alexametrics

Inggit Soraya Disebut sebagai “Ratu Literasi” Kota Pekalongan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Istri Wali Kota Pekalongan Hj  Inggit Soraya, S.Sn menerima Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2021, Selasa (16/11/2021). Ia disebut sebagai Ratu Literasi Kota Pekalongan dan mendapatkan penghargaan kategori penggerak literasi di Kota Pekalongan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi di studio Batik TV Pekalongan.

“Kita sekarang ini bukan hanya berhadapan dengan Bunda Paud, tapi kita berhadapan dengan Ratu Literasi yang ada di Kota Pekalongan. Itu membuat kami betul-betul bangga,” ujar Baehaqi dalam sambutannya.

Menurut Baehaqi, Inggit telah menunjukkan perannya sebagai penggerak literasi di Kota Pekalongan. Gerakan literasi di Kota Batik itu dicatat tim Jawa Pos Radar Semarang secara khusus. Gerakannya tidak dilakukan secara serampangan, tidak secara gradual, dan tidak parsial, tetapi secara sistemik.

“Gerakan secara sistemik inilah yang tidak banyak kita temui di tempat lain. Karena ini akan menjamin keberlangsungan dan hasil,” timpalnya.

Gerakan sistemik dilakukan melalui saluran-saluran yang ada. Antara lain, melalui Tim Penggerak (TP) PKK. Menurutnya, problem saat ini ada di tingkat keluarga tentang pendidikan karakter. Seolah-olah anak tidak memiliki ayah dan ibu lagi. Tapi ayah dan ibunya adalah handphone. “Hal itu merupakan bahaya yang sangat luar biasa, terutama di dalam pendidikan karakter,” tandasnya.

Baca juga:  Dilirik Klub Korsel, Pratama Arhan: Saat Ini Saya Fokus ke PSIS Dulu

Anak yang punya kewajiban belajar, lanjut dia, sekarang sudah malas-malasan. Kalau diberi soal lebih baik berguru pada Mbah Google. Lebih cepat, daripada belajar semalam suntuk. Mbah Google punya pengaruh luar biasa. Inggit melihat persoalan tersebut, sehingga menekankan pendidikan karakter di tengah-tengah keluarga untuk memperkuat pendidikan anak. Dilakukan melalui saluran yang ada, yaitu TP PKK.

“PKK bukan simbol maupun wadah, tapi dimanfaatkan secara sungguh-sungguh untuk kegiatan yang sangat esensial. Sesuai visi-misi PKK itu sendiri,” tegasnya.

Melalui PKK, kata pria yang juga Direktur Jawa Pos Radar Kudus ini, Inggit melakukan literasi pada ibu-ibu. Pengaruhnya akan luar biasa, terutama pada peningkatan kualitas produksi yang dilakukan oleh ibu-ibu PKK. Selanjutnya, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Pekalongan dan Dinas Pendidikan juga dimanfaatkan melalui pojok baca. Buku digital juga difasilitasi supaya dapat diakses melalui gawai.

Itu dilakukan untuk menggerakkan generasi muda, membiasakan diri memperoleh informasi melalui bacaan.”Dan itu juga menjadi problematika bangsa Indonesia, yaitu lemahnya keinginan membaca,” timpal Baehaqi.

Hj  Inggit Soraya, S.Sn. (NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Acara penyerahan penghargaan itu disaksikan secara langsung oleh Wali Kota Pekalongan H Achmad Afzan Arslan Djunaid SE,  Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Muhammad Sahlan, SH, MM, dan Plt Kepala Dinkominfo Arif Karyadi SSos. Sedangkan dari Jawa Pos Radar Semarang hadir General Manager  Iskandar, Pemimpin Redaksi Arif Riyanto dan Manager Keuangan Indah Fajarwati. Penyerahan Anugerah Jawa Pos Radar Semarang tersebut juga disiarkan secara langsung melalui Batik TV dan streaming di Youtube Channel Dinarpus Kota Pekalongan.

Baca juga:  Rawat Toleransi, Untag Buka Prodi Kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa

Inggit Soraya menyampaikan, pihaknya akan terus konsisten menggerakkan literasi di Kota Pekalongan. Harapannya, literasi masyarakat akan semakin meningkat. Yang muaranya pada meningkatnya indeks literasi.  “Ini amanah untuk saya, memang amanah ini tidak mudah. Tetapi dengan kemauan keras dan dukungan dari berbagai pihak, mudah-mudahan tujuan sebagai Bunda Literasi benar-benar bisa tercapai,” harapnya.

Inggit sendiri dikukuhkan menjadi Bunda Literasi Kota Pekalongan sejak 25 Mei 2021. Kegiatannya menyasar semua lapisan masyarakat, mulai anak-anak, siswa, sampai mahasiswa, serta seluruh masyarakat Kota Pekalongan.

Kegiatan sebagai Bunda Literasi juga dilakukan bersama Dinarpus Kota Pekalongan. Berbagai talk show digelar di berbagai tempat. Seperti membahas moderasi beragama, penguatan literasi digital, eksistensi perpustakaan di era literasi digital, dan membangun generasi literat melalui perpustakaan.

Baca juga:  Unimus Berkomitmen Beri Kemudahan Fasilitas Biaya Pendidikan

“Anugerah ini tentu akan mendorong saya bersama para pegiat literasi untuk terus memperjuangkan budaya gemar membaca, gerakan literasi, serta mendukung perkembangan semua jenis perpustakaan. Sehingga dapat meningkatkan indeks literasi di Kota Pekalongan,” ujarnya.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, istrinya sebagai Bunda Literasi sangat luar biasa. Kalau dirinya hanya sebagai wali kota, Bunda Literasi juga menjadi Bunda Paud, Bunda Genre, Ketua Dekranasda, dan Ketua Pramuka. Komplet,” ucap Aaf –sapaan akrab wali kota—sambil tersenyum.

“Pesan saya, semua harus amanah berjalan sesuai tupoksi. Kita kerja ikhlas walaupun capek, capek, capek. Kalau kita ikhlas Insya’Allah ada berkahnya. Baik untuk kita, keluarga, maupun masyarakat Kota Pekalongan,” harapnya.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Muhammad Sahlan berharap penghargaan tersebut dapat mendorong semua pihak untuk tetap konsisten dan berkomitmen dalam menggerakkan dan meningkatkan budaya listerasi di Kota Pekalongan.

“Selain itu, penghargaan ini diharapkan bisa menjadi motivasi, baik untuk personal, komunitas, lembaga ataupun institusi untuk meningkatkan capaian kinerja yang positif, baik melalui pemikiran, program, maupun kiprah nyata di bidang literasi,” katanya. (yan/aro)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya