alexametrics

Meteseh Ternyata Unggulkan Batik Tapak Dara, Apa Motifnya?

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Tahun ini Kelurahan Meteseh kembali berpartisipasi dalam lomba Kampung Hebat. Kelurahan Meteseh mendaftarkan dua RW unggulannya yaitu RW 1 dan RW 26. Kedua kampung didaftarkan dalam kategori Kreatif dan Inovatif. RW 1 unggul dalam UMKM Batik dan RW 26 unggul dalam kelompok budidaya ikan lele dan nila.

Batik Tapak Dara merupakan nama batik unggulan dari Kelurahan Meteseh.  Awalnya dinamai Batik Kelurahan Meteseh (BKM). Dicetuskan oleh warga asli Meteseh, Suminah, nama batik Tapak Dara diambil dari salah satu nama bunga yang berada di RW 1.  Bunga ini mempunyai 5 kelopak yang bisa disimbolkan sebagai sila Pancasila.

“Sanggar batik Tapak Dara sekarang sudah mempunyai program seperti anak- anak usia dini untuk belajar membatik tujuannya agar anak-anak tidak melupakan kearifan lokal serta ke depannya bisa dipadukan dengan pemikiran mereka yang modern mendatang,” ujar Suminah.

Baca juga:  Kembangkan One Day Tour Wisata Agro

Sementara itu, Ketua RW 26 Catur Hariyanto menjelaskan, di wilayahny ada kelompok usaha tani danternak bernama Guyub Rukun. Ada sekitar 30 kolam lele dan nila yang dikelola bersama di area seluas sekitar 576 meter persegi.

Ia berharap usaha ini akan semakin berkembang dan dapat diproduksi dalam bentuk lain. Rencana, lele tersebut dapat diolah dan diproduksi menjadi abon kemasan oleh para ibu-ibu PKK dan dipasarkan. “Kalau pasar dan pemanfaatan sudah jelas, yang memelihara ikan pun akan semakin mantap. Jadi yang awalnya hobi bisa jadi penghasilan tambahan,” ujarnya.

Dengan ikut Lomba Kampung Hebat, ternyata berhasil memacu warga untuk bergerak bersama membuat kampungnya menjadi lebih baik.  “Selama ini kan kampung kita dikenal sebagai kampung banjir. Antusiasme warga itu terlihat sekali untuk mengubah itu. Dari kampung banjir jadi kampung unggul dan terkenal positif,” ungkapnya.

Baca juga:  Olah Sampah Kain jadi Pot Cantik

Lurah Meteseh Joko Waluyo mengaku, warga sangat antusias menyambut Lomba Kampung Hebat. “Saya hanya menjadi penggerak saja. Semoga bisa hidup ekonominya. Daripada bergantung pada pemerintah, lebih baik kan menggali potensi yang dimiliki. Syukur-syukur bisa mengentaskan kemiskinan,” ujarnya. (mg4/mg5/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya