alexametrics

Cegah Banjir, Endapan Sungai Dikeruk

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Hadapi musim penghujan, sedimentasi di Sungai Sihingas mulai dikeruk. Sungai yang melintasi perumahan Wahyu Utomo RW 6 Kelurahan Tambak Aji Kecamatan Ngaliyan tersebut mulai dikeruk menggunakan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) kota Semarang, Selasa (26/11).

Ketua RW 6 Kelurahan Tambak Aji Agus Haryanto menuturkan, pengerukan baru pertama kali dilakukan di sungai tersebut. Hal itu penting dilakukan mengingat saat musim hujan, tak jarang sungai tersebut akan meluap dan menyebabkan banjir bagi warga di sekitar bantaran sungai. “Alhamdulillah, setelah kemarin kita mengadakan Musrenbang dan mengundang anggota Dewan yakni Pak Kadarlusman, permintaan kami untuk dilakukan pengerukan langsung terealisasi,” ujarnya.

Rencananya pengerukan akan mulai dilakukan dari batas wilayah RW 6 hingga hilir sungai. Pihaknya memperkirakan untuk menyelesaikan pengerukan hingga hilir sungai membutuhkan waktu dua bulan. Tujuan pengerukan tersebut tidak hanya dapat mengurangi potensi banjir saja, namun juga upaya memelihara lingkungan agar mendapat penilaian baik pada Lomba Kampung Hebat tahun ini. Pasalnya RW 6 ditunjuk mewakili Kelurahan Tambak Aji mengikuti Kategori Kampung Hijau, Bersih dan Sehat. “Salah satu indikator penilaiannya kan saluran irigasi yang ada di kampung harus lancar. Maka dari itu pengerukan ini menjadi salah satu upaya kami agar memenuhi indikator tersebut,” lanjutnya.

Baca juga:  MOL, Pupuk Ramah Lingkungan untuk Belajar Sains

Salah satu penggiat kebersihan RW 6, Sri Widiastuti mengaku bersyukur dengan adanya pengerukan tersebut. Ia yang semula was-was air sungai akan meluap pada musim penghujan, menjadi lega setelah sungai mulai dibersihkan dari pendangkalan. Sehingga ingatan banjir parah saat tahun 2017 yang menerjang rumahnya tidak akan terulang kembali. “Dulu sempat banjir parah satu meter di rumah saya. Bahkan banyak taman kita yang rusak karena banjir. Maka dari itu kita mulai mengiatkan warga untuk mulai menata lingkungan kembali,” ujarnya.

Ia mengajak warga untuk mulai peduli terhadap lingkungan dan melakukan upaya bersih lingkungan. Salah satunya yakni mengiatkan kerja bakti, penghijauan taman, pembuatan biopori, komposting dan lain sebagainya. Harapannya dengan upaya tersebut lingkungannya menjadi hijau, bersih dan sehat. Sehingga mampu menjuarai Lomba Kampung Hebat yang digelar Jawa Pos Radar Semarang bersama Pemkot Semarang ini. (akm/ton)

Baca juga:  Bupati Temanggung: Penyusutan Lahan Hijau Sangat Cepat Sekali

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya