alexametrics

RW 15 Kelurahan Wonosari Sedekah Sampah hingga Berbagi Berkah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Warga RW 15 Kelurahan Wonosari manfaatkan limbah sampah menjadi hal yang bermanfaat. Mereka membuat program sedekah sampah dan bank sampah. Kegiatan tersebut dilakukan oleh ibu-ibu RW XV.

Program tersebut berlaku untuk tiap RW agar mengumpulkan sampah. Nantinya, sampah itu dikumpulkan dalam bank sampah yang ditempatkan di ujung perumahan. Untuk diolah menjadi barang bernilai.

“Sistemnya, setiap warga sebulan sekali mengumpulkan limbah rumah tangga. Seperti sampah kardus, plastik, buku-buku yang tidak terpakai, sepatu bekas dan masih banyak lagi. Sudah ada bendahara khusus yang mengelola keuangan sampah,” ucap Maryati, selaku ketua Bank Sampah RW 15 kepada Jawa Pos Radar Semarang pada Sabtu (23/11).

Baca juga:  Wali Kota Semarang Bikin ‘Ambyar’  Ribuan Warga Banyumanik

Menurutnya, tradisi positif itu dilakukan untuk mengurangi konsumsi sampah di lingkungan permukiman. Sampah yang dikumpulkan oleh warga, nanti bisa ditukarkan dengan uang.

“Sampah dipilah berdasarkan jenisnya, kemudian nanti ditimbang. Sampah bisa diuangkan ketika sudah menabung selama 10 bulan. Uang hasil sampah juga digunakan untuk momen kebersamaan, rekreasi dengan ibu-ibu perumahan,” tambahnya

Permukiman di wilayah RW 15 memang asri. Lampion yang digantung di atas rumah terbuat dari kain perca. Ini sebagai bukti bahwa segala jenis sampah diolah dengan baik oleh warga.

Salah satu anggota, Markamah menambahkan, kegiatan bank sampah juga dibarengi dengan kegiatan sedekah sampah. Sedekah sampah merupakan tradisi rutinan ibu-ibu RW 15 untuk menyisihkan uang hasil penjualan sampah untuk kegiatan sosial.

Baca juga:  Tong Sampah Hasil dari Bank Sampah

“Biasanya kita membantu untuk warga yang kurang mampu secara ekonomi,” ujar ibu rumah tangga berusia 43 tahun itu.

Sementara Lurah Wonosari Utomo mengatakan, kegiatan kampungnya sebagai bukti konsistensi warganya untuk mengikuti Lomba Kampung Hebat. Wonosari ikut serta dalam kategori kampung hijau bersih dan sehat.

“Warga di sini sadar kebersihan dan jeli memanfaatkan sampah agar menjadi hal yang bermanfaat. Itu bisa dilihat dari lampion yang terbuat dari kain perca,” ujar lurah berusia 55 tahun tersebut

Memasuki perumahan, terdapat juga Taman PKK yang digunakan warga untuk berkumpul setiap minggu. Setiap warga diwajibkan menanam pohon mangga di depan rumah. Ini dilakukan agar lingkungan tetap terjaga dan udara tetap bersih. (cr2/zal)

Baca juga:  Warga RW 2 Gisikdrono Guyub dalam Toleransi Beragama

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya