alexametrics

Tetap Setia dengan Game Konsol, Tiga Hari Sekali Bersihkan Kaset

Menarik

Walkman, Pemutar Musik Asyik Era 90-an

RADARSEMARANG.ID - Walkman, sempat tren di tahun 1990-an. Digemari anak-anak muda hingga orang tua. Dengan  pemutar audio portabel itu...

Sensasi Cethak Cethuk Mesin Ketik

RADARSEMARANG.ID - Alat tulis model lama ini makin menghilang. Suara cethak cethuk tombol mesin ketik di perkantoran pun nyaris...

Setrika Arang yang Dulu Hits Kini Jadi Souvenir dan Pajangan Rumah

RADARSEMARANG.ID - Setrika arang dulu menjadi kebutuhan primer ibu rumah tangga. Fungsinya untuk merapikan baju agar tidak kusut. Kini...

RADARSEMARANG.ID – Generasi 80-90-an pasti tak asing dengan game konsol. Jauh sebelum game online marak dan digandrungi semua orang, permainan konsol pernah menjadi primadona.

Bagi generasi millenial yang mungkin belum mengetahui apa itu game konsol, permainan ini berbasis video. Yang dapat dimainkan dengan mesin elektronik khusus. Perangkat penampil grafiknya berupa monitor televisi atau komputer, dan alat pengendaliannya berupa controller atau sering disebut joystick.

Salah satu kolektor game konsol asli Semarang Alviyan Bimatara menjelaskan secara keseluruhan ada tiga game konsol yang terkenal di dunia. Nintendo menjadi yang tertua. Dengan permainan andalan berupa Mario Bros, Pac Man, Donkey Kong, Ice Climber, Ninja Gaiden, Contra. Setelahnya ada Sega. Sonic and The Hedgehog, Mortal Combat, Street Fighter dan semua permainan jenis ding dong menjadi andalan perusahaan pabrikan yang bermarkas di Oto, Tokyo ini. Dan yang terbaru serta masih sering digunakan adalah Playstation yang diproduksi Sony.

“Kalau Nintendo dan Saga ini masuknya jadul. Sedangkan Playstation cenderung modern karena masih sering digunakan,” ujarnya.

Pihaknya mengaku saat ini terbilang sulit menemukan dan membeli jenis game konsol. Terutama Nintendo dan Sega. Saat ini pabrikan yang membuat sudah tidak lagi produksi. Sehingga hanya ada yang bekas pakai. Dan kebanyakan dicari di pasar loak.

“Di Jepang pun yang notabene negara pembuatnya sudah tidak ada yang baru. Yang masuk toko itu juga sudah bekas namun masih bagus kualitasnya,” lanjutnya.

Untuk mendapatkan konsol, Alviyan pun harus mencari di luar Semarang. Pasalnya setelah semua pasar loak di kota ATLAS dikunjungi, ia tidak menemukan satu pun barang yang dicari. Alhasil dirinya harus ke pasar Loak di Yogyakarta, Solo, dan Salatiga untuk mencari konsol tersebut. Harga yang harus ditebus pun tidak murah. Ia harus merogoh kocek lumayan. Berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 1,5 juta untuk tiap item game konsol.

“Bahkan untuk konsol yang sudah langka harganya bisa jutaan. Padahal itu bekas,” tambahnya.

Tidak hanya cara mendapatkannya. Cara perawatan game konsul pun susah-susah gampang. Pria 25 tahun ini menjelaskan untuk mesin konsolnya sendiri, cenderung lebih kuat dan awet. Meskipun telah terbanting beberapa kali masih bisa menyala. Namun yang sulit adalah merawat kaset game. Tiap tiga hari sekali ia harus membersihkan dengan alkohol semua kaset miliknya. Agar dapat memunculkan permainan saat digunakan.

“Untuk konsol besar rusak masih bisa diperbaiki. Tapi kalau konsol kecil seperti gameboard rusak ya langsung dibuang. Karena elemennya kecil tidak ada yang mau menerima servicenya,” katanya.

Dengan berbagai kesulitan dan keribetan tersebut, hal ini menjadi salah satu alasan sedikit orang masih memainkan game konsol.Apalagi di tengah gempuran game online yang jauh lebih praktis. Dan dapat dimainkan tanpa berhadapan dengan lawan secara langsung.Terbukti di Semarang saja, ia hanya menemukan tiga orang yang masih menyukai game konsol termasuk dirinya “Termasuk teknisi kalau game rusak pun di Semarang hanya ada satu orang saja,” tuturnya.

Meskipun begitu bukan berarti game konsol tidak seasyik game online. Menurut Alviyan game konsol tetap punya keunggulan. Baik dari sisi permainan yang ditawarkan dan sensasi saat memainkannya. Bahkan ia mengaku tiap hari selalu menyempatkan waktu untuk bermain. Dan sekalipun di handphone milikinya ia mengunduh game online yang tengah marak di masyarakat. (akm/ton/bas)

Sejumlah koleksi game konsol  berbagai merk milik Alviyan Bimatara. (Dewi Akmalah/ Jawa Pos Radar Semarang)

Terbaru

Tantang Kreativitas Pelajar lewat Kompetisi Video Belajar

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG– PT Astra Honda Motor (AHM) mengajak seluruh pelajar di 682 SMK mitra binaan untuk berkreasi membuat konten video yang menarik...

Perkuat Penjualan, Citra Grand Gandeng IKEA

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Perumahan premium, Citra Grand Semarang kini menggandeng IKEA untuk mendongkrak penjualan. Furniture kenamaan tersebut dipilih sebagai jawaban model hunian berkelas. Marketing Manager Citra...

Sekolah Vokasi Undip Genjot SDM melalui Pusat Pelatihan Otomasi Industri

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Masih rendahnya jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil, dalam menguasai teknologi otomasi industri, khususnya aplikasi praktis Programmable Logic Controller (PLC),...

Priska Lydia S Pulungan, Raga di Taiwan, Hati di Salatiga

RADARSEMARANG.ID, Dosen UKSW Priska Lydia S Pulungan MM PhD (Cand) masih dalam tahap penulisan disertasi di jurusan Educational Leadership and Management Development (ELMD), National...

Melakukan Edukasi hingga Rescue Satwa Liar

RADARSEMARANG.ID, Satwa reptil masih dinilai menakutkan bagi sebagian kalangan. Reptil bak satwa aneh. Tidak lazim dipelihara. Stigma semacam ini pun menjadi pelecut Komunitas Satwa...

Populer

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Pendaftaran Banpres UMKM Diperpanjang

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah memperpanjang waktu pendaftaran Bantuan Presiden (Banpres) Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Pendaftaran  tahap II dibuka hingga akhir November 2020....

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...

Usir Bosan ke Toko Buku

RADARSEMRANG.ID, Banyak hal yang bisa dilakukan ketika mood seseorang sedang tidak stabil. Misalnya, dengan makan coklat, olahraga hingga traveling. Salah satu dara muda yang...

Random

RSUD Temanggung akan Pinjam Rp 25 M

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG- Direktur RSUD Temanggung Artiyono mengaku siap meminjam uang Rp 25 miliar kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah. Uang tersebut untuk menalangi...

Wawali Pekalongan Pastikan Bansos Tepat Sasaran

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan kembali menyalurkan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Tahap II yang bersumber dari APBD Kota Pekalongan untuk warga yang...

Peran Guru BK dalam Pembelajaran Daring Siswa selama Pandemi Covid-19

RADARSEMARANG.ID, Sejak adanya masa pandemi Covid-19, pendidikan di Indonesia harus beralih ke pembelajaran daring (online). Guru dan murid melakukan pembelajaran dengan cara online dan...

Bocah SD Tulis Surat Wasiat Sebelum Bunuh Diri

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG - Seorang anak SD ditemukan tewas gantung diri di ruang gudang belakang rumah, Senin (7/10). Sebelum gantung diri HAN, 12 warga Kelurahan...

Polwan-Polwan Cantik Turun Tangan Ajari Pelajar Cuci Tangan

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah tidak hanya fokus dalam penanganan kasus kejahatan. Polda Jateng bersama anggota Polwan Ditlantas Polda Jateng juga...

Lainnya