alexametrics

Ini Alasan Kampung Jajan Pasar jadi Andalan Kelurahan Pudakpayung

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG — Kreativitas dan inovasi warga RW VII Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, dalam membuat jajanan tradisional, membuat wilayah tersebut menjadi andalan untuk diikutkan dalam Lomba Kampung Hebat besutan Jawa Pos Radar Semarang dan pemerintah kota.

Lurah Pudakpayung, Ganefo Sodri Anwar mengatakan, wilayah RW VII memang terkenal dengan kampun jajan tradisionalnya. Produksi jajanan oleh warga sudah dilakukan secara turun temurun. “Hampir setiap rumah warganya membuat jajan pasar.  Hasilnya dibeli orang untuk nanti dijual kembali,” katanya.

Selain itu warga juga membuka warung jajan sendiri di rumahnya. Pengunjung yang datang akan disambut oleh jajanan or makanan yang ditawarkan warga di depan rumah. Warga juga membentuk paguyuban jajan pasar. Salah satunya kelompok Sekar Wangi. Anggotanya 50 orang. “Jajanan yang ditawarkan pun bervariasi. Pembeli bisa memilih sesuai yang mereka inginkan,” kata Ganefo Sodri.

Baca juga:  Cegah Banjir, Endapan Sungai Dikeruk

Dalam memasarkan produk dan mengenalkan kampung jajan tradisional, pihak kelurahan memberi kesempatan warga untuk mengikuti pameran. Baik yang diselenggarakan pemkot, kelurahan, maupun kecamatan. Termasuk memberi pelatihan memasak dan pengemasan agar lebih menarik.

Sementara Ketua Sekar Wangi Sriyani mengatakan, produk jajanan biasanya dibeli oleh pedagang sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Ungaran, Babatan, Pasar Jatingaleh dan Peterongan. “Biasanya mereka (pedagang) mengambil saat subuh, sehingga dijual pagi di pasar itu masih fresh,” katanya.

Cita rasa yang ditawarkan tak diragukan lagi. Terbukti dengan jajanan yang selalu habis dan banyak pemesan. Oleh karena itu kampung jajan tradisional RW VII ditunjuk untuk mewakili Kelurahan Pudakpayung dalam gelaran Lomba Kampung Hebat. (hid/zal)

Baca juga:  Tambakrejo Tanamkan Toleransi Sejak Dini

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya