alexametrics

Mainan Jadul Menyimpan Berjuta Kenangan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Mainan zaman dulu (jadul) kini mulai tren kembali di kalangan masyarakat. Banyak orang yang berburu mainan tersebut untuk dikoleksi karena kenangan yang menyertainya.

Rofiq Ahmad, 44, warga Pedurungan Tengah pun melihat hal itu sebagai peluang bisnis yang menggiurkan. Ratusan mainan jadul berbagai tipe dijual di lapaknya di kawasan Kota Lama dan online shop.

Di temui di rumahnya, Rofiq sapaan akrabnya, mengatakan selain karena kecintaannya terhadap mainan jadul, juga peluang bisnis yang bagus lah membuatnya tetap bertahan sampai enam tahun.

“Enam tahun saya mengoleksi dan berjualan mainan jadul,” kata Rofiq. Sejumlah mainan jadul seperti umbul, view master, bongkar pasang (BP) gambar orang, stiker serial Brama Kumbara, kipas kertas, rubu, patung tentara dari plastik, sampai sekarang masih terpajang rapi di etalase jualannya.

Baca juga:  Pastikan Tak Ada Peredaran Cabai yang Dicat

Jenisnya yang tersisa sampai sekarang hanya sekitar 30-an. “Jumlah yang sudah terjual lebih banyak lagi,” katanya. Pemburunya, tidak hanya dari lokal Semarang. Namun juga dari luar kota. “Untuk online shop saya tetap menggunakan Facebook untuk jualan,” katanya. Mainan tersebut rata-rata buatan tahun 1970 sampai 1990-an.

Ia mengatakan, hal yang tidak bisa tergantikan dari mainan jadul yakni kenangannya. Masa kecil setiap orang pasti ada mainan yang menemaninya. Sesuai dengan usia pembuatan mainan yang ia jual, rata-rata pelanggannya memang sudah paro baya. Kisaran usia 30-an ke atas. Namun ada juga remaja yang memang hobi mengoleksi mainan jadul.

“Kalau remaja itu karena hobi, tetapi kalau yang sudah berusia 30-an ke atas beli rata-rata karena memiliki kenangan atas mainan tersebut,” ujarnya.

Baca juga:  Fokus Percepatan Penanganan Pandemi dan Pemulihan Ekonomi

Ia sendiri memiliki koleksi yang tidak akan dijual karena ada kenangan dengan mainan tersebut. Koleksi tersebut yakni kamera kecil, view master. Dua mainan tersebut pernah menjadi tren ketika ia masih kecil.

“Seperti view master, dulu kalau ndak anak orang berada, ndak ada yang mampu membeli,” ujarnya. Bahkan untuk view master miliknya terbilang masih komplit. Masih dilengkapi dengan film di dalamnya. Harga dari film tersebut juga tidak tanggung-tanggung. Sampai menyentuh angka Rp 2 juta. Sebuah harga yang fantastis hanya untuk mainan jadul.

Lantas bagaimana cara merawatnya? Sepengetahuan Rofiq, cara merawat mainan jadul cukup mudah. Khusus untuk mainan jadul yang terbuat dari plastik, agar tidak dikenakan sinar matahari secara langsung. Itu akan melindungi mainan plastik dari kerapuhan dan mudah rusak. Kemudian harus sering dibersihkan menggunakan kain. (ewb/lis/bas)

Baca juga:  Antisipasi Korona, Cek Suhu Tubuh Tamu Pesta Pernikahan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya