alexametrics

Empat Tokoh Wonosobo Terima Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2021

Jadi Kado Masyarakat Wonosobo

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO – Pemberian Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2021 berakhir di Kabupaten Wonosobo, Kamis (23/12) kemarin. Sebanyak empat tokoh inspiratif dan inovatif Kabupaten Wonosobo menerima penghargaan bergengsi dari Jawa Pos Radar Semarang ini.

Mereka adalah Bupati Wonosobo H Afif Nurhidayat SAg, Kapolres Wonosobo AKBP Ganang Nugroho Widhi SIK, MT, Sekda Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo MSi, dan pengusaha muda asal Wonosobo Chairul Anwar AP SM. Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi di Ruang Mangun Koesumo Setda Wonosobo.

Menurut Baehaqi, pemberian penghargaan ini digelar rutin setiap tahun sejak tujuh tahun yang lalu. Mereka yang menerima penghargaan mulai tokoh, lembaga, perseorangan, maupun komunitas yang telah mendedikasikan dirinya untuk kepentingan bersama. Termasuk mereka yang telah melakukan inovasi, kreativitas, maupun terobosan, terlebih selama pandemi Covid-19 ini.

Ia menyebut jika sejak pandemi Covid-19 ini banyak menimbulkan berbagai permasalahan di masyarakat. Salah satunya sektor ekonomi yang paling terpukul lantaran banyak perusahaan yang tak mampu mempertahankan karyawannya. “Bagaimana bisa menggaji karyawannya, karena perusahaan sulit menjual produknya,” katanya.

Pun dengan nasib para petani. Karena daya beli masyarakat menurun, menyebabkan penjualan hasil pertanian ikut ngedrop. Otomatis, harga hasil pertanian pun anjlok. Namun terobosan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat patut diapresiasi. Ia membuat program bela beli beras lokal Wonosobo dan bela beli hasil pertanian. Ia mewajibkan seluruh ASN untuk membeli beras petani lokal.

Baca juga:  Penghargaan untuk Inovasi Wali Kota dan Kapolres

Selain itu, Bupati Afif juga mewajibkan seluruh ASN untuk membeli produk UMKM lokal Wonosobo. Sehingga diharapkan program tersebut bisa menggeliatkan kembali sektor ekonomi di kabupaten yang dipimpinnya.

Bupati Afif Nurhidayat berterima kasih atas penghargaan yang diterima dari Jawa Pos Radar Semarang. “Ini menjadi kado bagi masyarakat Wonosobo atas apa yang kita kerjakan selama ini,” ujarnya.

Afif mengaku, jika pasca pandemi ini yang dibutuhkan adalah solusi bagi masyarakat. Pemerintah harus selalu hadir di tengah masyarakat. Setiap masyarakat bertanya, pemerintah harus memberikan jawaban.

Bahkan kalau bisa, sebelum masyarakat bertanya, pemerintah sudah memberikan layanan terbaik. Oleh karena itu, ASN sebagai pelayan dari masyarakat harus ikut mengatasi masalah yang ada, khususnya dalam membangkitkan perekonomian para petani dan UMKM di Kabupaten Wonosobo.

“Ibarat kalau kita cinta pada seseorang, maka kita akan menempelkan gambar dan fotonya di tempat yang kita suka. Nah, kalau kita cinta pada petani lokal, maka beras petani lokal harus ada di setiap dapur ASN. Bahkan, teh dan kopi harus dari produk lokal Wonosobo juga,” katanya.

Jawa Pos Radar Semarang juga memberikan penghargaan kepada Sekda One Andang Wardoyo. Andang dinilai menjadi salah satu tokoh yang memiliki dedikasi tinggi pada masalah birokrasi. Selama 25 tahun mengabdi sebagai ASN di Pemkab Wonosobo, Andang dinilai sarat akan pengalaman yang baik. Ia mampu mendorong jajaran OPD di bawahnya untuk terus mengasah kapabilitasnya.

“Terus terang saya kaget menerima penghargaan ini. Saya sempat diskusi dengan para asisten, apa saya layak mendapat anugerah ini,” kata Andang merendah.

Baca juga:  Tak Hanya Berorientasi Bisnis, Tetapi Juga Memasukkan Nilai-Nilai Kehidupan

Ia mengaku selama ini bekerja secara ikhlas, dan sudah menjadi komitmennya sebagai seorang ASN. Penerima penghargaan kategori Birokrat Berdedikasi Tinggi ini berprinsip bekerja maksimal, dijalani sepenuh hati, dan lakukan yang terbaik untuk Wonosobo.

“Sebenarnya yang punya ide-ide brilian itu para asisten, kepala OPD, dan lainnya. Hanya saja, mereka sungkan menyampaikannya. Nah, saya ini yang mengomunikasikan dengan Bapak Bupati. Tugas kami memang menyukseskan visi dan misi Bapak Bupati,” ujarnya.

Karena itu, Andang pun mendedikasikan penghargaan dari Jawa Pos Radar Semarang kepada seluruh ASN di Pemkab Wonosobo.

“Penghargaan ini saya persembahkan untuk kawan-kawan ASN di Wonosobo. Semoga menjadi pemacu untuk bekerja lebih baik mewujudkan misi visi Wonosobo yang maju dan sejahtera,” katanya bijak.

Kapolres Wonosobo AKBP Ganang Nugroho Widhi kemarin juga menerima penghargaan untuk kategori Responsif Cegah Radikalisme dengan Merawat Keberagaman. Kasus radikalisme yang terjadi beberapa waktu lalu, membuat Ganang prihatin. Ia lantas berinisiatif merangkul semua kalangan agama di Kabupaten Wonosobo agar tetap bersatu. Ia mengadakan sarasehan kebhinekaan merawat toleransi. Juga meluncurkan kajian kitab kuning untuk anggota Polres Wonosobo. Kajian kitab kuning bagi jajaran Polri tersebut untuk mencegah perkembangan radikalisme dan terorisme.

“Kami berterima kasih sekali. Semoga penghargaan ini akan menambah semangat jajaran kami untuk lebih baik lagi,” harapnya.

Baca juga:  Hindari Makanan dan Minuman ini Saat Mengalami Batuk

Penghargaan terakhir diterima Choirul Anwar, Ketua HIPMI Wonosobo. Pengusaha muda yang akrab disapa Awank ini meraih penghargaan kategori Pengusaha Muda Inspiratif. Pria 31 tahun ini bersama-sama menggerakkan usaha kecil. Dikatakan, yang dilakukannya bersama HIPMI adalah demi kemajuan para UMKM. Karena keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Maka rakyat harus makmur, harus sejahtera.

Upaya menggerakkan ekonomi masyarakat, salah satunya dengan kampanye berbelanja di warung sebelah agar UMKM tetap bergeliat. Apalagi di Wonosobo ini jumlah UMKM-nya tertinggi di Jateng. Pria kreatif ini menekuni bisnis yang kurang dilirik orang lain. Di antaranya, bisnis rental kasur dan seprei, serta bisnis koper.

“Saya belum punya hotel, sementara ini saya buka rental kasur dan sprei dulu. Banyak hotel yang pesan ke saya. Nah, setelah sewa, mereka sekalian laundry ke tempat saya,” katanya.

Pun dengan bisnis rental koper. Dikatakan, banyak ASN atau pengusaha yang akan rapat atau tugas ke luar kota bingung harus membeli koper untuk membawa bekal.

“Kita siapkan kopernya, nggak usaha beli baru,” ujarnya.

Nah, habis dari luar kota, mereka membawa baju kotor. Harapannya, konsumennya itu mengembalikan koper sekalian laundry bajunya.

“Jadi, bisnis laundry saya juga bisa jalan,” katanya disambut tepuk tangan. “Oalah jan kreatif tenan Mas Awank,” puji Bupati Afif sambil tersenyum.

Karena kreativitasnya ini, layak jika pemuda yang memiliki 10 unit usaha ini mendapatkan Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2021.(git)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya