas untuk ibu-ibu,” ujar Gustiana, salah satu pelaku usaha tas di Leduwi.

Di rumahnya, Gustiana membuat berbagai jenis dompet, tas punggung, pouch, juga tas souvenir untuk pernikahan. Produk yang dikerjakan sesuai pesanan pelanggan. “Sehari tidak tentu bisa menghasilkan berapa tas, modelnya beda-beda. Di sini kadang bisa jadi 10 sehari untuk travel bag. Kami tidak memasang merek sendiri, merek dari pelanggan. Kebanyakan merek-merek lokal,” timpanya.

Baca juga:  UMKM Limbung, Koperasi Kolaps

Leduwi merupakan kampung tematik tas kulit dan imitasi. Harga tas di Leduwi bervariasi, dari Rp 3.000 untuk dompet kecil sampai di atas Rp 100.000, menyesuaikan model dan bahan. Dengan adanya kunjungan rombongan dari Kemensos itu, ia berharap produk bikinannya semakin terkenal. Terutama di lingkungan Kemensos. “Kampung Leduwi ini sudah sejak tahun 60an jadi produsen tas. Kalau terkenal kan bisa nambah pelanggan,” ucapnya.

Lurah Sarirejo Ismadi menjelaskan, produk dari Leduwi sudah masuk di kancah internasional. Pemesan biasanya membeli produk dalam partai besar. “Tas-tas itu sudah sampai di seluruh Indonesia, juga di mancanegara. Produksinya dilakukan langsung di Kampung Leduwi ini. Warga juga sudah mempunyai langganan masing-masing, baik di offline maupun online,” ujar Ismadi.

Baca juga:  BRI Sambut Baik Peningkatan Alokasi KUR Nasional 2022 untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi

Pimpinan rombongan Kemensos Ati Resnawati menjelaskan, Biro Perencanaan Kemensos ingin melihat bagaimana Kampung Tematik Tas Leduwi ini sebenarnya. Menurutnya kampung tematik tersebut sudah banyak dikenal.

Ati memberikan saran, untuk pemasaran produk tas Leduwi, ke depan bisa bekerjasama dengan UMKM serta dinas setempat. Berbagai macam pelatihan juga perlu dibekalkan untuk kemajuan mereka. “Lomba Kampung Hebat ini bagus untuk mengembangkan potensi warga. Pelatihan di bidang marketing, packaging dan sebagainya. Itu akan menambah kemampuan mereka, untuk menyejajarkan produknya dengan produk luar. Kita jangan sampai kalah,” ujarnya. (yan/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya