Taman Gantung Atasi Penghijauan di Perbukitan

194
KOMITMEN JAGA LINGKUNGAN: Lurah Tegalsari, Sri Martini bersama dengan warga RW 7 melakukan kerja bakti untuk menghijaukan lingkungan. (Dewi Akmalah/ Jawa Pos Radar Semarang)
KOMITMEN JAGA LINGKUNGAN: Lurah Tegalsari, Sri Martini bersama dengan warga RW 7 melakukan kerja bakti untuk menghijaukan lingkungan. (Dewi Akmalah/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Warga RW 7 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari Semarang memiliki inovasi dalam penghijauan lingkungan. Dengan geografis perkampungan yang berbukit, mereka berinisaitif membuat taman gantung (vertikal garden) untuk mempercantik lingkungan.

Lurah Tegalsari, Sri Martini menuturkan warganya memanfaatkan botol bekas yang dirangkai menggunakan tali secara vertikal sebagai media tanam. Botol berisi tanaman tersebut akan digantung pada dinding rumah warga. Sehingga meski memiliki lahan sempit dan berbukit, warga tetap bisa melakukan penghijauan.

“Taman gantung memang kami peruntukan bagi rumah warga yang berada di perbukitan. Tujuannya agar mereka tetap bisa melakukan penghijaun. Sedangkan untuk yang ada di wilayah datar, pengjiauan tetap menggunakan media tanah langsung atau pot,” ujarnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Semarang Dewi Akmala.

Selain itu, untuk memenuhi kriteria kampung hijau, bersih, sehat dalam lomba Kampung Hebat, pihaknya telah melakukan berbagai macam kegiatan. Antara lain kerja bakti yang dilakukan minimal sebulan sekali, kunjungan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) setiap hari Kamis, sosialiasi kesehatan melalui Posyandu, PKK, Karang Taruna serta masih banyak lainnya. Warga pun mengikuti program tersebut dengan antusias dan penuh kesadaran tinggi.

“Mengingat banyak warga yang berprofesi sebagai buruh, kerja bakti warga biasanya dilakukan malam hari. Alhamdulillah-nya mereka memiliki kesadaran tinggi menjaga lingkungan. Jadi walau capek mereka tetap antusias mengikuti kerja bakti,” imbuh Sri.

Pihaknya optimistis kampungnya dapat memenangi lomba Kampung Hebat kategori Hijau, Bersih, Sehat. Dengan semangat guyub dan mandiri,  ia percaya diri dapat merangkul warga untuk turut serta berpartisipasi menjaga kampung. Sehingga meski tanpa perintah, warga dapat bergerak sendiri, bersama-sama menjaga lingkugan agar tetap bersih, sehat dan asri.

“Di kelurahan kami juga dijadikan sebagai tempat hatinya PKK dan petani kota binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian. Jadi warga sudah terbiasa dengan program penghijauan. Dari situ kami optimists bisa menjadi juara Kampung Hebat kategori Hijau, Bersih, Sehat selanjutnya,” pungkasnya. (akm/zal)